MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 01 Januari 2019 10:08
Bini Keasyikan Main Handphone, Suami Emosi, Cekik Bini Sampai Koit
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMPIT-Diduga emosi melihat istrinya masih memainkan handphone (hp) di tengah malam, ditambah istri tak ingin disentuh, Said Johar (55) tak kuasa membendung amarahnya. Istrinya, Kartika Seriani (48), yang sudah bersamanya sejak 2004 silam, yang mengajukan gugat cerai kepadanya, tewas ditangannya sendiri.

Informasi yang dihimpun Kalteng Post, peristiwa nahas itu terjadi Minggu (31/12) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, Kartika Seriani dan Said Johar berada di kediaman mereka. Rumah beton itu menjadi saksi bisu, berakhirnya nyawa Kartika Seriani di tangan suaminya sendiri. Kejadian itu diduga dipicu emosi. Lantaran, informasi yang diterima, dini hari itu, pelaku melihat korban masih memainkan telepon selulernya. Hingga larut pun pelaku kembali mengecek ke kamar dan bermaksud untuk tidur di samping korban. Namun, saat ingin disentuh, korban menangkis.

Setelah itu, pelaku pun kembali menyentuh istrinya. Namun, jari tengah tangan sebelah kanan pelaku digigit oleh korban. Merasa demikian, diduga pelaku emosi hingga menaiki tubuh korban dan mencekik leher istrinya yang berprofesi sebagai guru di SMPN 9 Sampit tersebut.

Usai mengetahui sang istri tidak bernapas, pelaku pun sempat mengangkat korban ke atas kasur hingga meninggalkannya. Pelaku kemudian pergi mendatangi keluarganya di Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau. Setelah tiba, ia pun menceritakan kepada keponakannya bahwa dia telah mencekik istrinya hingga tewas. Diduga karena ingat kesalahannya, ia pun meminta keponakannya untuk mengantarkannya menyerahkan diri ke kantor polisi.

Di rumah beton nomor 60 Jalan Walter Conrad, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang itu, mereka tinggal bersama anak bungsu yang duduk di bangku SMP. Sebelumnya, bahtera rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) dirundung masalah. Sebulan terakhir, sang istri mengajukan gugatan cerai.

"Kami mendapat kabar ditelepon oleh anaknya. Katanya, mamah meninggal. Saya tanya, kenapa? Dia jawab, dibunuh oleh bapak. Lalu kami ke sini,” ucap Haidi Nur, suami dari Anida S Nelwan adik kandung korban, saat dibincangi di rumah duka, Senin (31/12).

Menurut Haidi, pelaku memang tidak bekerja dan pasutri ini mau bercerai. “Dia (korban, red) mau mengajukan gugatan cerai," tambahnya.

Bahkah rencananya, Selasa 1 Januari 2019, korban akan melaksakan akikah cucu yang ketiga. Bahan-bahan masakan, dan undangan pun sudah disebarkan. Pihak keluarga tidak mengira Kartika akan tewas ditangan suaminya sendiri.

"Mereka sudah menikah dari tahun 2004. Kalau masalah ini, memang sudah lama mengajukan gugatan cerai sebulan yang lalu. Ayah kandung saya sudah meninggal," ucap Reski Yuliani anak kandung korban saat dibincangi di halaman Kamar Jenazah RSUD dr Murjani Sampit, Senin (31/12).

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Baamang AKP Agoes Trigonggo mengatakan pihaknya mendapat laporan hingga menjemput pelaku yang telah menyerahkan diri di Polsek KPM. Pihaknya juga telah mendatangi rumah korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengavakuasi korban dan melakukan visum di RSUD dr Murjani Sampit.

“Pelaku sudah kami jemput dan diamankan,” kata Kapolsek Baamang AKP Agoes Trigonggo saat di konfirmasi di Polres Kotim.

Korban sudah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Diduga, motif pembunuhan ini lantaran istri mengajukan gugatan cerai dan pelaku tidak ingin bercerai atau masih ingin bersama. (ais/ami)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*