MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Rabu, 19 Desember 2018 13:11
Orangutan Albino Dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Enam Bulan, Kika dan Alba Dipasang Chip

Alba

PROKAL.CO, Alba, nama orangutan albino ini menarik perhatian. Setelah diselematkan BKSDA Kalteng dan BOS Nyaru Menteng 29 April 2017, mengalami banyak perubahan. Orangutan berusia 6 tahun itupun kini kembali ke habitatnya, yaitu hutan.

Alba, dari bahasa Latin yang berarti putih. Ketika ditemukan warga di Desa Tanggirang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Alba berusia sekitar 5 tahun. Berat badannya cuma 8,3 kilogram. Mengalami gangguan pengelihatan. Beberapa hari pertama di karantina, Alba hanya mau makan tebu.

Berkat perawatan intensif dari tim medis, hewan bernama latin Pongo Pygmaeus Wurmbii berjenis kelamin betina itu sudah banyak mengkonsumsi lebih banyak variasi makanan. Seperti buah-buahan dan susu. Kondisinya berangsur membaik dan beratnya bertambah. Kondisi fisik meningkat signifikan.

Setelah dikarantina, Alba ditempatkan di Kompleks Sosialisasi 7 bersama tiga orangutan betina lainnya, Kika, Radmala, dan Unyu. Alba bergaul baik dengan Kika dan mereka bersahabat. Alba juga tidak menyukai kehadiran manusia dan memanjat dinding kompleks untuk menghindari kontak atau interaksi.

Meski warna rambutnya berbeda dari orangutan lain, hal ini tidak mencegah Alba bersosialisasi baik dengan orangutan lain.  Ia sangat lincah dan cukup mampu membela diri saat diperlukan. Pertanda bagus untuk hidup di alam liar.  “Kurang lebih 18 bulan dikarantina, beratnya kini sudah 27,9 kilogram,”kata CEO Yayasan BOS 

Jamartin Sihite kepada awak media, kemarin (18/12).

Alba pun dilepasliarkan. Bersama temannya di Kompleks Sosialisasi 7, Kika. Kika berusia 7 tahun. Berat badan 22,6 kilogram. Disita dari seorang warga yang memeliharanya di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Februari 2017. Mereka berdua siap menjelajahi rimba Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

Keputusan mengembalikan Alba, satu-satunya orangutan albino yang pernah tercatat, ke alam liar telah dikaji dengan baik. Tidak ada kekhawatiran ketika di dalam rimba dikucilkan oleh orangutan lain. Pasalnya, selama ini, bisa bersosialisasi dengan orangutan lainnya yang berbeda warna.

“Sampai sejauh ini Alba masih diterima. Tidak ada penolakan. Jadi semoga saja saat berada di habitatnya nanti dia diterima dalam spesiesnya dan dapat hidup dengan sehat,”harapnya.

Ia mengatakan hutan menjadi pelepas liaran Alba, semua sudah diperhitungan. Dari kerapatan hutan tersebut sampai keamannya di sana.

“Kami terus lakukan pemantauan, baik dari makan hingga bangun tidurnya dan berbaurnya Alba. Bahkan, kami pasang chip (penanda) selama enam bulan, untuk memantau,”ungkapnya seraya menyebut di TNBBBR ada 112 orangutan.

Perjalanan ke TNBBBR sendiri memakan waktu 16 jam perjalanan darat dan sungai. Tim dari yayasan BOS Nyaru Menteng membawa tim medis dan  turut serta artis/model Devina yang sudah keenam kalinya mengikuti pelepasliaran orangutan di Kalteng.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem diwakili oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Indra Exploitasia juga hadir dalam pelepasan. Perempuan berkacamata ini menyatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan populasi satwa di habitat alam.

Pengembalian tersebut sesuai ketentuan, jenis satwa yang dapat dilepaskan kembali ke habitatnya. Dengan syarat, satwa yang dilepaskan secara fisik sehat, memiliki keragaman genetik tinggi dan habitat pelepasan merupakan bagian dari sebaran asli jenis yang dilepaskan. TNBBBR telah dikaji dan merupakan bagian dari sebaran Orangutan ini. ”Untuk hutan yang dihuni oleh Alba sudah kami kaji sebelumnya, dari tingkat pancaran sinar mataharinya. Karena, orangutan yang albino sangat rentan terkena sinar matahari,”bebernya.

Keberanian pemerintah dalam melapasliarkan orangutan Albino tidak lain adalah lulusnya Orangutan tersebut dalam syarat-syarat yang telah ditentukan dan hutan yang menjadi habitatnya sudah dikaji dengan baik.

”Jadi Alba tidak perlu berlama-lama lagi di tempat rehabilitasi, karena dia sudah menunjukan sikap liarnya. Makanya kami berani melepaskannya kehabitat aslinya tentu dengan pengawasan,”terangnya.

Kepala Balai TNBBBR Heru Raharjo menyatakan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan bersama dengan yayasan BOS, mengidentifikasi tujuh zona potensial untuk reintroduksi orangutan di TNBBBR yang tersebar dari arah barat ke arah rimur.

Dua di antara tujuh zona potensial terletak di daerah Sungai Bemban dan Sungai Mahalat, mempunyai akses yang bagus, area hutan hujan yang besar, dan memiliki dataran rendah yang luas, sehingga sangat cocok sebagai lokasi pelepasliaran orangutan.

 “Wilayahnya luas, memiliki batas alam, habitat yang cocok, bagus untuk monitoring dan menyokong populasi liar yang layak, diperkirakan area ini dapat menampung 200 orangutan,”ucapnya.   (idu/ram)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:28

Kecam Peredaran Miras Oplosan

PALANGKA RAYA-Bisnis peracikan dan penjualan minuman keras ilegal dan oplosan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:25

GEGER..!! Misterius, Tiba-tiba Keluar Darah di Leher Wanita Ini

PALANGKA RAYA-Peristiwa tak terduga dialami oleh aparatur sipil negara bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:20

Perusahaan Wajib Hargai Bukti Milik Masyarakat

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri…

Jumat, 15 Maret 2019 13:48

Kejaksaan Musnahkan Barbuk Puluhan Perkara

PALANGKARAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya memusnahkan barang bukti (barbuk)…

Minggu, 10 Maret 2019 12:56

Penduduk Bertambah, Tapi Bentang Alam Sebangau Wajib Dijaga

PALANGKARAYA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendukung kegiatan perlindungan dan pelestarian…

Minggu, 10 Maret 2019 12:49

Soal Sampah, Tanggungjawab Pemda Dong..!!

PALANGKA RAYA – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka…

Minggu, 24 Februari 2019 12:23

Dua Kelompok Tawuran, Ditangkap Lalu Dijemur

 Bundaran Besar mendadak heboh dengan adanya anak Puntun dan Mendawai…

Kamis, 21 Februari 2019 09:58
Orangtua Tak Terima Anaknya Tak Lulus Tes CPNS

Kontroversi CPNS Kapuas Belum Diketahui BKN

PALANGKA RAYA-Hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten…

Kamis, 21 Februari 2019 09:56

Buruh Memilih, PBS Wajib Meliburkan atau Membuat Giliran

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berharap perusahaan besar swasta (PBS)…

Senin, 04 Februari 2019 12:05

Diperkosa Lima Pemuda, Begini Kondisi Terakhir Korban

PALANGKA RAYA-Gadis SMP yang masih duduk di bangku kelas VIII…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*