MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 08 Januari 2019 09:42
Adik dan Kakak Duel Pakai Parang, Siapa yang Mati?

Jengkel, Sering Mabuk dan Bentak Orangtua

ilustrasi

PROKAL.CO, SAMPIT-Sandi pria 26 tahun tewas dengan luka di dada, leher dan tangan akibat benda tajam jenis parang, Jumat (4/1) lalu. Ironisnya perbuatan tersebut dilakukan oleh adik bungsu korban berinisial Ju. Pemuda berusia 18 tahun itu diduga jengkel hingga gelap mata melihat tingkah laku kakak kandungnya yang pulang ke rumah sering mabuk hingga marah-marah dengan orang tuanya.

Siapa sangka adik korban yang di kenal baik tersebut adalah pelaku atas kematian kakaknya. Pelaku yang diduga emosi pun hingga nekat melayangkan parang ke tubuh bagian dada korban setelah sebelumnya sempat cek cok di rumah di Jalan Poros Wonosari, Kecamatan Tualan Hulu, Jumat (4/1) lalu.  “Tersangka kami amankan kemarin (Minggu, red),” kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Senin (7/1).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, korban yang diketahui mabuk pulang ke rumah, yang mana sepeda motor yang digunakan usai pulang jalan itu pun dirobohkan di depan rumah, ia yang tiba di rumah tersebut marah-marah dengan ibunya Berkiah sambil memukul pintu dapur rumah, hingga mencari adiknya. Namun saat itu masih di belakang rumah dekat sumur.

Namun pria tersebut mendatangi Thamrin, dia yang saat itu sedang menebas rumput di samping rumah hingga terjadi cek cok adu mulut antara mereka. Hingga pria yang diketahui tempramental tersebut mencoba untuk merebut parang yang digunakan oleh ayahnya saat membersihkan halaman rumah.

Tetapi upaya tersebut gagal hingga Sandi, anak ke empat dari enam bersaudara tersebut mencoba masuk rumah lewat pintu depan untuk mengambil parang yang ada di dalam rumah.

Adiknya yang tinggal di Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya tersebut, lebih dulu masuk rumah dan mengambil parang yang hendak diambil oleh kakak.   “Akhirnya terjadi duel di halaman rumah,”ujarnya.

Pelaku yang gelap mata tersebut diduga kesal dan menahan marah hingga melayangkan benda tajam jenis parang tersebut hingga mengenai pada dada sebelah kanan korban yang mengalami luka cukup dalam, hingga tidak hanya satu kali maupun pada bagian leher korban.

 “Saat itu korban menantang tersangka dan berkata ayo bacok saja saya, sehingga terjadilah pembacokan kepada korban yang mengakibatkan meninggal dunia di depan rumahnya,” kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel di Polres Kotim, Senin (7/1). Kasus tersebut awalnya dikira bunuh diri. Namun anggota Polsek Parenggean bersama anggota Resmob Polres Kotim dipimpin oleh Kapolsek Parenggean AKP Donny Bayuanggoro mendatangi lokasi.

Luka yang cukup besar pada tubuh korban membuat mereka curiga hingga melakukan penyelidikan tambahan terhadap kematian korban yang memiliki tato di dada tersebut meninggal tidak wajar.

 “Tersangka ini merupakan adik dari korban, saat awalnya data di lapangan bahwa ada laporan bunuh diri dengan cara  melukai dirinya sendiri menggunakan parang, seelah dilakukan penyidikan tambahan akhirnya ketahui  bahwa kasus ini merupakan kasus pembunuhan,” ujarnya.

 Selain itu Dokter Forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Rika Brilianti Zaluchu menjelaskan, hasil pemeriksaan autopsi yang telah dilakukan pada jenazah korban, yaitu ditemukan empa luka pada tubuh pria tersebut. Ada empat mata luka, yang mana ada satu buah luka tangkisan pada pergelangan tangan sebalah kanan, luka yang cukup besar di dada sebalah kanan yaitu sepanjang kurang lebih 29 cm dari kulit menempus sampai ke organ paru-paru  sebalah kanan. Selain itu luka pada leher itu kurang lebih sekitar 19 cm yang merobek mulai dari kulit pembuluh darah sampai ke jaringan otak di bawahanya termasuk tulang leher korban juga kena.

 “Di atas dari luka yang ada pada leher ada luka kedua yaitu luka robek sekitar 6 cm tapi tidak terlalu dalam yang dalam itu pada luka ketiga, yang paling fatal itu luka di leher karena sampai merobek ke pembuluh darah utama di leher depan samping sampai ke belakang,” ucap Rika saat menyampaikan hasil autopsi di hadapan awak media di Mapolres Kotim. (ais/ram)

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 09:57

Sejak Januari, Sudah 16 Kali Kasus Ular Masuk Rumah

PALANGKA RAYA– Dalam beberapa hari terakhir banyak informasi aduan warga…

Kamis, 20 Juni 2019 09:55

Sadis, Begini Cara Fadli Mengeksekusi Bosnya Sendiri

MUARA TEWEH - Kasus pembunuhan tahun 2016 yang dilakukan oleh seorang…

Kamis, 20 Juni 2019 09:52

Lima Kabupaten Zona Merah Stunting, Dua Kabupaten Jadi Perhatian Utama

PALANGKA RAYA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng merilis bahwa bahwa lima…

Rabu, 19 Juni 2019 13:01

Sering Nonton Bokep, Bini Tidur, Anak Tiri yang Digenjot

PERBUATAN keji seorang ayah tiri berusia 31 di salah satu…

Rabu, 19 Juni 2019 12:58

Bupati Sering Terima Laporan ASN Malas Ngantor

BUNTOK–Kedisiplinan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Barsel terus menjadi sorotan, terutama…

Rabu, 19 Juni 2019 12:56
Keracunan Usai Makan Nasi Kotak di Pemberkatan Nikah

Tak Ada Tambahan, Ini Jumlah Korban Keracunan Jamaat Gereja

MUARA TEWEH-Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar melalui Kapolsek…

Rabu, 19 Juni 2019 12:53

Dikirim Via Paket, 1 Kg Ganja Berhasil Diamankan

PALANGKA RAYA – Anggota Ditresnarkoba Polda Kalteng menyita satu kilogram ganja…

Rabu, 19 Juni 2019 12:51

BEJAT..!! 5 Pria Memperkosa Gadis, Direkam Pakai Ponsel

SAMPIT – Kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan 5 pria terhadap…

Minggu, 16 Juni 2019 14:25

Arus Balik Padati Pelabuhan Bahaur

PULANG PISAU–Arus balik melalui Pelabuhan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (15/6),…

Minggu, 16 Juni 2019 14:18

BIKIN DEG-DEGAN, Gubernur Isyaratkan Rombak Kabinetnya

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran isyaratkan dalam waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*