MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 27 Desember 2018 13:24
720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

Perkara Cerai Didominasi Faktor Ekonomi dan Perselingkuhan

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selama tahun 2018 cenderung turun. Namun perkara cerai di kabupaten yang berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini tergolong masih cukup besar. Yakni 785 perkara selama tahun 2018.

Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Bun mencatat sepanjang tahun 2018, pihaknya membukukan ada 985 perkara yang masuk, 785 diantaranya adalah perkara perceraian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 720 perkara dikabulkan gugatan perceraiannya. Artinya, ada 270 orang janda baru di Kobar dalam kurun waktu 2018.

Dari jumlah total perkara 975 yang masuk tahun ini masih ada perkara lain yang saat ini masih ditangani (berproses). Perkara tersebut diantaranya adalah 11 perkara kebendaan seperti perkara waris dan harta bersama serta 190 perkara permohonan. Diantaranya permohonan istbat nikah, permohonan penetapan ahli waris dan permohonan perbaikan identitas.

Jumlah tersebut diketahui terjadi sepanjang Januari hingga Desember 2018. Berdasarkan data tersebut, setiap bulan PA Pangkalan Bun membukukan rata-rata terdapat 60 orang yang berstatus janda dan duda di Kobar.

Humas Pengadilan Agama Pangkalan Bun Ahmad Zuhri menjelaskan, jumlah tersebut mengalami sedikit penurunan bila dibandingkan tahun 2017. Karena tahun sebelumnya, jumlah perkara yang masuk mencapai 1.000.

“Berdasarkan data tahun 2017 lalu, terdapat 1.000 perkara yang kami tangani. Ada 824 diantaranya adalah perkara perceraian. Tahun ini ada penurunan jumlah perkara yang masuk,” kata Ahmad Zuhri, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (26/12).

Zuhri menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan angka perceraian di Kobar cukup tinggi. Diantaranya lantaran hubungan suami istri yang sudah tidak memiliki kecocokan dalam mengarungi bahtera rumah tangga, faktor ekonomi, serta adanya kehadiran pihak ketiga.

“Berdasarkan hasil rekapitulasi perkara perceraian yang ditangani terdapat tiga faktor yang dianggap menjadi penyebab tingginya angka perceraian. Namun aktor pertama adalah karena masalah ekonomi, kedua disebabkan adanya orang ketiga dalam pernikahan atau faktor perselingkuhan. Sedangkan faktor ketiga adalah kurang baiknya komunikasi antara pasangan suami istri sehingga menyebabkan keretakan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Meski demikian, Zuhri manambahkan, dalam perkara perceraian yang ditangani, masih ada pasangan suami istri yang rujuk kembali, meskipun jumlahnya minim. Seperti perkara perceraian yang berhasil dimediasi atau perkaranya dicabut ada 52. (lan/ens)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 09:53

Setelah 3 Tahun, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Bos PT Trisakti

MUARA TEWEH – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Barito Utara (Batara)…

Rabu, 19 Juni 2019 12:49

DERITA GANDA..!! Sedang Berduka, Rumah Terbakar

PANGKALAN BUN - Warga Jalan Berunai, RT 6, Kelurahan Baru,…

Rabu, 19 Juni 2019 12:47

PT LAK Dinilai Tak Kooperatif

KUALA KAPUAS-Pengupahan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) di Kabupaten Kapuas…

Minggu, 16 Juni 2019 14:24

Polisi Kesulitan Melacak Pembuang Bayi

PURUK CAHU-Kasus pembuangan bayi di semak belukar masih dilakukan penyelidikan…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:33

Cantik-Cantik Edarkan Sabu, Tiga Perempuan Ini Ditangkap

KUALA KAPUAS - Dalam sehari jajaran Satnarkoba Polres Kapuas berhasil…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:23

Penyegelan Sekolah Ganggu Proses Belajar

KUALA KAPUAS-Penyegelan terhadap SDN 1 Bulau Ngundang, rumah guru, dan…

Minggu, 09 Juni 2019 14:06

Gara-Gara Ini, Pasien dan Pengunjung Rumah Sakit Tidak Nyaman

SAMPIT-Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani…

Rabu, 05 Juni 2019 00:55

ALHAMDULILLAH..!! Ratusan Napi Terima Remisi

MUARA TEWEH- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Teweh Kabupaten Batara, mengusulkan…

Rabu, 05 Juni 2019 00:47

YAELA..!! Mau Mudik Ngga Ada Duit, Minta Bantuan Pak Polisi

MESKIPUN tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para pemudik dalam…

Selasa, 04 Juni 2019 14:08
Sanksi Tegas Menanti ASN

10 Juni Wajib Masuk Kerja

KATINGAN-Bupati Katingan Sakariyas SE menegaskan, agar aparatur sipil negara (ASN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*