MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 11 Desember 2018 13:04
Aruta Dikepung Banjir

Diduga Akibat Aktivitas Pertambangan dan Perkebunan

Aparat TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan saat melihat lokasi banjir di wilayah Arut Utara, kemarin (10/12). (WARGA FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN–Banjir sedang melanda beberapa desa di Kecamatan Arut Utara (Aruta). Wilayah yang memiliki jarak kurang lebih 180 km dari Kota Pangkalan Bun tersebut sedang “dikepung” banjir. Beberapa desa dinyatakan terisolir seperti Desa Nanga Mua, Gandis dan Desa Sukarame.

 Banjir di Aruta menjadi malapetaka yang selalu menghantui setiap musim hujan tiba. Tidak bisa dipungkiri. Padatnya aktivitas pertambangan dan perkebunan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Seruyan tersebut menjadi salah satu pemicu “ganasnya” banjir melanda wilayah Aruta. Banjir diduga kerap kali terjadi akibat peralihan lahan.

Sehingga tidak ada kawasan untuk menahan air, alhasil ketika musim hujan tiba, sungai arut dan sungai-sungai kecil lainnya meluap hingga menenggalamkan rumah dan permukiman warga.

Camat Aruta Marwoto menyebut, banjir tersebut adalah dampak dari kegiatan perkebunan di Arut Utara dikarenakan kurang ada keseimbangan semuanya beralih fungsi. Sehingga wilayah Aruta dikepung banjir saat musim hujan terjadi.

“Saya pernah usulkan dibuat kanal yang besar sehingga air tidak tumpah semuanya ke sungai,” ucap Marwoto kepada wartawan usai menghadiri acara di rumah Betang Pasir Panjang, kemarin (10/12).

Marwoto tidak menampik, wilayah Aruta yang memiliki 15 ribu jiwa tersebut sebagian besar terbuka lahan perkebunan. Sehingga setiap tahun banjir selalu terjadi dan hampir 12 desa di Arut Utara terdampak banjir.

“Dari jumlah tersebut, 3.000 jiwa tinggal di bantaran Sungai terutama Kelurahan Pangkut sendiri, ini belum masuk bulan Januari tapi debit sungai terus naik, apalagi saat puncak penghujan nanti, saya sangat khawatir dengan masyarakat terutama yang tinggal di Kelurahan Pangkut, dan lagi saat ini saja akses jalan desa pun putus karena kedalaman air mencapai 1,5 meter,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, masalah banjir di Aruta karena musiman sehingga sulit diprediksi. Oleh sebab itu, kata bupati, untuk mengatasi banjir tersebut maka perlu dilakukan penghijauan dan mengamankan sepadan sungai.

“Apalagi sudah ada Peraturan Daerah di mana 500 meter dari Sepadan sungai dilarang melakukan penebangan. Sepadan sungai akan kita tanam bambu, karena berdasarkan hasil penemuan terbaru tanaman bambu itu ternyata mampu menahan abrasi sepadan sungai dan menahan air,”ujar Nurhidayah usai mengikusi aksi gerakan penanaman 10.000 pohon di kawasan Sport Center, Pangkalan Bun.(ala/ram)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 09:53

Setelah 3 Tahun, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Bos PT Trisakti

MUARA TEWEH – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Barito Utara (Batara)…

Rabu, 19 Juni 2019 12:49

DERITA GANDA..!! Sedang Berduka, Rumah Terbakar

PANGKALAN BUN - Warga Jalan Berunai, RT 6, Kelurahan Baru,…

Rabu, 19 Juni 2019 12:47

PT LAK Dinilai Tak Kooperatif

KUALA KAPUAS-Pengupahan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) di Kabupaten Kapuas…

Minggu, 16 Juni 2019 14:24

Polisi Kesulitan Melacak Pembuang Bayi

PURUK CAHU-Kasus pembuangan bayi di semak belukar masih dilakukan penyelidikan…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:33

Cantik-Cantik Edarkan Sabu, Tiga Perempuan Ini Ditangkap

KUALA KAPUAS - Dalam sehari jajaran Satnarkoba Polres Kapuas berhasil…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:23

Penyegelan Sekolah Ganggu Proses Belajar

KUALA KAPUAS-Penyegelan terhadap SDN 1 Bulau Ngundang, rumah guru, dan…

Minggu, 09 Juni 2019 14:06

Gara-Gara Ini, Pasien dan Pengunjung Rumah Sakit Tidak Nyaman

SAMPIT-Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani…

Rabu, 05 Juni 2019 00:55

ALHAMDULILLAH..!! Ratusan Napi Terima Remisi

MUARA TEWEH- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Teweh Kabupaten Batara, mengusulkan…

Rabu, 05 Juni 2019 00:47

YAELA..!! Mau Mudik Ngga Ada Duit, Minta Bantuan Pak Polisi

MESKIPUN tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para pemudik dalam…

Selasa, 04 Juni 2019 14:08
Sanksi Tegas Menanti ASN

10 Juni Wajib Masuk Kerja

KATINGAN-Bupati Katingan Sakariyas SE menegaskan, agar aparatur sipil negara (ASN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*