MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus
Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka
Siti membersihkan tubuh Ade Putra saat menjalani perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (2/10). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun silam ia menderita lumpuh total, hingga menginjak usia 14 tahun. Kini, dia masih terbaring lemah di rumah sakit.

 

EMANUEL LIU, Palangka Raya

HAMPIR seluruh anggota tubuhnya tak dapat digerakkan secara sempurna. Ade Putra hanya bisa terbaring lemah penuh kepolosan. Mulutnya seolah mau menjerit. Slang Nasogatric Tube (NGT) tampak terpasang pada hidung, guna memasukkan makanan ke dalam tubuhnya.

Kondisi remaja kelahiran Palangka Raya 11 Juli 2004 tersebut, sangat memprihatinkan. Tak hanya sering mengalami kejang-kejang sejak di bawah usia 40 hari, tetapi juga kondisi gisi buruk yang dialaminya, kemudian memengaruhi perkembangan semua organ tubuh yang dimiliki.

Tangan. Kaki. Seluruh anggota tubuhnya terus mengecil. Putra kedua dari pasangan Indra dan Siti itu, kemudian mengalami lumpuh total sejak lima tahun yang lalu.

“Saat anak saya berusia 8 bulan, pernah mengalami koma juga. Tetapi kemudian berhasil melewati masa kritisnya. Kemudian baik-baik saja,” ungkap Siti, ibunda Ade saat disambangi Kalteng Pos, di ruang flamboyan RSUD dr Doris Sylvanus, Selasa (2/10).

Dikisahkan ibu tiga anak tersebut, buah hatinya itu kurus dan semakin menurun berat badannya sejak berusia 5 tahun. Bahkan terus mengalami kejang-kejang.

“Mungkin karena perkembangan anak saya sudah tidak normal dan bertambah parah, sehingga kondisinya terus memburuk. Tidak menujukkan perkembangan yang berarti,” tuturnya.

Perjuangan kedua orang tuanya begitu besar. Tak pernah sekalipun berpaling muka. Terus merawat anaknya dengan kasih sayang. Tak kenal lelah. Meski hidup dengan kondisi pas-pasan, tinggal di rumah kontrakan, dan suami hanya seorang tukang serabutan yang berpenghasilan tidak menentu, namun mereka telah berupaya maksimal untuk kesembuhan sang buah hati.

“Kami tidak pernah menyerah untuk kesehatan anak. Pengobatan baik medis dan alternatif, pernah kami lakukan. Bahkan pernah melakukan pengobatan sampai ke Jawa. Namun, gagal. Tidak mengalami perkembangan,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, tentu dirinya harus merawat sang buah hati dengan penuh kasih dan sayang. Menurutnya, jika tidak demikian, maka bisa dipastikan anaknya tidak akan bertahan sampai saat ini.

“Kami terus berjuang dan setia menemani anak kami dalam penderitaannya melawan penyakit, walau untuk tempat tinggal pun masih menyewa,” ungkap warga Jalan Temanggung Tilung tersebut sambil terus meneteskan air mata.

Masuknya Ade ke rumah sakit, berawal mengalami gatal-gatal pada sekujur tubuhnya. Karena kondisi terus memburuk, kedua orang tuanya mengantar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Satu harapan yang terus menghiasi di setiap doa Siti, yaitu ingin putranya sembuh dari penyakit yang dialami saat ini, sehingga dapat kembali bermain dan bercengkerama bersama kedua saudaranya di rumah. (ce/ram)


BACA JUGA

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .