MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 12 November 2018 09:50
Waswas Serangan Lanjutan Buaya di Sungai Mentaya
Petugas BKSDA Pos Jaga Sampit melakukan pengecekan terhadap laporan masyarakat usai diduga buaya menyerang warga di Desa Belanti, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Jumat (9/11). (BKSDA UNTUK/KALTENG POS)

PROKAL.CO, SAMPIT-Teror buaya di Sungai Mentaya Kabupaten Kotim kembali terjadi. Walaupun tak menyebabkan korban jiwa, namun warga cukup waswas. Apalagi, ancaman gangguan buaya ini, menambah panjang daftar serangan dan gangguan buaya di Sungai Mentaya.

Kejadian kali ini menimpa Salbiah. Ia termasuk beruntung. Firasat dan ambil langkah cepat menyelamatkan nyawanya. Jumat (9/11) sekitar pukul 06.00 WIB, saat mandi di tangga titian yang awalnya hanya berjarak 1 meter dari permukaan sungai, Salbiah melihat gelembung-gelembung air di sungai dekat lokasinya mandi di Sungai Mentaya, Desa Belanti, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim.

Rasa curiga dan waswas menghampiri wanita 49 tahun ini. Lantaran takut, Salbiah pun memilih menaiki tangga itu. Namun, ia juga tak ingin mandinya tak selesai. Ia pun memilih mandi di bagian paling tinggi tangga titian yang diperkirakan berjarak 3 meter dari permukaan laut.

Gayung yang telah terikat dengan tali itu pun menjadi medianya untuk mengambil air. Alangkah terkejutnya IRT ini, saat menarik tali timba itu, seekor buaya yang diduga jenis buaya muara, langsung menyambar tali timba itu. Salbiah yang ketakutan langsung berteriak. Warga yang yang mendengar teriakan minta tolong itu langsung mendatangi sumber teriakan. Mengetahui kejadian itu, warga pun menghubungi pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit.

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah menjelaskan, mendapat laporan itu, mereka pun langsung menuju ke lokasi.

“Gayung timba itu disambar oleh buaya. Sambaran buaya itu juga sempat mengenai tiang kayu hingga patah. Menurut keterangan ibu Salbiah dan warga, diduga kuat buaya berjenis buaya muara dan panjang sekitar 3 meter,” katanya, Minggu (11/11).

Menurut dia, karena kejadian ini, beberapa warga memang waswas. Karena itu, Muriansyah juga mengimbau agar masyarakat untuk selalu berhati-hati, apalagi terhadap anak-anak agar tidak mandi di sungai.

“Penyebab utama menyerang ternak warga atau manusia, karena habitatnya terganggu bahkan rusak yang berpengaruh ke pakan atau makanannya,” jalasnya.

Sebelumnya, sekitar empat bulan lalu, serangan buaya juga pernah terjadi. Tasman (45) warga Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut mengalami luka cukup serius pada kaki kanannya usai mendapatkan serangan buaya pada 15 Juli lalu. (ais/ami)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*