MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45
Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan
Burung murai batu dan cucak hijau yang diamankan dari sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir Panjang, Jumat (12/10). (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir Panjang, Jumat pagi (12/10). Burung endemik Kalteng itu, merupakan hasil sitaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama Satpolair Tanjung Perak, 14 September 2018 lalu.

Dari hasil penyelidikan, 40 ekor burung berasal dari Kalteng dan 19 ekor dari Kaltim.

“Ketika itu kami geledah, menemukan 59 ekor burung yang dilindungi tanpa dokumen resmi. Tidak ditemukan pemiliknya saat pihaknya melakukan penggeledahan,” kata Perwakilan dari BBKSDA Jatim, Sarjono, usai melepasliarkan burung, kemarin (12/10).

Di balik pelepasan burung-burung itu, Anggota DPRD Kalteng, Hj Prihati Titik Mulyani menyoroti kinerja dari BKSDA, Balai Karantina, dan pihak terkait lainnya, yang selama ini terlibat dalam pengawasan satwa dilindungi asli Kalteng. Terutama yang berasal dari Kotawaringin Barat. Bagaimana bisa burung-burung itu bisa lolos dari pelabuhan di Kalteng. Secara tidak langsung, lolos dari pengawasan petugas.

“Saya meminta pihak terkait melakukan pengawasan. Lakukan pengecekan terhadap barang bawaan penumpang kapal,” tegasnya.

Data yang dihimpun Kalteng Pos, dalam tempo dua bulan terakhir, petugas di Pelabuhan Tanjung Perak telah menggagalkan penyelundupan burung endemik Kalteng.

27 Agustus, BBKP Surabaya menggagalkan penyelundupan 154 ekor burung yang dibawa menggunakan KM Satya Kencana dari Pelabuhan Kumai. Kemudian, 14 September 2018, BBKSDA Jatim dan Satpolair Tanjung Perak menggagalkan penyelundupan 59 ekor burung jenis murai batu dan cucak hijau. 40 ekor di antaranya berasal dari Pangkalan Bun.

“Kalau cuma satu kali, itu kecolongan. Tapi kalau sudah dua kali, something wrong?” cetus wakil rakyat dari dapil III, meliputi Kobar, Lamandau, dan Sukamara itu.

Politikus dari Partai NasDem itu kembali mendesak pihak terkait agar bekerja maksimal. Jangan sampai kejadian penyelundupan satwa terulang. Tidak boleh lolos dari pengawasan. Tak hanya pengawasan burung, melainkan semua satwa dilindungi.

“Jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Sumber Daya Genetik Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Haryono menegaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor b92 Tahun 2018, cucak hijau yang memiliki nama Latin chloropsis sonnerati itu, masuk dalam kategori satwa dilindungi.

“Jadi, kami sangat gencar dalam melestarikan keanekaragaman hayati. Salah satunya melalui pelepasliaran burung langka ini ke habitat aslinya. Kami juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak melakukan perburuan terhadap satwa yang dilindungi ini. Kalau mau memelihara, sebaiknya mengambil dari penangkaran,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar, Bambang Djatmiko menyebut, pihaknya mengapresiasi pihak Balai Besar KSDA Jatim bersama Satpolair Tanjung Perak, atas keberhasilan membongkar pengiriman satwa dilindungi tersebut. (ala/uni/ce/ram)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 12:54

Tiga Tahun Kepemimpinan Sugianto - Habib, Kalteng Makin Sejahtera

PALANGKA RAYA-Besok, genap tiga tahun Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil…

Kamis, 23 Mei 2019 12:05

Kalteng Sudah Umur 62 Tahun, Fokus Pengembangan Infrastruktur

HARI ini Kalteng genap berusia 62 tahun. Pembangunan segala sektor terus…

Kamis, 23 Mei 2019 12:02

Apa Kabar Proyek Kereta Api Palangkaraya-Banjarmasin..??

PALANGKARAYA- Rencana pembangunan rel kereta api dari Kalteng menuju Kalsel,…

Kamis, 23 Mei 2019 11:58

ADA APA..?? Gubernur Kunjungi Perbatasan Kalteng-Kalsel

SUDAH lebih dua pekan umat muslim melaksanakan ibadan puasa. Seperti tahun-tahun…

Rabu, 22 Mei 2019 01:19

Katingan Dihantam Banjir Jelang Makan Sahur

PALANGKA RAYA - Dua desa di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten…

Rabu, 22 Mei 2019 01:17

Kobar Mendadak Sepi..!! Sudah 5.500 Orang Pergi

PANGKALAN BUN – Walaupun bulan Ramadan baru pertengahan, namun tercatat setidaknya…

Rabu, 22 Mei 2019 01:15
Kisah Tukang Pijat Cabuli Bocah Laki-Laki

Ngaku Bisa Keraskan Alat Vital, Urut 10 Menit "Keluar"

Mengaku bisa memijat alat vital pria, SN harus berurusan dengan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:15

Petugas Pemilu Paring Lahung Meninggal

MUARA TEWEH-Diduga karena kelelahan pascapemilu, dan penyakit asma yang dideritanya,…

Selasa, 21 Mei 2019 12:14

Kepala Sekolah Cabul Harus Dihukum Berat..!!

KUALA KAPUAS-Tindakan asusila yang dilakukan oknum kepala sekolah (kasek) di…

Selasa, 21 Mei 2019 12:13
Suka Sesama Jenis Sejak SMP

Ngaku Bisa Pijat Alat Vital Pria, Pelaku Cabuli Anak di Bawah Umur

KUALA PEMBUANG – Mengaku bisa memijat alat vital pria, SN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*