MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Kamis, 10 Januari 2019 10:23
Ambulans Tak Sanggup, Titin Dievakuasi Pakai Pikap
Titi Wati

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Meskipun masih tahap awal penanganan terhadap Titi Wati, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya sudah memperkirakan keberhasilan atas penanganan obesitas perempuan yang akrab disapa Titin tersebut. Berat badan pengidap obesitas ini diturunkan sekitar 20 kg per bulan setelah operasi.

Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Theodorus Sapta Atmadja menerangkan, penurunan berat badan tersebut karena nantinya Titin akan menjalani operasi bariatrik atau pengecilan ukuran lambung. Sehingga membatasi porsi makan yang masuk dan terserap ke dalam tubuh.

Untuk bisa dilakukan operasi pengecilan lambung, Theo mengatakan, bukanlah persoalan mudah. Selain secara teknis yang saat ini sedang disiapkan, pasien sendiri harus diperiksa rutin.  “Penanganan terhadap pasien obesitas bukanlah hal mudah dan seperti yang dipikirkan. Tidak hanya pasien tersebut dievakuasi lalu dioperasi. Tetapi nantinya harus ada pemeriksaan urine dan darah secara rutin, USG, rontgen, spirometri, dan lain sebagainya. Setelah itu, barulah bisa dioperasi,” jelas Theo, Rabu (9/1).

Usai dilakukannya proses awal oleh tim medis RSUD dr Doris Sylvanus, kurang lebih lima hingga tujuh hari, setelah itu barulah dilaporkan kepada tim medis yang akan menangani operasi. Tim medis didatangkan dari Bali. Rencananya sehari sebelum operasi sudah berada di Palangka Raya.

 “Kemungkinan mereka akan berada di sini minimal tiga hari. Untuk perawatan selanjutnya akan menjadi tanggung jawab RSUD dr Doris Sylvanus,” jelas Theo.

Ia menambahkan, berhubung RSUD dr Doris Sylvanus belum pernah menangani kasus seperti ini, maka akan ada dua ahli digestik dari Bali bersama tim berjumlah enam orang, serta didampingi sepuluh dokter dari RSUD dr Doris Sylvanus.

Berkaitan dengan persiapan teknis untuk dilakukannya evakuasi, pihak RSUD bersama Dinas Sosial sudah melakukannya.  “Mulai dari mengukur lebar badan, persiapan evakuasi, hingga persiapan ruangan sudah kami lakukan. Untuk mobil, ambulans yang ada tidak mampu. Jadi, kemungkinan akan menggunakan pikap. Titi tidak dirawat di Unit Gawat Darurat, tetapi langsung ke Ruang Eldelweis,” tutur dr Theo.

Persoalan yang dihadapi oleh pemerintah dan pihak rumah sakit saat ini, yakni belum adanya persetujuan dari pihak keluarga, dalam hal ini kakak Titi Wati.

 “Persetujuan keluarga itu syarat mutlak menangani sebuah kasus yang terjadi pada pasien. Kalau Titi dan suami, saya kira tidak keberatan. Akan tetapi, yang masih dinanti sekarang itu kakak dari si pasien,” ujar Theo.

Terkait dengan persetujuan, Titi Wati sendiri juga membenarkan untuk operasi. Masih menunggu kedatangan dan persetujuan kakak keempatnya, yang saat ini masih dijemput dari Gunung Mas. “Ditelepon tidak bisa, karena tidak ada signal. Makanya harus ada yang menjemputnya,” ujarnya berharap.

BIAYA PENDIDIKAN ANAK TITI DITANGGUNG PEMPROV

Sementara itu, obesitas yang dialami oleh Titi Wati (56) ternyata berdampak pula pada kelanjutan pendidikan anak semata wayangnya, Herlina (19). Sejak ibunya hanya bisa tengkurap, Herlina akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah demi merawat sang ibu.

 “Saya hanya berijazah SD saja, Mas. Pernah masuk di MTS tapi hanya sampai kelas dua, karena mau rawat mama,” ujar Herlina dengan raut sedih, Rabu (9/1).

Meskipun hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD), gadis kelahiran Kereng ini mengaku masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan, meski sebatas kursus.  “Kalau untuk pendidikan sih pingin Mas. Tapi maunya kursus saja,” pintanya.

Terkait nasib yang dialami Herlina, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Slamet Winaryo mengatakan, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk memberikan bantuan bagi kelanjutan pendidikan anak penderita obesitas dimaksud.

 “Kalau sekarang anaknya ada yang berada di tingkat pendidikan dasar dan menengah, maka saya akan berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk menangani ini. Tetapi kalau sekolah menengah atas (SMA), maka pemerintah provinsi wajib untuk bertanggung jawab. Dananya akan diambil dari dana bantuan operasional sekolah (BOS),” jelas Slamet.

Untuk lebih jelas, dirinya dan tim akan mendatangi keluarga Titi Wati, untuk memastikan terkait kelanjutan pendidikan anaknya.  “Nanti mau ke sana untuk melihat dan memastikan terkait pendidikan anaknya, serta langkah selanjutnya seperti apa,” tutup kadisdik. (old/ce/abe)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:28

Kecam Peredaran Miras Oplosan

PALANGKA RAYA-Bisnis peracikan dan penjualan minuman keras ilegal dan oplosan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:25

GEGER..!! Misterius, Tiba-tiba Keluar Darah di Leher Wanita Ini

PALANGKA RAYA-Peristiwa tak terduga dialami oleh aparatur sipil negara bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:20

Perusahaan Wajib Hargai Bukti Milik Masyarakat

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri…

Jumat, 15 Maret 2019 13:48

Kejaksaan Musnahkan Barbuk Puluhan Perkara

PALANGKARAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya memusnahkan barang bukti (barbuk)…

Minggu, 10 Maret 2019 12:56

Penduduk Bertambah, Tapi Bentang Alam Sebangau Wajib Dijaga

PALANGKARAYA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendukung kegiatan perlindungan dan pelestarian…

Minggu, 10 Maret 2019 12:49

Soal Sampah, Tanggungjawab Pemda Dong..!!

PALANGKA RAYA – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka…

Minggu, 24 Februari 2019 12:23

Dua Kelompok Tawuran, Ditangkap Lalu Dijemur

 Bundaran Besar mendadak heboh dengan adanya anak Puntun dan Mendawai…

Kamis, 21 Februari 2019 09:58
Orangtua Tak Terima Anaknya Tak Lulus Tes CPNS

Kontroversi CPNS Kapuas Belum Diketahui BKN

PALANGKA RAYA-Hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten…

Kamis, 21 Februari 2019 09:56

Buruh Memilih, PBS Wajib Meliburkan atau Membuat Giliran

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berharap perusahaan besar swasta (PBS)…

Senin, 04 Februari 2019 12:05

Diperkosa Lima Pemuda, Begini Kondisi Terakhir Korban

PALANGKA RAYA-Gadis SMP yang masih duduk di bangku kelas VIII…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*