MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 08 Januari 2019 09:12
Hilangnya Kapal Pengangkut CPO
Sudah 12 Hari Kapal Itu Tak Ada Kabar
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMPIT-Sudah 12 hari Kapal MT. Namse Bangdzhod hilang kontak. Harusnya kapal yang membawa muatan sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok awal Januari. Hingga kemarin (7/1) Direktorat Perhubungan Laut dibantu pasukan gabungan mencari keberadaan kapal tersebut.

Sehari pasca keberangkatannya dari Sampit, Rabu (27/1), kapal tersebut dikabarkan hilang kontak. Ada satu nahkoda dan 11 anak buah kapal (ABK) yang mengawaki kapal tersebut. Posisi terakhir terecord di perairan ujung Karawang arah Tanjung Priok dari Sampit.

Kapal Namse Bangdzod diketahui milik PT United Shipping Indonesia dinyatakan lost contact tersebut mendapat informasi dari agen kapal yaitu PT Surabaya Shipping Lines, bahwa kapal yang dinakhodai oleh M Asdar Wijaya bersama 11 ABK tersebut tidak kunjung tiba dari keberangkatan sebelumnya.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Thomas Chandra, melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP), Baslan Damang, terhadap kapal tersebut masih belum ada informasi terbaru yang dia terima, untuk itu Direktoran Jenderal Perhubungan Laut, melalui Direktorat KPLP, Badan Sar Nasional (Basarnas) dan KSOP Sampit juga berupaya untuk melakukan pencarian dan tetap monitor terhadap keberadaan kapal tersebut.

“Untuk informasi kami mengetahui kapal hilang komunikasi resminya pada Jumat (4/1) setelah ada pemberitahuan dari perusahaan pelayaran, kalau kondisi di laut Jawa cukup aman dan ketinggian ombak diperkirakan 1,25 sampai 2, 50 meter,” ujar Baslan saat di temui di ruang kerjanya, Senin (7/1).

Terpisah sementara itu keluarga Nakhoda kapal juga saat ini masih belum mengetahui kabar dari keluar mereka yang ada pada kapal tersebut, Mabrur adik ipar dari M Asdar Wijaya, nakhoda kapal menceritakan bahwa terakhir suami dari kakaknya tersebut hanya sempat memberi kabar saat hendak berangkat berlayar pada 27 Desember 2018 lalu.

“Belum ada kabar sama sekali, kalau dapat kabar itu hanya waktu hendak berangkat (berlayar, red) itu saja dari nakhoda (M Asdar Wijaya, red) itu dia nelpon istrinya, kami mengetahui kerena secara normal dua atau tiga hari perjalanan biasi nyampai Jakarta, kalau misalnya lebih dari itu ya bertanya-tanya,” ucap Mabrur yang berada di Marauke adik dari istrinya Nakhoda saat dibincangi per telepon, Senin (7/1).

Lanjutnya yang dia ketahui bahwa nomor telepon kakak iparnya tersebut sudah tidak aktif setelah keberangkatan tersebut, sementara istri nakoda tersebut saat ini berada di Jakarta.

“Nomornya udah enggak aktif dari tanggal 27 dari keberangkatannya, istrinya sekarang ada di Jakarta posisinya, enggak ada memang cuman terakhir kontak (berkomunikasi,red) itu waktu sebelum berangkat itu aja kontak terakhir,” bebernya. (ais/ram)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*