MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit
KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya
Tersangka saat memperagakan adegan yang dilakukan yang dengan mendorong korban menggunakan kedua tangannya hingga jatuh ke Sungai Mentaya, Rabu (31/10). (POLRES KOTIM UNTUK/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan M Zaidi alias Unyir (30) dekat Sungai Mentaya, Rabu (31/10). Tersangka bernama Akhmad Fadli diketahui merupakan orangtua dari seorang wanita yang dikabarkan dekat dengan Unyir yang merupakan seorang sopir travel.

 

------------------------

PEMBUNUHAN itu dipicu oleh kemarahan Fadli, karena korban jalan-jalan dengan anaknya yang dikabarkan sudah bersuami itu. Rekonstruksi diawali dari kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Kasus pembunuhan itu sendiri terjadi pada 3 Oktober 2018.

Adegan pertama saat itu memperagakan, pada 1 Oktober 2018 sekitar pukul 18.30 WIB, Fitriani bertemu dengan Unyir di pelabuhan taksi air di Pasar PPM Sampit. Keduanya jalan-jalan di seputaran Kota Sampit.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Fitriani dan Unyir pulang. Unyir pun mengantar perempuan tersebut. Namun hanya sampai pintu pelabuhan taksi air, hingga Fitriani turun ke pelabuhan menuju kelotok untuk pulang ke rumahnya.

Saat itu, Syarkawi yang merupakan suami Fitriani menelpon mertuanya Ahmad Fadli. Dia memberitahu kalau Fitriani sudah pulang dan masih berada di pelabuhan. Hingga adegan selanjutnya tersangka menuju pelabuhan tersebut dan memanggil Fitiriani untuk turun dari kelotok hingga terjadi cekcok mulut.

Unyir yang mendengar cekcok ayah dan anaknya itu, datang ke pelabuhan untuk mengklarifikasi. Syarkawi pun datang ke pelabuhan tersebut, hingga terjadi cekcok dengan Unyir.

Saat cekcok antara Unyir dengan Fadli, Syarkawi pun memarahi Fitriani yang sudah jalan-jalan dengan korban. Hingga adegan kedelapan, tersangka yang saat itu menggunakan pakaian tahanan Polres Kotim menggunakan topeng merasa emosi dan gelap mata kemudian mendorong korban ke Sungai Mentaya.

Setelah Unyir jatuh ke sungai, Fadli bersama Fitri serta Syarkawi pergi ke parkiran pasar PPM Sampit. “Karena emosi, lalu tersangka mendorong korban hingga terjatuh ke sungai,” kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatreskrim AKP Wiwin Junianto Supriyadi, Rabu (31/10).

Pada adegan ke-11, tersangka sempat ada menelpon Abu Syahrin yang merupakan bos atau pemilik travel tempat Unyir bekerja. Saat itu tersangka Fadli memberitahukan bahwa ia memukuli dan membuang korban ke sungai. Hingga Abu Syahrin dan anaknya menemui tersangka hingga menanyakan keberadaan korban. Namun tersangka menjawab ia memukul korban dan membuang ke sungai.

Adegan ke-14, tersangka memperagakan pada 2 Oktober sekitar pukul 09.00 WIB bertemu sakasi M Norhan dan mengatakan memukul Unyir. Hingga 3 Oktober sekitar pukul 06.30 WIB ditemukan mayat Unyir  mengapung di Sungai Mentaya, tepatnya di belakang salah satu hotel. “Tadi sudah dilaksanakan untuk adegan ulang. Ada 15 adegan yang dilakukan tadi (kemarin) pagi,” ungkap Wiwin. (ais/ens)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .