MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 27 Desember 2018 13:24
720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

Perkara Cerai Didominasi Faktor Ekonomi dan Perselingkuhan

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selama tahun 2018 cenderung turun. Namun perkara cerai di kabupaten yang berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini tergolong masih cukup besar. Yakni 785 perkara selama tahun 2018.

Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Bun mencatat sepanjang tahun 2018, pihaknya membukukan ada 985 perkara yang masuk, 785 diantaranya adalah perkara perceraian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 720 perkara dikabulkan gugatan perceraiannya. Artinya, ada 270 orang janda baru di Kobar dalam kurun waktu 2018.

Dari jumlah total perkara 975 yang masuk tahun ini masih ada perkara lain yang saat ini masih ditangani (berproses). Perkara tersebut diantaranya adalah 11 perkara kebendaan seperti perkara waris dan harta bersama serta 190 perkara permohonan. Diantaranya permohonan istbat nikah, permohonan penetapan ahli waris dan permohonan perbaikan identitas.

Jumlah tersebut diketahui terjadi sepanjang Januari hingga Desember 2018. Berdasarkan data tersebut, setiap bulan PA Pangkalan Bun membukukan rata-rata terdapat 60 orang yang berstatus janda dan duda di Kobar.

Humas Pengadilan Agama Pangkalan Bun Ahmad Zuhri menjelaskan, jumlah tersebut mengalami sedikit penurunan bila dibandingkan tahun 2017. Karena tahun sebelumnya, jumlah perkara yang masuk mencapai 1.000.

“Berdasarkan data tahun 2017 lalu, terdapat 1.000 perkara yang kami tangani. Ada 824 diantaranya adalah perkara perceraian. Tahun ini ada penurunan jumlah perkara yang masuk,” kata Ahmad Zuhri, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (26/12).

Zuhri menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan angka perceraian di Kobar cukup tinggi. Diantaranya lantaran hubungan suami istri yang sudah tidak memiliki kecocokan dalam mengarungi bahtera rumah tangga, faktor ekonomi, serta adanya kehadiran pihak ketiga.

“Berdasarkan hasil rekapitulasi perkara perceraian yang ditangani terdapat tiga faktor yang dianggap menjadi penyebab tingginya angka perceraian. Namun aktor pertama adalah karena masalah ekonomi, kedua disebabkan adanya orang ketiga dalam pernikahan atau faktor perselingkuhan. Sedangkan faktor ketiga adalah kurang baiknya komunikasi antara pasangan suami istri sehingga menyebabkan keretakan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Meski demikian, Zuhri manambahkan, dalam perkara perceraian yang ditangani, masih ada pasangan suami istri yang rujuk kembali, meskipun jumlahnya minim. Seperti perkara perceraian yang berhasil dimediasi atau perkaranya dicabut ada 52. (lan/ens)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 Januari 2019 10:36

Duel Berdarah Buruh Sawit, Satu Luka Parah, Satu Masuk Penjara

PANGKALAN BUN – Duel berdarah buruh kelapa sawit terjadi antara…

Rabu, 02 Januari 2019 10:21

Tug Boat Tenggelam, Diduga Diterjang Gelombang Laut

SAMPIT – Cuaca yang kurang bersahabat di laut, sekitar perairan…

Kamis, 27 Desember 2018 13:24

720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…

Jumat, 14 Desember 2018 13:59
Mengengok Aktivitas Basarnas Sampit Menjelang Natal dan Tahun Baru

Tingkatkan Pengawasan dengan Patroli Rutin

Selain melaksanakan tugas maupun penyelamatan terhadap peristiwa atau musibah yang…

Jumat, 14 Desember 2018 13:57

HEBAT NICH ! Pengemis Nginap di Hotel

PANGKALAN BUN-Pengemis dari luar daerah kembali masuk Pangkalan Bun. Di…

Selasa, 11 Desember 2018 13:13
Cara Kapolsek Parenggean Jaga Kondusifitas Jelang Natal dan Tahun Baru

Dorong Warga Tingkatkan Siskamling

Menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kondusif menjadi hal paling…

Selasa, 11 Desember 2018 13:04

Aruta Dikepung Banjir

PANGKALAN BUN–Banjir sedang melanda beberapa desa di Kecamatan Arut Utara…

Senin, 10 Desember 2018 11:35

Parenggean, Sasaran Satgas Saber Pungli

SAMPIT-Guna pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli), satgas saber pungli…

Senin, 10 Desember 2018 11:18

Isi Buku Mutasi, Selalu Melaporkan Situasi Setiap Hari

TAMIANG LAYANG-Kabagops Polres Bartim AKP Asdini Pratam Putra SIK pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*