MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 17 Januari 2019 11:22
MANTULL...!!! Obat Tradisional Kalteng Berlabel BPOM
Bawang dayak, salah satu tumbuhan yang banyak diminati.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Kabar gembira kembali diterima masyarakat yang mengelola sumber daya alam (SDA), khususnya yang fokus pada pengelolahan obat tradisional. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mendorong industri obat tradisional di Kalteng agar memiliki label BPOM.

Diungkapkannya, pihaknya akan menindaklanjuti hal itu dengan mengkoordinasikan dengan bidang pengawasan obat tradisional. Harapannya, dapat membantu pengembangan industri obat tradisional di Bumi Tambun Bungai. Karena diyakininya Kalteng memiliki potensi bahan obat yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Kalteng memiliki potensi. Harapannya, BPOM dapat membantu memberikan jaminan kepada masyarakat, bahwa obat tradisional ini aman dan benar-benar memiliki khasiat,” ungkapnya saat dibincangi di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (16/1).

Dengan perlakuan seperti itu, produk obat tradisional Kalteng mampu bersaing di pasaran dalam negeri. Apalagi jika samapai dapat diekspor.

Dengan mendorong industri obat tradisional, diyakininya bisa meningkatkan standar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Nantinya produk UMKM ini dapat berstandar dan mampu berdaya saing di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Upaya pemerintah pusat melalui BPOM tersebut mendapat apresiasi dari Pemprov Kalteng.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, saat ini obat tradisional di Kalteng sudah banyak dijual di beberapa tempat. Diakuinya, Kalteng yang memiliki hutan yang luas, punya potensi yang baik untuk pengembangan tanaman obat tradisional.

“Harapannya, dengan adanya dorongan dari BPOM ini, menjadi edukasi bagi pihak UMKM agar obat tradisional yang dikelola memiliki khasiat yang tepat dan sesuai standar,” ucapnya.

Pihaknya akan membantu dengan memberikan pembinaan, termasuk fasilitasnya. Dengan demikian, pada akhirnya obat tradisional ini memiliki nomor registrasi pada BPOM, dan dapat masuk ke pasaran baik di dalam maupun luar Kalteng.

“Jika sudah memiliki nomor registrasi, tentu dapat masuk ke peredaran jalur formal dan akan lebih terkenal lagi. Apalagi jika sudah memiliki label BPOM. Keamanan dan khasiatnya bisa dipercaya konsumen,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kalteng Pos di Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, berjejer pedagang menjual beberapa obat tradisional. Di antaranya bawang dayak, sarang semut, obat 41 macam, dan produk-produk lainnya.

Untuk meningkatkan keamanan pengawasan makanan dan obat, maka untuk Kalteng akan dibuka kantor BPOM berlokasi di Kota Pangkalan Bun. Dikatakan Lukito, dipilihnya Pangkalan Bun sebagai lokasi kantor, karena memiliki pelabuhan laut yang menjadi salah satu akses penyaluran barang masuk ke wilayah Kalteng.

“Kami telah melakukan seleksi. Pangkalan Bun memiliki potensi risiko penyebaran makanan dan obat, karena memiliki pelabuhan. Untuk mencegah hal itu, perlu ada kantor BPOM di sana. Karena wilayah Kalteng sangat luas, maka diharapkan ke depan dapat bertambah lagi kantor BPOM,” ucapnya.

 

UTAMAKAN KANTIN SEHAT DI SEKOLAH

Pemprov Kalteng terus berupaya untuk mengawasi peredaran makanan. Salah satunya dengan melakukan penguatan dan bersinergi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Akan ada penguatan-penguatan terkait bagaimana tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan makanan dan obat-obatan yang memenuhi standar bagi kesehatan tubuh,” timpal Sekda Kalteng Fahrizal Fitri.

Pihaknya juga telah melakukan diskusi banyak hal terkait keberadaan kantin sekolah.

