MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT
Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama
Kejaksaan Negeri Kobar bersama PLN usai menandatangi MoU, tanda kerja sama untuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahan yang menghambat pembangunan tower SUTT. (FOTO: HUSRIN A LATIF KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit dan Pangkalan Bun. Persoalan pembebasan lahan, baik milik masyarakat maupun perusahaan besar swasta menjadi salah satu yang memperlambat proyek ini.

HUSRIN A LATIF, Pangkalan Bun

Setelah delapan tahun berlalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya siap mendukung PLN untuk melanjutkan pembangunan tersebut. Apalagi setelah adanya MoU antara kejaksaan dengan PLN setempat.

“ Apabila ada kendala, fungsi Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) siap membantu untuk menyukseskan penbangunan SUTT,”  tegas Kepala Kejari Kobar, Bambang Dwi Murcolono usai penandatangan MoU, Senin (24/9).

Dalam acara penandatangan MoU itu di hadir Kajari Kobar Bambang Dwi Murcolono didampingi Kasi Datun Budi Sulistyo, dan hadir juga manajer PT PLN UPP Pembangkit dan Jaringan Kalimanan Bagian Tengah III Marwinsyah.

Marwinsyah mengakui jika pihaknya sangat membutuhkan pendampingan hukum untuk menyelesaikan masalah di lapangan yang berkaitan dengan klaim lahan. Apalagi yang ada terkena pembangunan gardu SUTT.

“Tugas kami melakukan pembangunan infrastruktur tenaga kelistrikan khusus tranmisi SUTT 150 KV dan gardu induk, untuk jalur Sampit - Pangkalan Bun. Hampir delapan tahun ini belum selesai juga karena adanya masalah pembebasan lahan,” ungkap Marwinsyah. 

Menurut Marwinsyah, bukan saja persoalan pembebasan lahan dengan masyarakat tetapi juga perusahaan. Kadang, ujar dia, baik warga pemilik lahan maupun perusahaan, tidak memahami tujuan dari pembangunan SUTT tersebut.

Mengenai pembebasan lahan, pihaknya telah melakukan sosialisasi masalah ganti rugi. Namun masyarakat masih belum memahami sehingga belum ditemukan kesepakatan dan nilai ganti rugi. Padahal, ujar pria ini, nominal yang ditawarkan pihaknya tidak merugikan masyarakat.

"Melalui Pengacara negara akan ada kesepakatan. Sebab fungsi dari kejaksaan sebagai pengacara negara. Kami PLN menjalankan tugas negara, tetapi tidak punya kemampuan dalam menyelesaikan ini. Kejaksaanlah yang punya kewenangan,” pungkasnya. (ang)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .