MANAGED BY:
RABU
22 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin
Terdakwa dan Saksi Saling Membantah
Sidang kasus korupsi yang menjerat terdakwa mantan kepala BPN Kotim Jamaludin, memasuki babak akhir, Kamis (6/12). (ARNOLD/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko pengukuran disediakan kantor wilayah BPN Kotim atau dibeli? Serentak para saksi menjawab: “Disediakan kantor dengan alasan untuk keseragaman”. Meski demikian, soal legalitas batas tanah dalam pengukuran, kembali menjadi pertanyaan hakim. Para saksi pun tidak tahu.

 

ARNOLDUS MAKU, Palangka Raya

=============================-

SIDANG kasus korupsi program IP4T dengan terdakwa mantan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotim, Jamaludin, memasuki babak akhir. Sidang beragendakan pleidoi atau pidato pembelaan, dilakukan Jamaludin dengan penuh semangat di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Kamis (6/12).

Seperti pada umumnya terdakwa dalam persidangan, pembelaan berisikan permintaan sang terdakwa untuk mendapat keringanan hukuman.

Dalam sidang dipimpin Hakim Alfon itu, Jamaludin membacakan pembelaan yang menyatakan bahwa keterangan saksi dalam persidangan, tidak sesuai dengan berita acara dalam penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan. Selain itu, ia pun mengatakan bahwa dirinya sangat kooperatif selama proses persidangan.

Atas dasar itu, mantan kepala BPN Kotim yang memiliki ratusan sertifikat tanah itu, meminta majelis hakim untuk mempertimbangkan keputusan yang akan diberikan kepadanya.

Meskipun sudah di penghujung proses peradilan terkait kasus program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (IP4T), akan tetapi Jamaludin masih memulai lagi kasus baru terkait persoalan penerbitan sertifikat tanah di Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur.

Pantauan Kalteng Pos, usai membacakan pembelaan, sidang dilanjutkan dengan keterangan sepuluh saksi terkait kasus tanah Disdik Kotim, dengan terdakwa Jamaludin.

Dari sepuluh saksi yang diperiksa, beberapa di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Termasuk Darmawi, sang juru ukur yang sedang menunggu vonis hakim dalam kasus yang sama dengan atasannya itu.

Pemeriksaan saksi yang berlangsung hampir kurang lebih setengah hari itu, berlangsung alot.

Berkaitan dengan proses pengukuran dan penerbitan sertifikat, hakim melontarkan pertanyaan apakah dilakukan sesuai prosedur atau tidak?

Menanggapi pertanyaan itu, para saksi menjawab: “Sudah sesuai”.

Dalam kaitannya dengan blanko, hakim kembali bertanya: “Apakah blanko pengukuran disediakan kantor wilayah BPN Kotim atau dibeli?”

Serentak saksi menjawab: “Disediakan kantor dengan alasan untuk keseragaman.”

Namun, berkaitan dengan sah atau tidaknya batas-batas tanah dalam pengukuran yang ditanyakan oleh jaksa, para saksi mengatakan tidak tahu.

Sejumlah keterangan saksi dibantah Jamaludin. Ia meyakini penerbitan sertifikat tanah Disdik Kotim sudah sesuai prosedur. Sebab, menurutnya sudah melalui proses pengujian hingga ke Mahkamah Agung (MA).

Terhadap bantahan ini, majelis hakim mengingatkan Jamaludin untuk bisa memberikan sanggahan pada saat agenda pembelaan nantinya.

“Nanti bisa membantah di saat pembelaan nanti,” ujar Alfon. (*/ce)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 12:13

Harus Menginspirasi Bagi Sesama Perempuan

Hari Kartini memang identik sebagai perayaan bagi kaum perempuan. Siapa…

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*