MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 13 November 2018 11:15
Diduga Terkait Pelecehan Siswa, Kepala SMAN 1 Mundur

Kadisdik Kalteng Turun Langsung ke Kobar

Kadisdik Kalteng Slamet Winaryo didampingi Kadisdik Kobar Rosihan Pribadi (kiri) usai apel di SMAN 1 Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - SMAN 1 Pangkalan Bun menjadi perbincangan hangat dua hari terakhir. Bahkan sempat viral di media sosial (medsos). Hingga berbuntut mundurnya UJ dari jabatan kepala SMAN 1 Pangkalan Bun. Hal ini membuat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng Slamet Winaryo langsung turun ke Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (12/11).

Hebohnya perbincangan terkait isu hot di SMA ternama di Kota Manis itu bermula dari beredarnya surat pemberitahuan 'aksi bela Smansa 1211'. Aksi tersebut merupakan aspirasi kalangan siswa-siswi yang merasa resah memgenai sikap dan perilaku UJ yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswanya.

Namun pada Senin (12/11) pantauan di SMAN 1 Pangkalan Bun tidak terjadi aksi damai dari para siswa. Suasana sekolah tampak hening. siswanya pun melakukan aktivitas seperti biasa. Sebelumnya dilakukan upacara yang dipimpin Rahmad Trisdjanto, Kasubag Tugas Pembantuan Disdik Kobar.

Kadisdik Kalteng Slamet Winaryo mengatakan, dengan kejadian hal tersebut dirinya diperintahkan gubernur untuk memberikan solusi agar kegiatan sekolah berjalan seperti biasa.  "Kami diperintahkan gubernur untuk mencari solusi mengatasi masalah ini, karena gubernur begitu memperhatikan kualitas pendidikan, termasuk pembentukan karakter di sekolah termasuk guru-gurunya juga. Kami hadir agar sekolah kembali normal, anak-anak bisa dengan tenang belajar, termasuk guru-guru pun bisa melaksanakan tugasnya, dan orangtua pun merasa aman ketika anaknya berada di sekolah ini," kata Slamet kepada wartawan, kemarin.

Menyikapi pengunduran diri UJ dari jabatan kepala SMAN 1 Pangkalan Bun, Slamet menyebut hal itu merupakan sikap yang baik demi kebaikan dunia pendidikan di Kalteng bukan karena suatu desakan. Namun pihaknya tetap akan memproses sesuai dengan aturan yang ada. Dimana saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bahan di lapangan dan mengembalikan kondisi sekolah agar tetap bisa melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa.

"Percayalah kami akan berlaku adil, karena kami pun menekankan agar guru-guru di Kalteng ini memiliki karakter yang baik dan bisa membawa marwah wibawa yang baik. Sebab guru harus bisa menjadi orangtua, sahabat dan teman yang baik agar tercipta pembentukan karakter yang baik kepada semua siswa-siswi se-Kalteng. Kami jamin semua guru atau kepala sekolah se-Kalteng tidak ada yang berkarakter yang tidak baik, " tegasnya.

Sementara Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengharapkan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum kepala SMAN 1 Pangkalan Bun agar masalahnya tidak berkepanjagan dan sekolah kembali normal.

"Begitu adanya informasi akan ada aksi itu, saya pun langsung melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah juga langsung turun. Saya harapkan segera dilakukan penegasan terhadap kasus ini terutama kepada sepala sekolah agar tidak berlarut-larut, provinsi segera lakukan langkah konkrit,” kata Nurhidayah usia meninjau pelaksanaan tes CPNS di Pangkalan Bun, kemarin. (ala/ens)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*