MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus
Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka
Siti membersihkan tubuh Ade Putra saat menjalani perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (2/10). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun silam ia menderita lumpuh total, hingga menginjak usia 14 tahun. Kini, dia masih terbaring lemah di rumah sakit.

 

EMANUEL LIU, Palangka Raya

HAMPIR seluruh anggota tubuhnya tak dapat digerakkan secara sempurna. Ade Putra hanya bisa terbaring lemah penuh kepolosan. Mulutnya seolah mau menjerit. Slang Nasogatric Tube (NGT) tampak terpasang pada hidung, guna memasukkan makanan ke dalam tubuhnya.

Kondisi remaja kelahiran Palangka Raya 11 Juli 2004 tersebut, sangat memprihatinkan. Tak hanya sering mengalami kejang-kejang sejak di bawah usia 40 hari, tetapi juga kondisi gisi buruk yang dialaminya, kemudian memengaruhi perkembangan semua organ tubuh yang dimiliki.

Tangan. Kaki. Seluruh anggota tubuhnya terus mengecil. Putra kedua dari pasangan Indra dan Siti itu, kemudian mengalami lumpuh total sejak lima tahun yang lalu.

“Saat anak saya berusia 8 bulan, pernah mengalami koma juga. Tetapi kemudian berhasil melewati masa kritisnya. Kemudian baik-baik saja,” ungkap Siti, ibunda Ade saat disambangi Kalteng Pos, di ruang flamboyan RSUD dr Doris Sylvanus, Selasa (2/10).

Dikisahkan ibu tiga anak tersebut, buah hatinya itu kurus dan semakin menurun berat badannya sejak berusia 5 tahun. Bahkan terus mengalami kejang-kejang.

“Mungkin karena perkembangan anak saya sudah tidak normal dan bertambah parah, sehingga kondisinya terus memburuk. Tidak menujukkan perkembangan yang berarti,” tuturnya.

Perjuangan kedua orang tuanya begitu besar. Tak pernah sekalipun berpaling muka. Terus merawat anaknya dengan kasih sayang. Tak kenal lelah. Meski hidup dengan kondisi pas-pasan, tinggal di rumah kontrakan, dan suami hanya seorang tukang serabutan yang berpenghasilan tidak menentu, namun mereka telah berupaya maksimal untuk kesembuhan sang buah hati.

“Kami tidak pernah menyerah untuk kesehatan anak. Pengobatan baik medis dan alternatif, pernah kami lakukan. Bahkan pernah melakukan pengobatan sampai ke Jawa. Namun, gagal. Tidak mengalami perkembangan,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, tentu dirinya harus merawat sang buah hati dengan penuh kasih dan sayang. Menurutnya, jika tidak demikian, maka bisa dipastikan anaknya tidak akan bertahan sampai saat ini.

“Kami terus berjuang dan setia menemani anak kami dalam penderitaannya melawan penyakit, walau untuk tempat tinggal pun masih menyewa,” ungkap warga Jalan Temanggung Tilung tersebut sambil terus meneteskan air mata.

Masuknya Ade ke rumah sakit, berawal mengalami gatal-gatal pada sekujur tubuhnya. Karena kondisi terus memburuk, kedua orang tuanya mengantar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Satu harapan yang terus menghiasi di setiap doa Siti, yaitu ingin putranya sembuh dari penyakit yang dialami saat ini, sehingga dapat kembali bermain dan bercengkerama bersama kedua saudaranya di rumah. (ce/ram)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .