MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)
Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar
Misrita (kerudung hitam) saat memberikan pelatihan kepada anggota Dharma Wanita UPR, bagaimana membatik menggunakan daun, di Aula Perumahan Dosen UPR, beberapa waktu lalu. (ANISA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka, justru batik Kalteng pun unik dan menarik untuk dikembangkan. Apalagi, berbahan dasar getah kayu hutan dan dedaunan.

ANISA B WAHADAH, Palangka Raya

==========-

SIANG selepas azan Zuhur berkumandang, satu per satu anggota Dharma Wanita UPR mendatangi aula perumahan dosen UPR. Tujuanya tidak lain adalah belajar membatik. Yang unik dan menariknya, yang mau dipelajari mereka adalah membatik dengan bahan daun yang diambil dari alam.

Batik berbahan daun tersebut digagas salah satu dosen Universitas Palangka Raya (UPR), Misrita. Belajar membatik bersamanya, tak perlu membawa peralatan. Semua sudah disiapkan.

Saat memasuki ruangan berukuran 4x4 meter itu, siapa saja akan disambut bau aneh dan asing ditangkap indra penciuman.

Ternyata, bau tersebut bersumber bahan yang sudah dikumpulkan Misrita sebagai bahan untuk membatik.

Berbagai macam daun. Ada daun tamih, ulin, cemara, jambu, dan daun mawar. Direndam dalam air bercampur tunjung (obat khusus perendaman membatik). Di sekeliling ember hijau untuk merendam bahan tersebut, terdapat berbagai macam alat dan bahan membatik. Di antaranya, benang, gunting, pengukus, kompor, cuka, ember, air, palu, tunjung, dan plastik.

“Inilah bahan yang akan kita buat untuk membatik,” kata Misrita menjelaskan kegunaan alat dan bahan tersebut.

Sebagian peserta terlihat paham sambil menganggukkan kepala. Namun, sebagian yang masih tak paham, mengajukan pertanyaan. Dengan telaten, perempuan yang sudah menjadi dosen sejak 1999 itu, kembali menjelaskan. Perlahan, peserta mulai memahami, sembari celotehan-celotehan lucu terucap dari setiap peserta.

Sekitar 30 menit mendapat panduan dari perempuan asli Desa Patai, Kabupaten Kotawaringin Timur ini, praktik membatik dimulai. Berawal dengan menuangkan satu cuka makanan ke dalam air dengan perbandingan 1:1 liter. Memang. Baunya sangat tak sedap alias menyengat. Tapi itu sudah menjadi salah satu proses membatik.

“Baiklah, cuka sudah dicampur dengan air. Selanjutnya memasukkan kain sutra. Direndam beberapa detik saja. Lalu, peras dengan kuat,” ucapnya  memberi arahan kepada peserta pelatihan. (ce/bersambung)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .