MANAGED BY:
RABU
24 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 13 November 2018 10:56
Diguyur Hujan, Rumah Dinas Terbakar
Ahmad Maulana bersama orang tuanya diantara bangunan rumah kayu tempat tinggal mereka di Jalan S. Parman tepatnya Bangkirai II Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (12/11). (BAHTIAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, SAMPIT – Bersamaan dengan hujan lebat mengguyur Kota Sampit dan sekitarnya, Senin (12/11) dini hari WIB, satu rumah kayu di Jalan S Parman, tepatnya di Bangkirai II, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ludes dilahap api. Akibatnya, barang-barang berharga, termasuk baju seragam sekolah milik anak penghuni Rumah Dinas Pertanian itu juga ikut terbakar. Anak-anaknya pun tidak bisa sekolah, kemarin.

Seragam sekolah yang biasanya digunakan telah tiada, setelah api malahap rumah kayu yang dihuni satu keluarga tersebut. Julia Inggrit Meilani (17), siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadyah yang duduk di bangku kelas 12 bersama dua adiknya, Ahmad Maulana (13) Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Sampit dan Syifa Khairunisa yang masih Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Sampit itu tidak bisa masuk sekolah seperti biasanya. Alasannya karena dalam musibah itu, menghanguskan baju seragam sekolah mereka. Bangunan rumah pun nyaris ludes. Pakaian, buku sekolah hingga tas pun ikut terbakar.

Ahmad Maulana, anak kedua dari pasangan Jhon Wahyudi dan Suparmi itu nampak sedih. Dia hanya bisa melihat buku pelajaran, topi sekolah, hingga tas dan seragamnya yang hangus terbakar. Bahkan ia tidak bisa sekolah kemarin lantaran tidak memiliki baju seragam lagi.

"Tadi (kemarin) enggak sekolah. Karena seragamnya enggak ada. Maunya sekolah, tapi sudah izin sama guru di sekolah tadi," kata Ahmad Maulana saat ditemui di puing-uping bangunan rumah yang terbakar, Senin (12/11).

Bahkan ia belum tahu hari selanjutnya bisa sekolah seperti biasanya atau tidak. Karena selain baju seragam, alat tulis dan sepatu pun hangus terbakar.

"Enggak sekolah kalau enggak ada seragam. Kalau pake baju bebas nanti beda sendiri sama yang lain. Maunya sama-sama pake seragam. Kalau enggak ada seragam, enggak sekolah dulu sementara, sampai ada seragam," kata siswa yang mengaku menyukai pelajaran Bahasa Indonesia itu.

Kebakaran tersebut terjadi saat itu sekitar pukul 02.45 WIB. Suparmi yang sebelumnya tertidur bangun setelah mencium bau gosong seperti bau karet yang terbakar di dapur rumahnya. Dia pun mencoba mengecek dan melihat ada api pada bagian atas dinding di dekat kompor bagian dapur.

"Lampu mati hidup sampi tiga kali. Karena terbangun, lalu saya lihat sudah ada api yang hidup di pojok. Mau dipadamkan enggak berani. Soalnya ada tabung gas juga di situ. Anak-anak enggak sekolah, karena baju seragamnya juga terbakar. Saya hanya sempat menbawa berkas penting sama kipas angin,” ungkap Suparmi, yang saat kejadian panik karena berusaha membangunkan anaknya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur Rihel membenarkan, adanya peristiwa tersebut. Saat itu, pihaknya mengrim empat unit mobil pemadam. “Kondisi saat itu hujan gerimis, di bawah juga banjir (luapan air, red). Api berhasil padam oleh petugas. Kalau penyebab kebakaran diduga akibat korsteling listrik,” ungkapnya. (ais/ens/CTK)


BACA JUGA

Rabu, 24 Juli 2019 11:44

PARAH..!! Jual Motor Tante Demi Pesugihan

NANGA BULIK - Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib Darlus…

Rabu, 24 Juli 2019 11:42

Yantenglie Ngaku Korban Politik

PALANGKA RAYA-Persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) uang kas Daerah Kabupaten…

Selasa, 23 Juli 2019 11:47

Dari Kunjungan Ketua Wantimpres Sri Adiningsih ke Kalteng

Selama 2019, kunjungan pejabat pusat ke Bumi Tambun Bungai silih…

Selasa, 23 Juli 2019 07:39

TEGAS..!! Duit Rp 15 Miliar yang Dititipkan ke Bareskrim Mabes Polri, DPRD Minta Dikembalikan

PALANGKA RAYA – DPRD Provinsi Kalteng meminta Pemerinah Provinsi Kalteng, menarik…

Selasa, 23 Juli 2019 07:36

Diguyur Rp 90 M, Bandara di Batara Selesai 2020

MUARA TEWEH-Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara (Batara) bahwa…

Selasa, 23 Juli 2019 07:33

Rumah Ambruk, Pemko Belum Pastikan Relokasi

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya belum memastikan akan merelokasi tiga…

Selasa, 23 Juli 2019 07:31

Tanah Retak, Rumah Ambruk, Belasan Jiwa Telantar

PALANGKA RAYA-Sungai Kahayan dalam kondisi surut dan dangkal. Tak ada…

Senin, 22 Juli 2019 09:03

Jangan Takut Laporkan Pembakar Hutan dan Lahan

PALANGKA RAYA-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah pusat dan…

Senin, 22 Juli 2019 08:14

Bahaya Nih..!! Api Karhutla Sudah Dekati Pemukiman

PULANG PISAU- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulang Pisau hingga…

Minggu, 21 Juli 2019 12:03

Kapal Bermuatan Karet dari Sampit Tenggelam, Bagaimana Nasib Awaknya..??

SAMPIT – Sebuah kapal layar motor (KLM) bermuatan karet yang berangkat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*