MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 02 Oktober 2018 11:45
Ancam Lapor ke Polda Kalteng

Terkait Kasus SHU Rp 2 M Milik Koperasi Berkah Kujan yang Belum Jelas

Martinus Maka

PROKAL.CO, NANGA BULIK – Sejak dilaporkan pada 12 September 2018, kasus dugaan penyimpangan dana sisa hasil usaha (SHU) Koperasi Berkah Kujan Bersatu di0NanO Bulik, Lamandau senilai kuranbih Rp 2 miliar, belum ada kejelasannya. Para anggota koperasi itu pun mempertanyakan proses hukum terkait kasus tersebut. Jika tak ada kejelasan, pihaknya akan menyampaikan laporan lanjutan ke Polda Kalteng.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamandau, Martinus Maka yang juga merupakan anggota koperasi Berkah Kujan Bersatu menyoroti atas lambannya perkembangan laporan pengurus koperasi masa kepemimpinan Kapiyudin periode 2018.

Martinus Maka yang juga menjabat sebagai ketua Badan Pengawas Koperasi Berkah Kujan Bersatu mempertanyakan, kejelasan terkait kasus tersebut. “Kami sebagai anggota koperasi dan pengurus ingin meminta kejelasan dari pihak kepolisian, kalaupun ada atau tidaknya unsur pelanggaran, kepolisian harus mengumumkan ini. Terlebih aduan masyarakat  sudah dilaporkan sejak 12 September lalu, hingga kini tidak ada kejelasan,” kata Maka  kepada Kalteng Pos,  Senin (1/10).

Maka menjelaskan, pihaknya minta sikap pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat membantu menyelesaikan masalah ini. “Pemda seharusnya hadir di tengah masyarakat terkait masalah ini,  agar masalah bisa cepat selesai, dan masyarakat tidak ada yang merasa dirugikan,” harapnya.

Ditambahkannya, pihaknya menanti kelanjutan kasus ini, dan mendorong kepolisian agar transparan untuk menjelaskan kepada masyarakat. “Kami tunggu sampai akhir bulan ini,  jika tidak ada perkembangan dari kepolisian,  maka laporan ini akan naikan tingkatnya ke polda,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sebelumnya, Martinus Maka beserta sejumlah anggota Koperasi Berkah Kujan Bersatu melaporkan Kapiyudin, ketua koperasi periode 2018 ke polisi pada Rabu (12/9). Laporan itu,  terkait dugaan penyimpangan dana yang berimbas pada tertundanya pembayaran sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota koperasi selama 3 bulan untuk periode Mei, Juni dan Juli 2018 senilai Rp 2 Miliar lebih.

Laporan ke polisi itu dilakukan anggota koperasi berdasarkan hasil kesepakatan bersama. Pada intinya, para anggota berharap agar pencairan dana yang tertunda selama tiga bulan segera realisasikan. “Jadi mereka sepakat pada 12 September itu,  mantan pengurus koperasi dilaporkan ke pihak berwajib dan kami berharap persoalan ini jangan sampai berlalur-larut. Kepada pihak berwajib agar cepat diproses.  Mengingat banyak anggota koperasi yang menanti kepastian pencarian dana mereka,” kata Maka.

Peramasalahan ini bermula saat koperasi Berkah Kujan Bersatu masa kepemimpinan Kapiyudin melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT)  pada 1 Agustus 2018. Dalam perjalanannya, setelah paparan dari manajemen, mayoritas masyarakat tidak menerima laporan RAT tersebut, sehingga terjadi pergantian pengurus yang lama yang kala itu dipimpin Kapiyudin.

Setelah itu, terpilihlah Ibramsyah sabagai ketua Koperasi Berkah Kujan Bersatu yang baru. Masyarakat menaruh harapan besar kepada pengurus yang baru untuk proses pencairan agar bisa segera direalisasikan.  “Namun kepengurusan yang baru justru terkendala, lantaran pengurus lama tidak mau menyerahkan aset dan tidak mau menyerahkan daftar hadir serta tidak adanya transparansi tentang simpan pokok milik peserta koperasi yang diwajibkan membayar Rp 50 ribu setiap bulan selama 1 tahun terakhir,” ungkapnya. (lan/ens)


BACA JUGA

Jumat, 17 Mei 2019 15:15

Setubuhi Anak Tiri, Ayah Dituntut 15 Tahun Penjara

NANGA BULIK - Terdakwa TR yang tega menyetubuhi anak tirinya…

Jumat, 17 Mei 2019 00:57

NAH KAN..!! ASN Penganiaya ART Dieksekusi ke Penjara

NANGA BULIK - Catarina Sirait, oknum ASN yang bekerja di Dinas…

Rabu, 15 Mei 2019 15:08

LAKA MENGERIKAN..!! Satu Tewas, Satu Kritis

KUALA KAPUAS - Kecelakaan maut merenggut korban jiwa kembali terjadi…

Senin, 13 Mei 2019 12:53

Terkunci di Mobil, Tewas Kehabisan Oksigen

PANGKALAN BUN-Mendadak warga Gang Haji Sabil, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan…

Senin, 13 Mei 2019 12:47

Hindari Lobang, Nyawa Melayang

KECELAKAAN yang menyebabkan pengendara sepeda motor tewas, kembali terjadi lagi…

Senin, 13 Mei 2019 12:46

Putra Bejat, Menjala Sambil Cabuli Bocah

PURUK CAHU- Puncak Mandala Putra, ditangkap aparat Polsek Laung Tuhup…

Minggu, 12 Mei 2019 12:21

Soal Kasus Dua Oknum ASN Mesum, Ini Perintah Bupati ke Inspektorat

KASONGAN–Kasus dua oknum ASN berinisial Yu dan IR yang sebelumnya…

Sabtu, 11 Mei 2019 12:05
Karena Kebakaran Lahan Tahun 2018

Divonis Bersalah ! PT KLM Bayar Ganti Rugi Rp89 M, Biaya Pemulihan Rp210 M

KUALA KAPUAS-Kebakaran lahan yang terjadi 2018 lalu di area perusahaan…

Rabu, 08 Mei 2019 11:54

Ramadan, Volume Sampah Bakal Tinggi

PALANGKA RAYA - Dinas Permukiman Rakyat dan Kawasan Perumahan (Disperkim) Kota…

Rabu, 08 Mei 2019 11:52

Duh, Pasien BPJS Tak Bisa Cek Kandungan di RSUD Lamandau

NANGA BULIK – Pasien BPJS yang akan memeriksakan kandungan di RSUD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*