MANAGED BY:
RABU
24 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 17 Januari 2019 11:22
MANTULL...!!! Obat Tradisional Kalteng Berlabel BPOM
Bawang dayak, salah satu tumbuhan yang banyak diminati.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Kabar gembira kembali diterima masyarakat yang mengelola sumber daya alam (SDA), khususnya yang fokus pada pengelolahan obat tradisional. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mendorong industri obat tradisional di Kalteng agar memiliki label BPOM.

Diungkapkannya, pihaknya akan menindaklanjuti hal itu dengan mengkoordinasikan dengan bidang pengawasan obat tradisional. Harapannya, dapat membantu pengembangan industri obat tradisional di Bumi Tambun Bungai. Karena diyakininya Kalteng memiliki potensi bahan obat yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Kalteng memiliki potensi. Harapannya, BPOM dapat membantu memberikan jaminan kepada masyarakat, bahwa obat tradisional ini aman dan benar-benar memiliki khasiat,” ungkapnya saat dibincangi di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (16/1).

Dengan perlakuan seperti itu, produk obat tradisional Kalteng mampu bersaing di pasaran dalam negeri. Apalagi jika samapai dapat diekspor.

Dengan mendorong industri obat tradisional, diyakininya bisa meningkatkan standar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Nantinya produk UMKM ini dapat berstandar dan mampu berdaya saing di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Upaya pemerintah pusat melalui BPOM tersebut mendapat apresiasi dari Pemprov Kalteng.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, saat ini obat tradisional di Kalteng sudah banyak dijual di beberapa tempat. Diakuinya, Kalteng yang memiliki hutan yang luas, punya potensi yang baik untuk pengembangan tanaman obat tradisional.

“Harapannya, dengan adanya dorongan dari BPOM ini, menjadi edukasi bagi pihak UMKM agar obat tradisional yang dikelola memiliki khasiat yang tepat dan sesuai standar,” ucapnya.

Pihaknya akan membantu dengan memberikan pembinaan, termasuk fasilitasnya. Dengan demikian, pada akhirnya obat tradisional ini memiliki nomor registrasi pada BPOM, dan dapat masuk ke pasaran baik di dalam maupun luar Kalteng.

“Jika sudah memiliki nomor registrasi, tentu dapat masuk ke peredaran jalur formal dan akan lebih terkenal lagi. Apalagi jika sudah memiliki label BPOM. Keamanan dan khasiatnya bisa dipercaya konsumen,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kalteng Pos di Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, berjejer pedagang menjual beberapa obat tradisional. Di antaranya bawang dayak, sarang semut, obat 41 macam, dan produk-produk lainnya.

Untuk meningkatkan keamanan pengawasan makanan dan obat, maka untuk Kalteng akan dibuka kantor BPOM berlokasi di Kota Pangkalan Bun. Dikatakan Lukito, dipilihnya Pangkalan Bun sebagai lokasi kantor, karena memiliki pelabuhan laut yang menjadi salah satu akses penyaluran barang masuk ke wilayah Kalteng.

“Kami telah melakukan seleksi. Pangkalan Bun memiliki potensi risiko penyebaran makanan dan obat, karena memiliki pelabuhan. Untuk mencegah hal itu, perlu ada kantor BPOM di sana. Karena wilayah Kalteng sangat luas, maka diharapkan ke depan dapat bertambah lagi kantor BPOM,” ucapnya.

 

UTAMAKAN KANTIN SEHAT DI SEKOLAH

Pemprov Kalteng terus berupaya untuk mengawasi peredaran makanan. Salah satunya dengan melakukan penguatan dan bersinergi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Akan ada penguatan-penguatan terkait bagaimana tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan makanan dan obat-obatan yang memenuhi standar bagi kesehatan tubuh,” timpal Sekda Kalteng Fahrizal Fitri.

Pihaknya juga telah melakukan diskusi banyak hal terkait keberadaan kantin sekolah.

