MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:29
CATAT YA..!! Sertifikat Milik Warga Itu Asli..!!
ilustrasi

PROKAL.CO, Ketua DAD Kapuas Talinting Erik Toepak

"Kami harapkan adanya iktikad perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat"

 

KUALA KAPUAS-Mangkirnya pimpinan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) dan PT Graha Inti Jaya (GIJ) pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kapuas, membuat konflik perusahaan dengan masyarakat semakin panjang tanpa penyelesaian. Padahal, dalam pertemuan itu, perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas menyebut sertifikat tanah yang dipegang masyarakat asli.

Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Robert L Gerung menjelaskan, salah satu perusahaan PT GIJ beberapa tahun yang lalu sudah melakukan ganti rugi. Namun ada lagi laporan masyarakat tentang penyerobotan lahan. Untuk itulah pihak perusahaan harus bisa menjelaskan apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Robert meminta agar yang hadir adalah orang yang bisa menjelaskan semua permasalahan tersebut.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, ketika dilakukan klasifikasi, pihak BPN yang diwakili Simumora memastikan sertifikat milik masyarakat tersebut adalah asli. Jika ada pihak perusahaan yang hadir, maka keaslian sertifikat tersebut akan dikroscek dengan peta hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan.

"Apakah benar sertifikat itu berada di lingkup HGU yang telah keluar," ucap Robert L Gerung kepada wartawan, kemarin (19/3).

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat dan perusahaan atau perwakilan perusahaan yang bisa menjawab terkait permasalahan, mesti hadir dalam panggilan kedua nanti. Karena di satu sisi, masyarakat menyebut bahwa tanah mereka yang sudah bersertifikat diserobot masuk dalam izin HGU.

"Kedua hal ini yang harus kita sinkronkan. Karena itu, kedua pihak wajib hadir. Termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), Asisten I jajaran, Komisi I dan Komisi II DPRD, serta unsur pimpinan, mari kita duduk bersama,"

"Lembaga yang terhormat ini bersama eksekutif akan melakukan panggilan kedua. Sangat diharapkan kehadiran pihak perusahaan. Jika itu (lahan) memang haknya (warga), segera kembalikan. Tapi jika memang sudah ada ganti rugi dan sebagainya dari pihak perusahaan, maka harus ada penjelasan beserta lampiran bukti dan sebagainya yang mendukung," tegas politikus senior PDI Perjuangan itu.

Robert mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali kepada PT GIJ dan PT LAK dalam waktu dekat ini, setelah adanya revisi jadwal bersama dengan Badan Musyawarah (Banmus).

"Kami akan melakukan panggilan kedua. Kami berikan waktu yang cukup panjang nantinya, sesuai dengan rapat Banmus nanti. Sehingga ada waktu untuk pihak perusahaan melaporkan hal tersebut ke manajemen paling atas, agar dapat turut hadir menyelesaikan permasalahan ini," katanya sembari menyebut bahwa sesuai tata tertib, akan dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali. Jika memang tidak ada respons, maka akan ada kejutan yang menanti.

Terpisah, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas, Talinting Erik Toepak menegaskan, dua perusahaan yang mempunyai masalah dan menyengsarakan masyarakat itu harus bertanggung jawab. Karena banyak tanah warga yang dicaplok perusahaan tanpa ada pertanggungjawaban.

"Sampai sekarang masalah belum selesai. Salah satunya di Kecamatan Dadahup. PBS terkait tidak pernah mau duduk bersama. Itu yang menjadi persoalan. Sebetulnya bisa kami selesaikan dengan baik. Misalnya, dia (perusahaan) memberikan plasma, kami siap. Permasalahannya, pihak perusahaan tidak mau datang sama sekali. Kami harapkan adanya iktikad pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat," tegasnya. (ndo/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 13:01

Sering Nonton Bokep, Bini Tidur, Anak Tiri yang Digenjot

PERBUATAN keji seorang ayah tiri berusia 31 di salah satu…

Rabu, 19 Juni 2019 12:58

Bupati Sering Terima Laporan ASN Malas Ngantor

BUNTOK–Kedisiplinan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Barsel terus menjadi sorotan, terutama…

Rabu, 19 Juni 2019 12:56
Keracunan Usai Makan Nasi Kotak di Pemberkatan Nikah

Tak Ada Tambahan, Ini Jumlah Korban Keracunan Jamaat Gereja

MUARA TEWEH-Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar melalui Kapolsek…

Rabu, 19 Juni 2019 12:53

Dikirim Via Paket, 1 Kg Ganja Berhasil Diamankan

PALANGKA RAYA – Anggota Ditresnarkoba Polda Kalteng menyita satu kilogram ganja…

Rabu, 19 Juni 2019 12:51

BEJAT..!! 5 Pria Memperkosa Gadis, Direkam Pakai Ponsel

SAMPIT – Kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan 5 pria terhadap…

Minggu, 16 Juni 2019 14:25

Arus Balik Padati Pelabuhan Bahaur

PULANG PISAU–Arus balik melalui Pelabuhan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (15/6),…

Minggu, 16 Juni 2019 14:18

BIKIN DEG-DEGAN, Gubernur Isyaratkan Rombak Kabinetnya

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran isyaratkan dalam waktu…

Minggu, 16 Juni 2019 14:08

Tak Transparan, Pengumuman PPDB Bikin Orangtua Kecewa

PALANGKA RAYA-Berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:45

ENYAK ENYAK..!! Tak Terpilih Lagi, 13 Wakil Rakyat Katingan Bakal Dapat Pesangon

KASONGAN – Dari 25 jumlah anggota DPRD Katingan masa bakti 2014-2019,…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:32

Puluhan Rumah, Gedung Walet, dan Musala Ludes Terbakar

PURUK CAHU-Kebakaran hebat meluluhlantakkan wilayah Pasar Desa Mangkahui, Kecamatan Murung,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*