MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 15 Maret 2019 13:16
DAD Soroti PBS Garap Lahan Sengketa
ilustrasi

PROKAL.CO, “Perusahaan harus bekerja sesuai aturan. Tak boleh beroperasi di luar kawasan yang diizinkan"

 Wakil Ketua DAD Kalteng

Bulkani

 

 

PALANGKA RAYA-Polemik sengketa lahan antara perusahaan besar swasta (PBS) dengan masyarakat di Kabupaten Kapuas dan Barito Timur (Bartim), mendapat sorotan dari lembaga adat, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng. Apalagi konflik itu memicu amarah masyarakat, sehingga melayangkan gugatan ke pengadilan terhadap perusahaan terkait.

PT Lifere Agro Kapuas (LAK) merupakan salah satu yang digugat masyarakat, lantaran diduga melakukan penyerobotan lahan. Masih di Kapuas, PT Graha Inti Jaya (GIJ) juga dilaporkan masyarakat kepada pihak legislatif setempat, lantaran melakukan hal yang sama. Terbaru, PT Ketapang Subur Lestari (KSL) di Bartim juga digugat atas sengketa lahan dengan masyarakat.

Melihat marakya konflik ini, DAD Kalteng pun angkat bicara. Lembaga adat terbesar se-Kalteng pimpinan H Agustiar Sabran itu menilai, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius semua pihak untuk penanganannya, agar permasalahan yang sama itu dapat diselesaikan dan tidak terulang kembali.

“Perusahaan harus bekerja sesuai dengan aturan. Tidak boleh beroperasi di luar kawasan yang diizinkan,” ucap Wakil Ketua DAD Kalteng H Bulkani kepada Kalteng Pos via telepon, Kamis (14/3).

Menurutnya, tindakan perusahaan menyerobot tanah warga yang berujung sengketa, serta proses perizinan yang tidak melibatkan masyarakat adat, merupakan suatu perbuatan melawan hukum.

“Perizinan dan pengukuran lahan ada. Seharusnya standar operasional prosedur (SOP) harus melibatkan masyarakat, demi menghindari tumpang tindih perizinan,” tegasnya.

Terkait persoalan antara perusahaan dengan masyarakat itu, DAD sebatas melakukan pemantauan. Proses tersebut dilakukan melalui perangkat organisasinya.

Selama ini, lanjut Bulkani, DAD Kalteng sering menerima laporan dari masyarakat. Sistem pelaporannya bertahap. Mulai dari laporan kepada damang setempat, DAD kecamatan, DAD kabupaten, dan terakhir DAD provinsi.

“Selama ini, langkah penyelesaian yang dilakukan oleh DAD lebih persuasif, demi tercapainya solusi yang menguntungkan semua pihak,” ungkap mantan rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) tersebut.

Sekadar flashback, dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan PT LAK, ternyata sudah digugat oleh warga secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Kapuas. Bahkan ada tiga gugatan yang saat ini proses persidangan sedang berjalan.

"Iya, ada tiga gugatan perdata yang diajukan oleh warga terhadap PT LAK. Persidangannya masih dalam proses," ungkap Ketua PN Kapuas Nurhayati Nasution kepada Kalteng Pos, Selasa (12/3).

Pihak DPRD Kabupaten Kapuas pun geram, setelah dalam reses yang dilakukan, mendapat informasi bahwa PT LAK dan PT Graha Inti Jaya (GIJ) menyerobot lahan masyarakat di Desa Teluk Hiri dan Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Robert L Gerung menegaskan, dengan adanya dugaan pencaplokan lahan masyarakat oleh perusahaan, maka DPRD Kapuas berencana akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Kapuas dengan direktur PT LAK, direktur PT GIJ, kades Teluk Hiri, masyarakat Manusup Hilir, masyarakat Penda Ketapi, dan kades Lamunti.

"Membahas dugaan penyerobotan lahan masyarakat oleh PT LAK dan PT GIJ, serta usulan humas dari Desa Lamunti di PT GIJ. Harapan kami, persoalan dapat diselesaikan dengan adanya RDP ini," tegasnya.

Dikatakan Robert , sengketa ini wajib diselesaikan. Apalagi adanya dugaan pencaplokan lahan masyarakat oleh perusahaan tanpa ada ganti rugi.

"Ingat, wajib hadir dari pihak perusahaan yang bisa mengambil keputusan (punya kapasitas). Jangan mengutus perwakilan perusahaan yang hanya bisa menampung saja," pungkasnya. (nue/alh/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 01:19

Katingan Dihantam Banjir Jelang Makan Sahur

PALANGKA RAYA - Dua desa di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten…

Rabu, 22 Mei 2019 01:17

Kobar Mendadak Sepi..!! Sudah 5.500 Orang Pergi

PANGKALAN BUN – Walaupun bulan Ramadan baru pertengahan, namun tercatat setidaknya…

Rabu, 22 Mei 2019 01:15
Kisah Tukang Pijat Cabuli Bocah Laki-Laki

Ngaku Bisa Keraskan Alat Vital, Urut 10 Menit "Keluar"

Mengaku bisa memijat alat vital pria, SN harus berurusan dengan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:15

Petugas Pemilu Paring Lahung Meninggal

MUARA TEWEH-Diduga karena kelelahan pascapemilu, dan penyakit asma yang dideritanya,…

Selasa, 21 Mei 2019 12:14

Kepala Sekolah Cabul Harus Dihukum Berat..!!

KUALA KAPUAS-Tindakan asusila yang dilakukan oknum kepala sekolah (kasek) di…

Selasa, 21 Mei 2019 12:13
Suka Sesama Jenis Sejak SMP

Ngaku Bisa Pijat Alat Vital Pria, Pelaku Cabuli Anak di Bawah Umur

KUALA PEMBUANG – Mengaku bisa memijat alat vital pria, SN…

Senin, 20 Mei 2019 22:01

NJIIRRRR..!! Kepsek Mesum..!! Murid Sendiri Dibawa Kabur, Lalu Diajak Wik Wik Wik...

KUALA KAPUAS-Dunia pendidikan Kalteng tercoreng. Oknum kepala sekolah (kasek) di…

Senin, 20 Mei 2019 21:58

YESS..!! Kalteng Siap Sambut Event Wonderful Sail to Indonesia

PALANGKA RAYA – Provinsi Kalteng menyatakan siap menyambut event Wonderful Sail…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Kalteng Memenuhi Kriteria Jadi Ibu Kota

Prof Danes Jaya Negara “Menurut saya soal pantas dan tidak…

Minggu, 19 Mei 2019 11:37
Wacana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Gubernur Usulkan Infrastruktur Mendukung Ibu Kota Baru

PALANGKA RAYA-Beberapa hari setelah Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*