“Sebetulnya kalau kantin-kantin sehat, sudah banyak sekolah adiwiyata. Ini jadi salah satu titik penilaian. Bagaimana mengelola kantin sekolah yang sehat,” tutur Sekda.

Menurut Fahrizal, hal ini dapat dikolaborasikan antara sekolah adiwiyata, sekolah sehat, dan kantin sekolah sehat. Ini bisa dilombakan, sebagai upaya untuk menciptakan generasi muda yang sehat.

“Pemprov akan mendorong sekolah tertentu yang bisa dijadikan contoh jajanan yang sehat. Bagaimana pun, jajanan sekolah harus aman bagi anak,” harapnya.

Pihaknya tidak ingin anak-anak sebagai generasi penerus yang sedang menempuh pendidikan di sekolah, terkontaminasi dengan zat makanan yang tidak baik untuk kesehatan.

Dengan adanya jajanan sehat, maka diharapkan dapat menghasilkan generasi yang sehat dan kuat. Dengan demikian, dapat membangun negara yang lebih maju dan bermartabat.

Dijelaskannya juga, Kalteng termasuk kategori daerah stunting yang mencapai angka 35 persen. Ini menandakan asupan makanan bergizi yang belum memenuhi standar minimal.

“Ada beberapa daerah yang menjadi sasaran prioritas kita berkenaan dengan stunting, khususnya pemenuhan kebutuhan terhadap anak usia dini,” terang mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng tersebut.

Masalah stunting harus mulai ditangani sejak masih dalam kandungan. Mulai dari asupan gizi kepada ibu hamil dan lain-lain. Karena itu perlu kerja sama dengan BPOM, khususnya penggunaan produk industri rumah tangga yang aman bagi kesehatan ibu dan janinnya.

“Misalnya bahan makanan dan lain-lain. Hal itu akan memengaruhi terciptanya generasi yang andal dan dapat bersaing ke depannya,” tutupnya. (abw/awa/nue/ce/abe)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Juli 2019 11:42

Yantenglie Ngaku Korban Politik

PALANGKA RAYA-Persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) uang kas Daerah Kabupaten…

Selasa, 23 Juli 2019 11:47

Dari Kunjungan Ketua Wantimpres Sri Adiningsih ke Kalteng

Selama 2019, kunjungan pejabat pusat ke Bumi Tambun Bungai silih…

Selasa, 23 Juli 2019 07:39

TEGAS..!! Duit Rp 15 Miliar yang Dititipkan ke Bareskrim Mabes Polri, DPRD Minta Dikembalikan

PALANGKA RAYA – DPRD Provinsi Kalteng meminta Pemerinah Provinsi Kalteng, menarik…

Selasa, 23 Juli 2019 07:36

Diguyur Rp 90 M, Bandara di Batara Selesai 2020

MUARA TEWEH-Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara (Batara) bahwa…

Selasa, 23 Juli 2019 07:33

Rumah Ambruk, Pemko Belum Pastikan Relokasi

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya belum memastikan akan merelokasi tiga…

Selasa, 23 Juli 2019 07:31

Tanah Retak, Rumah Ambruk, Belasan Jiwa Telantar

PALANGKA RAYA-Sungai Kahayan dalam kondisi surut dan dangkal. Tak ada…

Senin, 22 Juli 2019 09:03

Jangan Takut Laporkan Pembakar Hutan dan Lahan

PALANGKA RAYA-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah pusat dan…

Senin, 22 Juli 2019 08:14

Bahaya Nih..!! Api Karhutla Sudah Dekati Pemukiman

PULANG PISAU- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulang Pisau hingga…

Minggu, 21 Juli 2019 12:03

Kapal Bermuatan Karet dari Sampit Tenggelam, Bagaimana Nasib Awaknya..??

SAMPIT – Sebuah kapal layar motor (KLM) bermuatan karet yang berangkat…

Minggu, 21 Juli 2019 10:24

Met..Met..Ngapain Nyebur ke Sumur..?? Mau Ditolong Malah Nolak

PANGKALAN BUN – Slamet (57), membuat geger warga Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*