MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 04 Februari 2019 12:06
Caleg Ambil Paksa APK, Bawaslu Harus Bersikap

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait titik-titik atau lokasi yang boleh dipasang alat peraga kampanye (APK) oleh setiap peserta pemilu 2019. Namun demikian, masih banyak pada calon legislatif (caleg) maupun pasangan calon presiden (capres) yang belum mengindahkannya.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah APK yang ditertibkan Bawaslu bersama tim terpadu. Saat ini APK tersebut dikumpulkan di Kantor Bawaslu Kota Palangka Raya.

Mirisnya, ada kontestan pemilu yang tidak terima akan penertiban itu dan mengambil paksa APK dari Kantor Bawaslu Kota Palangka Raya. Hal ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. Salah satunya adalah pengamat politik.

Kepada Kalteng Pos, Minggu (3/2), salah satu pengamat politik di Kota Palangka Raya, Prof Kumpiady Widen mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan para caleg tersebut. Apalagi mengambil paksa APK yang telah disita.

“Para caleg harusnya taat hukum, khususnya tentang tata tertib pemasangan APK. Karena jika tidak tertib, maka masyarakat akan memberikan penilaian kepada calon-calon tersebut,” ucapnya kepada koran ini via telepon.

Selain itu, Bawaslu juga harus tegas menindak para calon yang melanggar, sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Sebab sudah ada regulasinya pada Bawaslu, terkait sanksi bagi para caleg yang melanggar aturan pemilu.

“Saya sarankan kepada Bawaslu supaya menindak tegas para caleg yang melanggar aturan tentang APK,” ungkap pria yang juga menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Palangka Raya.

Dijelaskan Kumpiady, hal itu tentu akan berpengaruh terhadap perhatian masyarakat, sehingga berdampak pada perolehan suara yang akan diraih pada pelaksanaan pemilu nanti.

“Kalau pelanggaran itu dipublikasikan kepada masyarakat, pasti ada pengaruhnya. Tetapi kalau tidak dipublikasikan, ya tentu tidak ada pengaruhnya,” tegasnya.

Diakuinya bahwa memang salah satu cara para caleg memperkenalkan diri adalah melalui APK. Namun ada aturan yang dikeluarkan KPU berkaitan dengan tempat atau lokasi pemasangan APK, waktu, bentuk, dan ukurannya.

Oleh karena itu, dirinya tentu sangat mengharapkan kepada seluruh caleg yang menjadi kontestan pemilu, untuk menaati peraturan dalam pemasahan APK maupun aturan dalam berkampanye.

“Jangan sampai hal itu malah berdampak buruk untuk calon itu sendiri. Karena masyarakat tentu menilai sebelum menentukan pilihan pada pemilu nanti,” tuturnya. (nue/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 11:34

Kasus Tewasnya Karyawan, Jika Ada Kelalaian, Perusahaan Bisa Dipidana

PALANGKA RAYA-Kecelakaan kerja mengerikan yang menimpa seorang karyawan PT Gunung…

Selasa, 16 Juli 2019 11:31

INGAT..!! Jangan Ada Plonco Saat MPLS

TAHUN ajaran baru dalam dunia pendidikan sudah dimulai Senin (15/7). Kini…

Selasa, 16 Juli 2019 10:28

Perkosa Bocah SD, Terancam Lama Dipenjara, Pria Ini Tetap Ditunggu Istrinya Hingga Bebas

SAMPIT - ABG (16) terancam hukuman 5 tahun penjara. Pria yang…

Senin, 15 Juli 2019 08:31

Soal Pembangunan Jalan, Bupati Minta Warga Sabar

PANGKALAN BUN-Hingga saat ini pembangunan jalan di wilayah Kotawaringin Lama…

Senin, 15 Juli 2019 08:29

Pertashop, Usaha Pertamina untuk Bantu Masyarakat Terluar, Terjauh dan Tertinggal

PALANGKA RAYA - Kesulitan masyarakat di wilayah pedalaman atau pelosok…