MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani
Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018
Diah Isma Khairani (sebelah kiri Menkeu) berswafoto bersama Sri Mulyani dan peserta Kalbe Junior Scientist Award 2018 lainnya di Ancol, