MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 30 Oktober 2018 10:43
ADUH MIRIS..!! DBD Tewaskan 6 Anak
Desita terbaring lemas di RSUD dr Doris Sylvanus, Senin (29/10). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mutiara Insan masih berjalan normal. Meskipun begitu, banyak murid yang belum masuk sekolah lantaran sakit. Total ada 24 murid. 20 murid menjalani rawat jalan di rumah. Sedangkan 4 murid masih dirawat intensif di rumah sakit, karena terserang demam berdarah dangue (DBD).

“Ada sekitar 20 murid yang masih dirawat di rumah masing-masing. Sedangkan empat murid masih di rumah sakit karena positif DBD,” kata Kepala MI Mutiara Insan, Muhammad Rapyhki kepada Kalteng Pos, kemarin (29/10).

Kejadian yang menimpa para murid tersebut, sudah dilaporkan kepada pihak kelurahan dan puskesmas. Sejauh ini, wabah DBD telah merenggut nyawa dua murid. “Saya mendapatkan informasi jika ada anak TK di dekat sekolahan kami ini, juga meninggal dunia. Jadi, jumlahnya ada tiga orang,” bebernya.

Ia juga menambahkan, pihak sekolah berencana akan meliburkan dan menetralisasi sekolahan tersebut dari nyamuk DBD. Namun, pihak sekolah harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak yayasan.

Di tempat terpisah, Kadinkes Kalteng Yayu Indriaty menyatakan, pada periode Oktober 2108, sudah terdapat enam kasus kematian akibat DBD. Satu anak di Seruyan, Satu anak dari Pulang Pisau, satu anak di Katingan,  dan sisanya Palangka Raya. Para korban rata-rata berusia 6 sampai 10 tahun.

"Memang, kasus DBD lebih dominan menyerang anak-anak. Pada bulan Oktober ini, jumlah kematian meningkat," ungkapnya kepada Kalteng Pos, kemarin (29/10).

Bulan September lalu, kasus DBD berada pada tingkat tertinggi selama 2018. (lihat tabel).

Dijelaskannya, empat orang meninggal itu, tiga anak dari Kota Palangka Raya, sedangkan satu lagi dari Kabupaten Seruyan. Tiga anak dari Palangka Raya itu meninggal dalam keadaan demam berdarah yang masuk kategori parah.

"Bulan Oktober ini, tiga daerah mengalami peningkatan, yaitu Kabupaten Katingan, Seruyan, dan Kabupaten Kapuas," ujarnya.

Menurut Yayu, hingga saat ini masih belum ditemukan obat khusus untuk mengatasi DBD. Sedangkan vaksin DBD, masih dalam penelitian. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat Kalteng menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu dapat dilakukan dengan membersihkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

"Mulai September sampai Desember kan musim hujan. Jadi, jagalah kebersihan guna menghindari berkembangnya nyamuk," bebernya.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, diimbau agar memiliki waktu istirahat yang cukup, guna menangkal virus masuk ke dalam tubuh. Apabila salah satu keluarga mengalami demam selama tiga hari dan kondisinya tak membaik, segeralah membawa ke puskesmas terdekat untuk diperiksa petugas medis.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Bila demam sudah tiga hari dan tidak kondisi tidak membaik, maka segera cek darah pada hari ketiga,” katanya.

Pihak Dinkes sendiri sudah melakukan beberapa upaya demi mencegah DBD. Di antaranya, melaksanakan tata laksana penderita, fogging focus, pembagian abate, dan imbauan pemberantasan sarang nyamuk. Untuk fogging focus, tahun ini sudah dilaksanakan di kabupaten yang mengalami peningkatan kasus. Yaitu Kabupaten Lamandau dan Katingan.

“Masyarakat diharapkan memerhatikan tanda kegawatan pada hari keempat dan kelima. Bila mengalami panas naik turun dan tangan dan kaki terasa dingin, muntah, lemas, rewel, kencing berkurang, mimisan, muntah darah, atau berak hitam, maka janganlah menunda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kalteng Pos, suasana sekitar Mendawai memang tampak sangat kumuh. Banyak tumpukan sampah di bawah rumah-rumah panggung berkonstruksi kayu tersebut. Tidak sedikit. Terlihat banyak bungkus plastik, botol, dan berbagai macam sampah lainnya.

Mirisnya, banyak anak kecil bermain di bawah jalan yang baru dicor. Ada yang tak memakai sandal. Bahkan ada pula yang tidak memakai baju. Berdasarkan keterangan warga sekitar, anak-anak tersebut sudah terbiasa berkeliaran di area kumuh di bawah jalan itu.

“Mereka sudah biasa main di situ (bawah jalan,red). Entah turun lewat mana? Padahal tidak ada tangga ke bawah,” ungkap salah satu warga Mendawai yang tak mau menyebutkan namanya.

 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengatakan, merespons ancaman penyakit DBD tersebut, pihaknya akan menggiatkan kembali penyuluhan kepada masyarakat. Mulai dari tindakan pencegahan hingga langkah awal penanganan DBD.

“Kalau fogging (pengasapan, red), itu langkah terakhir. Pengasapan ini sejatinya adalah racun dan berdampak terhadap lingkungan. Itu pun hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik dan telur nyamuk tidak mati,” ucapnya di sela-sela kunjungan ke Puskesmas Pahandut, Senin (29/10).

Menurutnya, langkah optimal untuk pencegahan DBD adalah dengan cara sederhana, yakni dengan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal. Rajin membersihkan lingkungan seminggu sekali, akan menjamin tidak adanya nyamuk di lingkungan.

“Kami akan mengoptimalkan penyuluhan ke masyarakat. Terutama di lingkungan dengan kategori kumuh. Sebagaimana yang barusan menyerang anak di kawasan Mendawai. Kami akan intensifkan ke wilayah sana,” tuturnya.

Berbicara terkait titik rawan, pria berkacamata ini menilai, hampir seluruh titik di Kota Cantik berpotensi DBD. Pasalnya, berdasarkan data penderita, titik DBD cukup merata. Karena itu, tergantung pengelolaan lingkungan saja yang perlu dioptimalkan.

“Sebagaimana instruksi wali kota tadi. Pemerintah kota secara berjenjang, melalui camat, lurah, hingga ke RT, menggiatkan kembali kegiatan bersih lingkungan seminggu sekali,” tandasnya.  (*abw/idu/awa/ce/ram)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:27

KKN-PPL Luar Negeri Berlanjut

PALANGKA RAYA-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) terus berkomitmen mengukuhkan posisinya sebagai…

Jumat, 07 Desember 2018 14:24

Kalteng Putra Ambisi Beli Pemain Asing

EUFORIA lolosnya Kalteng Putra ke Liga 1 musim depan, belum…

Kamis, 06 Desember 2018 15:07

Kalteng Putra Disambut Bak Pahlawan, Diguyur Bonus 170 Persen dari Gaji

Tim Kalteng Putra disambut bak pahlawan. Turun dari pesawat yang…

Kamis, 06 Desember 2018 14:54

Truk Terbalik ! Satu Tewas, 11 Orang Luka-Luka (Sub)

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi pada areal perkebunan kelapa sawit…

Jumat, 30 November 2018 10:46

Karyawan PT AKT Ditelantarkan, Dua Bulan Gaji dan BPJS Kesehatan Belum Dibayar

PURUK CAHU-Massa dari pekerja PT Asmin Kolindo Tuhup (AKT) mendatangi…

Jumat, 30 November 2018 10:45

MANTAP..!! Dishut Gagalkan Penyelundupan Kayu

PALANGKA RAYA-Lima unit truk bermuatan kayu terparkir di Kantor Dinas…

Kamis, 29 November 2018 11:20

WADUH..!! Cuma Dalam Waktu 2 Pekan, Sudah Ada 16 Pasangan Cerai

NANGA BULIK-Kurang dari dua pekan pascaresmi berdiri, Pengadilan Agama (PA)…

Kamis, 29 November 2018 11:19

Orangutan Diselamatkan dari Kebun Durian

SEMPAT meresahkan warga, orangutan berjenis kelamin jantan dengan berat 87,7…

Sabtu, 24 November 2018 11:53

Maling Walet Pakai Senpi Rakitan

SAMPIT-Satreskrim Polres Kotim berhasil meringkus pelaku spesialis pencuri sarang burung…

Sabtu, 24 November 2018 11:52

Geledah Kantor BPN, 179 Buku Tanah Disita

SAMPIT-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggeledah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .