MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng
Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi
Turis mancanegara melihat langsung Kampung Pelangi di Kelurahan Mendawai, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 kembali disuguhkan dengan destinasi wisata sejarah. Rombongan diajak ke Astana Mangkubumi dan Kampung Pelangi.

 

HUSRIN A LATIF, Pangkalan Bun

 

SEKITAR pukul 14.00 WIB, peserta Yacht Rally meninggalkan rumah betang di Desa Pasir Panjang. Setelah menyaksikan dan mempraktikan kesenian serta olahraga khas Dayak, para turis mancanegara kembali melanjutkan perjalanan menggunakan sebuah bus, menuju ke Astana Mangkubumi, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

Turis dari berbagai benua seperti Eropa dan Amerika ini, tampak kagum melihat keunikan arsitektur kayu di Astana Mangkubumi. Kesempatan tidak disia-siakan. Sebab, mereka akan melanjutkan perjalanan kembali pada 11 Oktober mendatang. Di Astana Mangkubumi, mereka melihat langsung pemandian tujuh putri.

“Mereka bisa melihat langsung bangunan kayu yang berusia ratusan tahun tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar, Wahyudi yang selalu menemani sejak kedatangan rombongan Wonderful Sail to Indonesia ke Kobar.

Sekitar satu jam berada di Astana Mangkubumi, rombongan kembali diajak mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang ada di dalam Kota Pangkalan Bun. Kali ini, rombongan dibawa ke tempat wisata baru, yakni Kampung Sega atau Kampung Pelangi di Kelurahan Mendawai. Melihat langsung kampung yang letaknya dekat dengan Sungai Arut. Di situ mata mereka dimanjakan dengan pemandangan rumah-rumah penduduk yang dicat berwarna-warni. 

Di Kampung Pelangi, turis pun disuguhi atraksi model-model cilik yang menggunakan konstum unik dari barang bekas. Terpesona melihatnya. Sebagian dari mereka langsung mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen tersebut.

Puluhan turis dari beberapa negara, seperti Australia, Denmark, Prancis, Belanda, Jerman, Selandia Baru, Spanyol, Amerika Serikat, hingga Kanada ini, sengaja dibawa menjelajahi destinasi-destinasi wisata yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini.

Harapannya, turis mancanegara yang datang ke Kobar khususnya dan Kalteng pada umumnya, tidak hanya berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) saja. Akan tetapi, bisa mengunjungi destinasi wisata budaya, sejarah, hingga wisata religi yang ada. 

Wakil Bupati (Wabup) Kobar, Ahmadi Riansyah mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kobar mencapai 25 ribu orang per tahun.

“Kobar merupakan daerah yang cukup potensial. Kunjungan wisata rata-rata per tahun sampai dengan 25 ribu wisatawan. Sebagian besar tujuannya adalah ke Taman Nasional Tanjung Puting,” ucap Ahmadi pada kampanye keselamatan pelayaran di Dermaga Tanjung Puting, Kumai, Senin (8/10).

Dengan alasan itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar memprioritaskan sektor pariwisata. Ahmadi melanjutkan, pembangunan sektor pariwisata ini tentu harus didukung oleh pintu masuk dan pintu keluar di daerah, “Ini harus dibenahi dengan baik,” ujarnya. (ce/ram)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .