MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 10:12
Mayat Bersimbah Darah di PT Uni Primacom
Mayat Sunarto dalam kantong jenazah saat berada di kamar mayat RSUD Dr Murdjani Sampit, Rabu pagi (10/10). (BAHTIAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibuat geger. Pasalnya ditemukan mayat laki-laki yang diketahui bernama Sunarto (36) dengan posisi tergeletak bersimbah darah di lantai rumahnya, Selasa (9/10).

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos, Rabu (10/10), pria asal Desa Bengleh, Kecamatan Wonosegoro,  Kabupaten  Boyolali, Jawa Tengah itu bekerja sebagai buruh harian lepas pemanen di perusahaan sawit PT Uni Primacom. Diduga pria yang memiliki satu orang anak itu korban pembunuhan. Karena ditemukan luka robek pada leher depan akibat benda tajam. Penganiayaan terhadap korban diduga dilakukan seseorang pada Senin (8/10) sekitar pukul 22.00 WIB.

Di dekat mayat Sunarto ditemukan benda tajam berupa egrek. Sementara tidak ada benda-benda pribadi milik korban yang hilang. Juga tidak tampak adanya kerusakan di rumah korban.

Mayat Sunarto pertama kali ditemukan warga setempat sekitar pukul 06.30 WIB. Warga tahu setelah selesai apel pagi. Ketika itu, ada warga yang berniat mengunjungi rumah korban untuk pinjam gerobak yang digunakan mengangkat buah kelapa sawit.

Warga tersebut berusaha memanggil Sunarto dari depan rumah. Namun tidak terdengar suara dari dalam rumah. Warga sekitarnya pun mencoba masuk karena pintu depan rumah sedang terbuka. Saat berada dalam rumah, warga yang tidak disebutkan namanya itu kaget melihat mayat Sunarto bersimbah darah dalam posisi telungkup di lantai ruangan tengah.

Saksi itu pun meminta tolong warga lainnya, hingga melaporkan ke mandor PT Uni Primacom selanjutnya dilaporkan ke polisi. Pada pukul 08.00 WIB anggota Polsek Parenggean tiba di lokasi tersebut.

Supriyono (32), adik kandung korban sempat bercerita, terakhir ia berkomunikasi dengan Sunarto melalui Whatshapp (WA) Senin (8/10) dan dibalas pada malam hari. bahkan rencana jenazah akan di bawakan ke kampung halaman Boyolali.

“Saya mendapat kabar lewat telepon dari teman kerja bahwa kakak saya sudah tiada (maksudnya meninggal). Rencananya, saya bawa (jenazah Sunarto) ke Boyolali, Jawa Tengah. Menurut saya dia orangnya baik. Tidak ada masalah di kerjaan. Juga setahu saya tidak ada masalah. Dia orangnya suka bercanda, dan suka ngalah,” kata Supriyono, adik kanduk korban saat dibincangi di depan kamar mayar RSUD Dr Mardjani Sampit, Rabu (10/10) dini hari WIB.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatreskrim AKP Wiwin Junianto Supriyadi membenarkan tentang peristiwa tersebut. Menurut Wiwin, polisi telah berkoordinasi dengan RSUD Dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang menjelaskan ada sosok orang (korban, red) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Wiwin saat itu berada di kamar mayat, Rabu (10/10).

Setelah mendapat laporan, polisi  langsung melakukan penyelidikan di rumah korban. Aparat mengidentifikasi barang bukti dan berkoordinasi dengan RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk autopsi. “Penyidik masih menunggu hasil autopsi apa penyebab kematian korban yang sebenarnya,” ungkap Wiwin, kemarin. (ais/ens)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*