MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 15 Maret 2019 13:16
DAD Soroti PBS Garap Lahan Sengketa
ilustrasi

PROKAL.CO, “Perusahaan harus bekerja sesuai aturan. Tak boleh beroperasi di luar kawasan yang diizinkan"

 Wakil Ketua DAD Kalteng

Bulkani

 

 

PALANGKA RAYA-Polemik sengketa lahan antara perusahaan besar swasta (PBS) dengan masyarakat di Kabupaten Kapuas dan Barito Timur (Bartim), mendapat sorotan dari lembaga adat, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng. Apalagi konflik itu memicu amarah masyarakat, sehingga melayangkan gugatan ke pengadilan terhadap perusahaan terkait.

PT Lifere Agro Kapuas (LAK) merupakan salah satu yang digugat masyarakat, lantaran diduga melakukan penyerobotan lahan. Masih di Kapuas, PT Graha Inti Jaya (GIJ) juga dilaporkan masyarakat kepada pihak legislatif setempat, lantaran melakukan hal yang sama. Terbaru, PT Ketapang Subur Lestari (KSL) di Bartim juga digugat atas sengketa lahan dengan masyarakat.

Melihat marakya konflik ini, DAD Kalteng pun angkat bicara. Lembaga adat terbesar se-Kalteng pimpinan H Agustiar Sabran itu menilai, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius semua pihak untuk penanganannya, agar permasalahan yang sama itu dapat diselesaikan dan tidak terulang kembali.

“Perusahaan harus bekerja sesuai dengan aturan. Tidak boleh beroperasi di luar kawasan yang diizinkan,” ucap Wakil Ketua DAD Kalteng H Bulkani kepada Kalteng Pos via telepon, Kamis (14/3).

Menurutnya, tindakan perusahaan menyerobot tanah warga yang berujung sengketa, serta proses perizinan yang tidak melibatkan masyarakat adat, merupakan suatu perbuatan melawan hukum.

“Perizinan dan pengukuran lahan ada. Seharusnya standar operasional prosedur (SOP) harus melibatkan masyarakat, demi menghindari tumpang tindih perizinan,” tegasnya.

Terkait persoalan antara perusahaan dengan masyarakat itu, DAD sebatas melakukan pemantauan. Proses tersebut dilakukan melalui perangkat organisasinya.

Selama ini, lanjut Bulkani, DAD Kalteng sering menerima laporan dari masyarakat. Sistem pelaporannya bertahap. Mulai dari laporan kepada damang setempat, DAD kecamatan, DAD kabupaten, dan terakhir DAD provinsi.

“Selama ini, langkah penyelesaian yang dilakukan oleh DAD lebih persuasif, demi tercapainya solusi yang menguntungkan semua pihak,” ungkap mantan rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) tersebut.

Sekadar flashback, dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan PT LAK, ternyata sudah digugat oleh warga secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Kapuas. Bahkan ada tiga gugatan yang saat ini proses persidangan sedang berjalan.

"Iya, ada tiga gugatan perdata yang diajukan oleh warga terhadap PT LAK. Persidangannya masih dalam proses," ungkap Ketua PN Kapuas Nurhayati Nasution kepada Kalteng Pos, Selasa (12/3).

Pihak DPRD Kabupaten Kapuas pun geram, setelah dalam reses yang dilakukan, mendapat informasi bahwa PT LAK dan PT Graha Inti Jaya (GIJ) menyerobot lahan masyarakat di Desa Teluk Hiri dan Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Robert L Gerung menegaskan, dengan adanya dugaan pencaplokan lahan masyarakat oleh perusahaan, maka DPRD Kapuas berencana akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Kapuas dengan direktur PT LAK, direktur PT GIJ, kades Teluk Hiri, masyarakat Manusup Hilir, masyarakat Penda Ketapi, dan kades Lamunti.

"Membahas dugaan penyerobotan lahan masyarakat oleh PT LAK dan PT GIJ, serta usulan humas dari Desa Lamunti di PT GIJ. Harapan kami, persoalan dapat diselesaikan dengan adanya RDP ini," tegasnya.

Dikatakan Robert , sengketa ini wajib diselesaikan. Apalagi adanya dugaan pencaplokan lahan masyarakat oleh perusahaan tanpa ada ganti rugi.

"Ingat, wajib hadir dari pihak perusahaan yang bisa mengambil keputusan (punya kapasitas). Jangan mengutus perwakilan perusahaan yang hanya bisa menampung saja," pungkasnya. (nue/alh/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*