“Sebetulnya kalau kantin-kantin sehat, sudah banyak sekolah adiwiyata. Ini jadi salah satu titik penilaian. Bagaimana mengelola kantin sekolah yang sehat,” tutur Sekda.

Menurut Fahrizal, hal ini dapat dikolaborasikan antara sekolah adiwiyata, sekolah sehat, dan kantin sekolah sehat. Ini bisa dilombakan, sebagai upaya untuk menciptakan generasi muda yang sehat.

“Pemprov akan mendorong sekolah tertentu yang bisa dijadikan contoh jajanan yang sehat. Bagaimana pun, jajanan sekolah harus aman bagi anak,” harapnya.

Pihaknya tidak ingin anak-anak sebagai generasi penerus yang sedang menempuh pendidikan di sekolah, terkontaminasi dengan zat makanan yang tidak baik untuk kesehatan.

Dengan adanya jajanan sehat, maka diharapkan dapat menghasilkan generasi yang sehat dan kuat. Dengan demikian, dapat membangun negara yang lebih maju dan bermartabat.

Dijelaskannya juga, Kalteng termasuk kategori daerah stunting yang mencapai angka 35 persen. Ini menandakan asupan makanan bergizi yang belum memenuhi standar minimal.

“Ada beberapa daerah yang menjadi sasaran prioritas kita berkenaan dengan stunting, khususnya pemenuhan kebutuhan terhadap anak usia dini,” terang mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng tersebut.

Masalah stunting harus mulai ditangani sejak masih dalam kandungan. Mulai dari asupan gizi kepada ibu hamil dan lain-lain. Karena itu perlu kerja sama dengan BPOM, khususnya penggunaan produk industri rumah tangga yang aman bagi kesehatan ibu dan janinnya.

“Misalnya bahan makanan dan lain-lain. Hal itu akan memengaruhi terciptanya generasi yang andal dan dapat bersaing ke depannya,” tutupnya. (abw/awa/nue/ce/abe)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 April 2019 11:42

Gubernur : Siapapun yang Terpilih, Doa kan yang Terbaik

PALANGKA RAYA-Sebagai warga negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memiliki hak…

Rabu, 17 April 2019 13:30

Penggiat Lingkungan Desak Perusahaan Pemilik Tongkang Ditindak

Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan Jembatan Tumbang Samba di Kecamatan…

Selasa, 16 April 2019 10:28

BRAKKKK...!! Tongkang Hantam Jembatan Belum Jadi, Begini Kondisinya

KASONGAN–Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima…

Selasa, 16 April 2019 10:25

Motor Tabrakan Dahsyat, Satu Tewas

PALANGKA RAYA- Adu kuat dua kuda besi di Jalan Tingang…

Selasa, 16 April 2019 10:23

NGERI..!! Pakai Tombak dan Parang, Mertua dan Temannya Bunuh Menantu

AKSI kejahatan yang mengakibatkan nyawa melayang tak terhindarkan. Di Sepang,…

Selasa, 16 April 2019 10:21

BUAT CALEG, INGAT YA..!! Suara Banyak, Belum Tentu Terpilih, Begini Hitung-Hitungannya....

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 akan memasuki babak akhir. Besok, 17…

Senin, 15 April 2019 11:19

Bahan Melimpah, Harga Rotan Murah

PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI…

Minggu, 14 April 2019 13:41

3 Bulan Pascaoperasi, Apa Kabar Terbaru Wanita Tergemuk di Kalteng Itu..??

Pihak RSUD dr Doris Sylvanus kembali menimbang berat badan Titi…

Minggu, 14 April 2019 13:39

Pedagang Ngeluh Harga Bawang Mahal, Ini Kata Mendag

PALANGKA RAYA - Para pedagang keluhkan naiknya harga bawang kepada Menteri…

Minggu, 14 April 2019 13:35

MANTAP..!! Anak Perbatasan Resmi Jadi Prajurit TNI

PALANGKA RAYA - Salah satu bukti dari realisasi  kebijakan TNI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*