MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau
Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa
TERTANGKAP KAMERA: Keberadaan banteng kalimantan tertangkap kamera trap saat sedang mencari makan di hutan Belantikan Lamandau.YAYORIN UNTUK KALTENG POS

PROKAL.CO, Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan Hulu, Kabupaten Lamandau. Gerombolan banteng ini tertangkap kamera trap sedang menikmati padang rumput di hutan setempat. Satwa ini terancam punah. Populasinya diperkirakan terus berkurang.

 

RUSLAN, Pangkalan Bun

KEBERADAAN banteng kalimantan dengan spesies baru memang sudah lama terdeteksi mendiami kawasan hutan di Belantikan Hulu. Hal ini membuat tim gabungan dari Direktorat KKH Ditjen KSDAE Kementerian LHK, Dishut Kalteng, KPHP Sukamara Lamandau, Dinas Pariwisata Lamandau, BKSDA SKW II, Yayorin, Pokdarwis Tanjung Matu, PT Karda Traders, Ditjen Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) Kementerian LHK, dan sejumlah kelompok pencinta lingkungan menelusuri keberadaan banteng kalimantan di kawasan hutan Belantikan Hulu, Kabupaten Lamandau.

Penelitian tersebut merupakan tindak lanjut atas ditemukannya satwa yang dibilang merupakan jenis banteng spesies baru di Kalimantan. Penelitian berawal dari laporan masyarakat yang mengaku sering melihat banteng di kawasan hutan Lamandau. Kini populasinya tersisa hidup di hutan Belantikan Hulu. Hal tersebut diperkuat dengan hasil foto trap pada 2012 lalu, yang menangkap adanya aktivitas gerombolan banteng anakan dan indukan. Tim kemudian menindaklanjuti penemuan itu dengan melakukan penelitian yang dimulai sejak 2015 lalu.

Dari hasil penelitian, terbukti hasil tes DNA yang dilakukan Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) menunjukkan adanya banteng spesies baru. Bisa dikatakan banteng kalimantan atau bukan banteng yang berkerabatan dengan banteng jawa (Bos Javanicus).

“Dari hasil analisis DNA kajian tim peneliti genetik IPB, banteng spesies baru di hutan Belantikan Hulu, Kabupaten Lamandau bisa dinyatakan bukan berkerabat dengan banteng jawa yang ada saat ini,” jelas Direktur Yayorin Eddy Santoso saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Selasa (19/2).

Menurut Eddy, dari hasil penelitian rutin secara global di wilayah Kabupaten Lamandau pada tahun 2012, pantauan kamera menangkap adanya 30 ekor spesies banteng baru. Namun seiring berjalannya waktu, populasinya terus berkurang. Diperkirakan saat ini populasinya hanya mencapai 15 sampai 20 ekor saja.

“Dengan metode kamera trap (kamera penjebak) sudah terfoto bantengnya. Sebelumnya juga kami mendapatkan jejak dan kotorannya, sebagai dasar melakukan penelitian keberadaan spesies baru tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan penelitian fisik, ditemukan beberapa perbedaan antara spesies banteng baru yang ditemukan itu dengan banteng jawa. Di antaranya, bentuk fisik spesies banteng baru lebih kecil dari banteng jawa.

“Dari hasil tes genetik yang merujuk pada spesies baru, penampakan secara morfologi fisik banteng baru lebih kecil jika dibandingkan dengan banteng jawa,” ucap Eddy yang juga merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Antakusuma tersebut.

Perbedaan fisik tersebut dikarenakan banteng baru mengalami adaptasi pengerdilan tubuh, menyesuaikan habitatnya. Banteng ini mesti beradaptasi, karena mereka harus menyelinap di hutan-hutan. Berbeda dengan banteng jawa yang cenderung hidup di padang savana.

“Hasil riset juga membuktikan bahwa ada perbedaan jenis makanan yang dimakan banteng spesies baru itu dengan banteng jawa. Untuk banteng spesies baru itu, ditemukan ada 50-an jenis tanaman yang dimakan. Salah satunya rumput-rumputan, tunas bambu. Itu karena mereka menyesuaikan diri dengan habitatanya di hutan,” imbuhnya.

Keberadaan banteng itu yang juga merupakan hewan mamalia yang dilindungi, menuntut semua pihak wajib memberikan perlindungan atas keberlangsungan hidupnya agar tidak punah.

Tim yang sebelumnya berkunjung ke habitat ditemukannya banteng itu, telah sepakat untuk menetapkan kawasan hutan konservasi banteng seluas 1.700 hektare. Telah ditetapkan PT Karda Traders menjadi kawasan site monitoring banteng belantikan, serta sebagai tahapan untuk menyusun best management practice banteng kalimantan.

“Hal ini dilakukan sebagai panduan untuk pengelolaan konservasi terbaik bagi banteng kalimantan ini, serta menyusun strategi rencana aksi konservasi (SRAK) banteng 2021-2031,” tukasnya.

Demi tujuan itu, dibentuklah Forum Konservasi Banteng Belantikan (Forum Sibatik). Anggotanya dari berbagai lintas sektor perwakilan hingga pencinta lingkungan. Ini merupakan upaya awal untuk melestarikan banteng kalimantan, agar terindar dari perburuan dan kepunahan. (*/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 11:25

Buaya Ngga Malu Malu Lagi Muncul, Warga Lapornya Kok ke Sini...

SAMPIT- Anggota DPRD Kotawaringin Timur Rudianur mengaku mendapat laporan dari…

Kamis, 21 Maret 2019 00:57

NEKAT..!! Enam Remaja Preteli Mesin Penggiling Padi

KUALA KAPUAS- Aksi keenam pemuda HR (26), SAF (28),  RAJ…

Kamis, 21 Maret 2019 00:55

Selesaikan Masalah Ini, Perusahaan Wajib Hadir

KUALA KAPUAS-Mangkirnya pimpinan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) dan PT…

Rabu, 20 Maret 2019 11:23

Mabuk Dulu, Lalu Hajar Bini Sampai Bonyok

SAMPIT – Seorang suami berinisial DP tampak pasrah setelah menjalani pemeriksaan…

Kamis, 14 Maret 2019 15:04

Ibu Salat, Anak Lenyap, Hanya Ditemukan Baju dan Sandal di Lanting

SAMPIT - Warga Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 14 Maret 2019 11:25

Terobos Lampu Merah, Berakhir di Ruang Kamboja

PALANGKA RAYA-Yogi akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang UGD RSUD…

Minggu, 10 Maret 2019 12:52

Orang Utan Tua Masuk ke Pemukiman Warga

MUARA TEWEH- Warga dibuat geger oleh kehadiran seekor orang utan (Pongo…

Minggu, 10 Maret 2019 12:48

Kejar-Kejaran, Maling Ponsel Ini Nyaris Mati

Aksi kejar-mengejar terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 10,5 sekitar…

Rabu, 06 Maret 2019 10:55

Soal CPNS Kapuas Murni Kesalahan Data dari Kabupaten, Ini yang Dilakukan...

Polemik dugaan manipulasi data CPNS Kabupaten Kapuas masih terus berlanjut.…

Kamis, 28 Februari 2019 10:37

Oknum Karyawan J&T Express Terlibat Pencurian

SAMPIT-Usai sudah aksi tiga orang pelaku HN, RI dan IW.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*