MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 08 Januari 2019 09:39
Sumbangan Nihil di Parpol Dipertanyakan

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Nihilnya dana sumbangan untuk kampanye tujuh partai politik (parpol) di Kalteng, menjadi tanda tanya bagi publik. Pasalnya, bukan hanya partai yang baru mengikuti pemilu seperti Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saja, partai yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan nasional hingga Kalteng seperti Partai Gerindra, Partai Demokrat, PPP, PBB dan PKPI, juga tercatat tanpa ada dana sumbangan alias nihil.

Itu tercatat dari Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang diterima KPU Kalteng. Praktisi sekaligus pengamat politik yang mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) Jhon Retei Alfri Sandi mengatakan, tidak mungkin parpol melakukan kegiatan terkait pemilu tanpa ada anggaran pun tidak mendapat sumbangan.

 “Terkait partai yang tidak mendapat sumbangan itu perlu dipertanyakan. Mungkin saja manajemen dalam parpol itu sendiri tidak sehat,” ungkapnya saat dibincangi, Senin (7/1).

Dijelaskannya, penyumbang parpol adalah mereka yang memiliki hubungan baik secara hierarki partai maupun emosional. Untuk itu, kata dia, penyumbang partai biasanya memiliki sistem hubungan yang terbangun selama ini. “Bukan berarti penyumbang partai ini ialah masyarakat berbondong-bondong memberikan sumbangan,”ucap Wakil Dekan FISIP UPR ini kepada Kalteng Pos.

Dikatakannya, sumbangan pihak ketiga adalah mereka yang memiliki simpati pada partai atau sebagai penyalur kepentingan. Sumbangan pun, kata dia, tidak hanya dalam bentuk rupiah tapi bisa saja dengan barang.

 “Sumbangan bisa lahir dari kader atau simpatisan yang memiliki hubungan secara khusus,” tegasnya. Menurutnya, nihilnya sumbangan parpol tidak ada hubungannya dengan masyarakat. Karena yang perlu diperbaiki adalah sistem manajemen atau pencatatan auditnya. Misal, sumbangan yang tidak dalam bentuk uang bisa disetarakan dengan rupiah.

 “Bisa saja sumbangan barang yang dinominalkan, maka ini sudah masuk dalam sumbangan,”singkatnya. 

Ditambahkannya, mengingat saat ini sudah mulai kampanye dan parpol masih tidak mendapatkan sumbangan. Kecuali parpol memiliki perspektif bahwa sumbangan dari kader bukan dinilai sebagai sumbangan tetapi menjadi suatu kewajiban setiap kader.

 “Padahal jika berbicara dana kampanye maka sumbangan dari para kader juga harus tercatat di samping sumbangan lain yang tidak mengikat,”imbuhnya. Sementara itu, Komisioner KPU Kalteng Sapta Tjita menyatakan, dana kampanye auditnya adalah masalah kepatuhan. Menurut dia, soal ada laporan atau tidak maupun nihil, silakan masyarakat yang menilai. “Tugas kami hanya menerangkan saja,” ungkapnya, kemarin (7/1).

Di sisi lain, Sekretaris DPD Gerindra Kalteng Anggoro D Purnomo mengatakan, memang tidak ada sumbangan baik internal maupun eksternal. Lantaran, masing-masing caleg memfasilitasi diri mereka sendiri.

 “Sumbangan dalam bentuk rupiah, kami tidak menerima. Tetapi fasilitas caleg ditanggung pribadi dan ada pula sumbangan dari kader untuk banner pilpres dan ini sudah masuk dalam sumbangan,” ucapnya, kemarin.

Menurutnya, sumbangan yang dimaksud tidak hanya berupa uang saja, karena bagi pihak yang memfasilitasi sendiri terhadap pencalonannya, maka ini sudah termasuk sumbangan. Mungkin saja, untuk laporan penerimaan sumbangan saat ini masih beluma ada.

 “Mungkin laporan berikutnya nanti sudah ada, dan ini akan diaudit,”pungkasnya. Sementara, Sekretaris DPD Demokrat Kalteng Junaidi mengungkapkan, pihaknya tidak ada menerima sumbangan dari pihak manapun, sehingga tidak ada yang dapat dilaporkan kepada KPU.

 “Hal itu dikarenakan kami belum mendapatkan arahan dari Ketua DPD Demokrat Kalteng H Nadalsyah. Apakah boleh menerima bantuan atau tidak,” katanya kepada Kalteng Pos via telepon, Senin (7/1).

Namun demikian, berdasarkan arahan teranyar, pihaknya baru akan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) DPC se-Kalteng pada 9 Desember 2019. Sehingga, pada saat itu akan diputuskan, apakah bersedia menerima bantuan dari pihak ketiga atau tidak.

 “Kalau keputusan partai boleh menerima bantuan sumbangan dengan tidak mengikat, maka hal itu yang akan dilaporkan untuk laporan selanjutnya,” tegasnya.

Sementara, untuk caleg masing-masing, pengeluaran juga dilaporkan sendiri oleh masing-masing partai walaupun dikoordinir oleh DPD Kalteng. Berdasarkan data yang disampaikan pada KPU, pada tanggal 2 Januari telah menyerahkan laporan dana masuk, dana keluar untuk masing-masing caleg.

 “Kami melihat ada pengeluaran dan ada juga yang tidak ada pengeluaran sama sekali. Artinya tidak bisa kita paksakan kepada mereka ada pengeluaran, karena memang tidak ada. Kita hanya menyampaikan dan melaporkan apa adanya,”tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD PBB Kalteng Saad Arpani mengatakan, partainya tidak akan terpengaruh walaupun tidak ada sumbangan dari pihak ketiga. Kata dia, kampanye akan tetap berjalan dengan menggunakan dana internal partai.

"Kampanye tetap jalan. Kami kan punya dana internal partai, setiap calon legislatif juga punya keuangan pribadi. Kami tetap optimistis bisa memenangkan kontestasi ini," ungkap Saad Arpani, kemarin.

Dikatakannya, PBB sangat berhati-hati dalam hal penerimaan sumbangan pihak ketiga. Pihaknya mau menerima sumbangan jika memang dalam perjanjiannya, sumbangan tersebut murni tanpa adanya kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Ini juga merupakan intruksi dari ketua DPP untuk berhati-hati dalam menerima dana sumbangan kampanye. Aturan ini berlaku juga untuk para calon legislatif baik di tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi maupun RI," pungkas dia. (abw/nue/awa/ami/ram)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 09:55

Sadis, Begini Cara Fadli Mengeksekusi Bosnya Sendiri

MUARA TEWEH - Kasus pembunuhan tahun 2016 yang dilakukan oleh seorang…

Kamis, 20 Juni 2019 09:52

Lima Kabupaten Zona Merah Stunting, Dua Kabupaten Jadi Perhatian Utama

PALANGKA RAYA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng merilis bahwa bahwa lima…

Rabu, 19 Juni 2019 13:01

Sering Nonton Bokep, Bini Tidur, Anak Tiri yang Digenjot

PERBUATAN keji seorang ayah tiri berusia 31 di salah satu…

Rabu, 19 Juni 2019 12:58

Bupati Sering Terima Laporan ASN Malas Ngantor

BUNTOK–Kedisiplinan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Barsel terus menjadi sorotan, terutama…

Rabu, 19 Juni 2019 12:56
Keracunan Usai Makan Nasi Kotak di Pemberkatan Nikah

Tak Ada Tambahan, Ini Jumlah Korban Keracunan Jamaat Gereja

MUARA TEWEH-Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar melalui Kapolsek…

Rabu, 19 Juni 2019 12:53

Dikirim Via Paket, 1 Kg Ganja Berhasil Diamankan

PALANGKA RAYA – Anggota Ditresnarkoba Polda Kalteng menyita satu kilogram ganja…

Rabu, 19 Juni 2019 12:51

BEJAT..!! 5 Pria Memperkosa Gadis, Direkam Pakai Ponsel

SAMPIT – Kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan 5 pria terhadap…

Minggu, 16 Juni 2019 14:25

Arus Balik Padati Pelabuhan Bahaur

PULANG PISAU–Arus balik melalui Pelabuhan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (15/6),…

Minggu, 16 Juni 2019 14:18

BIKIN DEG-DEGAN, Gubernur Isyaratkan Rombak Kabinetnya

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran isyaratkan dalam waktu…

Minggu, 16 Juni 2019 14:08

Tak Transparan, Pengumuman PPDB Bikin Orangtua Kecewa

PALANGKA RAYA-Berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*