MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:29
CATAT YA..!! Sertifikat Milik Warga Itu Asli..!!
ilustrasi

PROKAL.CO, Ketua DAD Kapuas Talinting Erik Toepak

"Kami harapkan adanya iktikad perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat"

 

KUALA KAPUAS-Mangkirnya pimpinan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) dan PT Graha Inti Jaya (GIJ) pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kapuas, membuat konflik perusahaan dengan masyarakat semakin panjang tanpa penyelesaian. Padahal, dalam pertemuan itu, perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas menyebut sertifikat tanah yang dipegang masyarakat asli.

Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Robert L Gerung menjelaskan, salah satu perusahaan PT GIJ beberapa tahun yang lalu sudah melakukan ganti rugi. Namun ada lagi laporan masyarakat tentang penyerobotan lahan. Untuk itulah pihak perusahaan harus bisa menjelaskan apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Robert meminta agar yang hadir adalah orang yang bisa menjelaskan semua permasalahan tersebut.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, ketika dilakukan klasifikasi, pihak BPN yang diwakili Simumora memastikan sertifikat milik masyarakat tersebut adalah asli. Jika ada pihak perusahaan yang hadir, maka keaslian sertifikat tersebut akan dikroscek dengan peta hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan.

"Apakah benar sertifikat itu berada di lingkup HGU yang telah keluar," ucap Robert L Gerung kepada wartawan, kemarin (19/3).

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat dan perusahaan atau perwakilan perusahaan yang bisa menjawab terkait permasalahan, mesti hadir dalam panggilan kedua nanti. Karena di satu sisi, masyarakat menyebut bahwa tanah mereka yang sudah bersertifikat diserobot masuk dalam izin HGU.

"Kedua hal ini yang harus kita sinkronkan. Karena itu, kedua pihak wajib hadir. Termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), Asisten I jajaran, Komisi I dan Komisi II DPRD, serta unsur pimpinan, mari kita duduk bersama,"

"Lembaga yang terhormat ini bersama eksekutif akan melakukan panggilan kedua. Sangat diharapkan kehadiran pihak perusahaan. Jika itu (lahan) memang haknya (warga), segera kembalikan. Tapi jika memang sudah ada ganti rugi dan sebagainya dari pihak perusahaan, maka harus ada penjelasan beserta lampiran bukti dan sebagainya yang mendukung," tegas politikus senior PDI Perjuangan itu.

Robert mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali kepada PT GIJ dan PT LAK dalam waktu dekat ini, setelah adanya revisi jadwal bersama dengan Badan Musyawarah (Banmus).

"Kami akan melakukan panggilan kedua. Kami berikan waktu yang cukup panjang nantinya, sesuai dengan rapat Banmus nanti. Sehingga ada waktu untuk pihak perusahaan melaporkan hal tersebut ke manajemen paling atas, agar dapat turut hadir menyelesaikan permasalahan ini," katanya sembari menyebut bahwa sesuai tata tertib, akan dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali. Jika memang tidak ada respons, maka akan ada kejutan yang menanti.

Terpisah, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas, Talinting Erik Toepak menegaskan, dua perusahaan yang mempunyai masalah dan menyengsarakan masyarakat itu harus bertanggung jawab. Karena banyak tanah warga yang dicaplok perusahaan tanpa ada pertanggungjawaban.

"Sampai sekarang masalah belum selesai. Salah satunya di Kecamatan Dadahup. PBS terkait tidak pernah mau duduk bersama. Itu yang menjadi persoalan. Sebetulnya bisa kami selesaikan dengan baik. Misalnya, dia (perusahaan) memberikan plasma, kami siap. Permasalahannya, pihak perusahaan tidak mau datang sama sekali. Kami harapkan adanya iktikad pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat," tegasnya. (ndo/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 13:20

CATAT..!! Kapolda Jamin Keamanan Surat Suara

PALANGKA RAYA-Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko menyampaikan kepada seluruh…

Kamis, 18 April 2019 11:42

Gubernur : Siapapun yang Terpilih, Doa kan yang Terbaik

PALANGKA RAYA-Sebagai warga negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memiliki hak…

Rabu, 17 April 2019 13:30

Penggiat Lingkungan Desak Perusahaan Pemilik Tongkang Ditindak

Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan Jembatan Tumbang Samba di Kecamatan…

Selasa, 16 April 2019 10:28

BRAKKKK...!! Tongkang Hantam Jembatan Belum Jadi, Begini Kondisinya

KASONGAN–Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima…

Selasa, 16 April 2019 10:25

Motor Tabrakan Dahsyat, Satu Tewas

PALANGKA RAYA- Adu kuat dua kuda besi di Jalan Tingang…

Selasa, 16 April 2019 10:23

NGERI..!! Pakai Tombak dan Parang, Mertua dan Temannya Bunuh Menantu

AKSI kejahatan yang mengakibatkan nyawa melayang tak terhindarkan. Di Sepang,…

Selasa, 16 April 2019 10:21

BUAT CALEG, INGAT YA..!! Suara Banyak, Belum Tentu Terpilih, Begini Hitung-Hitungannya....

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 akan memasuki babak akhir. Besok, 17…

Senin, 15 April 2019 11:19

Bahan Melimpah, Harga Rotan Murah

PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI…

Minggu, 14 April 2019 13:41

3 Bulan Pascaoperasi, Apa Kabar Terbaru Wanita Tergemuk di Kalteng Itu..??

Pihak RSUD dr Doris Sylvanus kembali menimbang berat badan Titi…

Minggu, 14 April 2019 13:39

Pedagang Ngeluh Harga Bawang Mahal, Ini Kata Mendag

PALANGKA RAYA - Para pedagang keluhkan naiknya harga bawang kepada Menteri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*