MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng
Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi
Turis mancanegara melihat langsung Kampung Pelangi di Kelurahan Mendawai, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 kembali disuguhkan dengan destinasi wisata sejarah. Rombongan diajak ke Astana Mangkubumi dan Kampung Pelangi.

 

HUSRIN A LATIF, Pangkalan Bun

 

SEKITAR pukul 14.00 WIB, peserta Yacht Rally meninggalkan rumah betang di Desa Pasir Panjang. Setelah menyaksikan dan mempraktikan kesenian serta olahraga khas Dayak, para turis mancanegara kembali melanjutkan perjalanan menggunakan sebuah bus, menuju ke Astana Mangkubumi, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

Turis dari berbagai benua seperti Eropa dan Amerika ini, tampak kagum melihat keunikan arsitektur kayu di Astana Mangkubumi. Kesempatan tidak disia-siakan. Sebab, mereka akan melanjutkan perjalanan kembali pada 11 Oktober mendatang. Di Astana Mangkubumi, mereka melihat langsung pemandian tujuh putri.

“Mereka bisa melihat langsung bangunan kayu yang berusia ratusan tahun tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar, Wahyudi yang selalu menemani sejak kedatangan rombongan Wonderful Sail to Indonesia ke Kobar.

Sekitar satu jam berada di Astana Mangkubumi, rombongan kembali diajak mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang ada di dalam Kota Pangkalan Bun. Kali ini, rombongan dibawa ke tempat wisata baru, yakni Kampung Sega atau Kampung Pelangi di Kelurahan Mendawai. Melihat langsung kampung yang letaknya dekat dengan Sungai Arut. Di situ mata mereka dimanjakan dengan pemandangan rumah-rumah penduduk yang dicat berwarna-warni. 

Di Kampung Pelangi, turis pun disuguhi atraksi model-model cilik yang menggunakan konstum unik dari barang bekas. Terpesona melihatnya. Sebagian dari mereka langsung mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen tersebut.

Puluhan turis dari beberapa negara, seperti Australia, Denmark, Prancis, Belanda, Jerman, Selandia Baru, Spanyol, Amerika Serikat, hingga Kanada ini, sengaja dibawa menjelajahi destinasi-destinasi wisata yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini.

Harapannya, turis mancanegara yang datang ke Kobar khususnya dan Kalteng pada umumnya, tidak hanya berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) saja. Akan tetapi, bisa mengunjungi destinasi wisata budaya, sejarah, hingga wisata religi yang ada. 

Wakil Bupati (Wabup) Kobar, Ahmadi Riansyah mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kobar mencapai 25 ribu orang per tahun.

“Kobar merupakan daerah yang cukup potensial. Kunjungan wisata rata-rata per tahun sampai dengan 25 ribu wisatawan. Sebagian besar tujuannya adalah ke Taman Nasional Tanjung Puting,” ucap Ahmadi pada kampanye keselamatan pelayaran di Dermaga Tanjung Puting, Kumai, Senin (8/10).

Dengan alasan itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar memprioritaskan sektor pariwisata. Ahmadi melanjutkan, pembangunan sektor pariwisata ini tentu harus didukung oleh pintu masuk dan pintu keluar di daerah, “Ini harus dibenahi dengan baik,” ujarnya. (ce/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .