MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 01 Februari 2019 11:16
Dalam Kurun Waktu 1996–2019, Batara Sudah Diguncang Berapa Kali Gempa?

PROKAL.CO, MUARA TEWEH-Kalteng memang sangat aman dibanding daerah lain dari segi bencana gempa bumi. Bahkan, dihitung sejak 1996 hingga 2019, sedikitnya Bumi Tambun Bungai dilanda gempa delapan kali. Bank data Kalteng Pos dan BMKG mencatatkan, Barito Utara (Batara) menjadi terbanyak yakni empat kali dilanda gempa (lihat grafis).

Kamis (31/1), Batara atau Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, kembali dilanda gempa bumi berkekuatan 3,5 Skala Richter (SR). Guncangan tersebut berlangsung sekitar empat detik pada pukul 09.38 WIB. Warga pun panik. Bahkan pegawai pemerintahan, karyawan, dan pelajar sekolah yang tengah beraktivitas, berhamburan keluar dari gedung.

Getaran dirasakan warga Kelurahan Jingah, Jambu, Lanjas, Melayu, Desa Bintang Ninggi, dan Desa Trahen. Kendati guncangan terasa di dalam kota dan sekitarnya, namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muara Teweh mencatatkan bahwa koordinat pusat gempa adalah 12 kilometer utara Muara Teweh, tepatnya di Desa Mukut, Kecamatan Lahei.

“Sifat gempa itu ada jalurnya, elastis. Jadi tidak semua merasakan getaran. Seperti kita menghampar tikar atau seperti gelombang laut,” beber Kepala BMKG Muara Teweh, Sudarmono.

Di Desa Mukut tidak ada pertambangan batu bara. Getaran, kata dia, murni akibat gempa tektonik. Gempa bumi tektonik yang menguncang Muara Teweh dianilis Stasiun Geofisika Balipapan.

“Lokasi pusat gempa di darat 12 kilometer utara Muara Teweh, pada kedalaman 10 kilometer,” ungkap Sudarmono.

Berdasarkan analisis Stasiun Geofisika Balikpapan disebutkan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, menunjukkan bahwa guncangan gempa dirasakan di Muara Teweh, dalam skala intensitas I SIG-BMKG atau II-III MMI.

Beberapa warga merasakan guncangan gempa ini. Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi. Ditinjau dari lokasi dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Meratus yang berdekatan dengan epicenter.

“Cesar dari pegunungan Meratus itu pangalnya sampai Muara Teweh,” sebutnya.

Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Muara Teweh diimbau agar tetap tenang,” imbau Sudarmono.

Dia mengutarakan, ketika terjadi guncangan di Muara Teweh, langsung dilaporkan ke Stasiun Geofisika Balikpapan. “Dari pihak Stasiun Geofisika Balikpapan mengatakan memang terdeteksi Indonesia Tsunami Early Warning System (INATEWS),” cetusnya.

Keterangan lain masih dianalisis, karena durasinya singkat, hanya beberapa detik. BMKG Muara Teweh memang memiliki sensor gempa, tapi display ada di BMKG pusat.

“Sistemnya kami tidak bisa membaca display. Begitu ada gempa, langsung dikirim lewat satelit BMKG pusat,” tandasnya.

Getaran gempa bumi dirasakan lebih keras oleh mahasiswa Politeknik Muara Teweh di Jalan Muara Teweh-Kandui Km 7. Mahasiswa melihat kursi bergerak. Akhirnya dosen dan mahasiswa berlarian keluar dari gedung.

“Kami langsung keluar semua, sedangkan barang-barang ditinggal di dalam,” ujar Berlina, salah seorang mahasiswa.

Direktur Politeknik Muara Teweh, Noor Ideal menjelaskan, ketika kejadian itu, dirinya sedang berada di ruangan kerja. Tiba-tiba merasakan getaran. Lalu dosen dan mahasiswa keluar dari gedung. Tidak ada aktivitas belajar mengajar di kampus. Mahasiswa yang datang hanya melihat nilai ujian.

Noor Ideal menyampaikan, setelah gunjangan itu, pihaknya mengecek bangunan, tapi tidak ada yang retak.

“Tidak ada lampu jatuh atau buku di perpustakaan yang jatuh,” ulasnya.

Dia menambahkan, dirinya pernah merasakan gempa bumi sekitar tahun 1996. Kala itu guncangannya lebih keras, sehingga ada bangunan kantor dan sekolah yang retak.

Gempa pun dirasakan guru dan siswa SMAN 2 Muara Teweh.

“Kaca ruangan bergetar dan jam dinding bergeser. Kejadian pas jam istirahat,” beber Lisda Riwayat, guru setempat.

Menurutnya, siswa dan guru melihat tanah bergerak. Namun hanya sebentar saja.

“Kalau berdasarkan penuturan orang tua, gempa bumi di Muara Teweh pernah tahun 1957 dan 1996,” tukasnya.

Tidak hanya di kota, gempa bumi juga dirasakan warga desa. Termasuk Desa Bintang Ninggi II. Dikemukakan Kades Bintang Ninggi II, Ardianto, pegawai di Kantor Desa Bintang Ninggi II, Kantor BUMDes, dan beberapa warga merasakan kejadian.

“Kami berikan imbauan melalui pengeras suara di masjid, untuk meminta warga tetap tenang. Kami merasakan guncangan itu tiga sampai lima detik,” akunya.

Di tempat terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batara, Rijali Hadi membenarkan ada gempa kecil dan durasi sekitar empat detik.

“Kami berkoodinasi dengan BMKG, melaporkan ke Pusdalop BPBD Kalteng serta Pusdalop BNBP,” terangnya. BPBD Batara belum menerima laporan adanya fasilitas dan bangunan rusak akibat gempa. (cah/ce/abe)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 April 2019 11:42

Gubernur : Siapapun yang Terpilih, Doa kan yang Terbaik

PALANGKA RAYA-Sebagai warga negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memiliki hak…

Rabu, 17 April 2019 13:30

Penggiat Lingkungan Desak Perusahaan Pemilik Tongkang Ditindak

Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan Jembatan Tumbang Samba di Kecamatan…

Selasa, 16 April 2019 10:28

BRAKKKK...!! Tongkang Hantam Jembatan Belum Jadi, Begini Kondisinya

KASONGAN–Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima…

Selasa, 16 April 2019 10:25

Motor Tabrakan Dahsyat, Satu Tewas

PALANGKA RAYA- Adu kuat dua kuda besi di Jalan Tingang…

Selasa, 16 April 2019 10:23

NGERI..!! Pakai Tombak dan Parang, Mertua dan Temannya Bunuh Menantu

AKSI kejahatan yang mengakibatkan nyawa melayang tak terhindarkan. Di Sepang,…

Selasa, 16 April 2019 10:21

BUAT CALEG, INGAT YA..!! Suara Banyak, Belum Tentu Terpilih, Begini Hitung-Hitungannya....

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 akan memasuki babak akhir. Besok, 17…

Senin, 15 April 2019 11:19

Bahan Melimpah, Harga Rotan Murah

PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI…

Minggu, 14 April 2019 13:41

3 Bulan Pascaoperasi, Apa Kabar Terbaru Wanita Tergemuk di Kalteng Itu..??

Pihak RSUD dr Doris Sylvanus kembali menimbang berat badan Titi…

Minggu, 14 April 2019 13:39

Pedagang Ngeluh Harga Bawang Mahal, Ini Kata Mendag

PALANGKA RAYA - Para pedagang keluhkan naiknya harga bawang kepada Menteri…

Minggu, 14 April 2019 13:35

MANTAP..!! Anak Perbatasan Resmi Jadi Prajurit TNI

PALANGKA RAYA - Salah satu bukti dari realisasi  kebijakan TNI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*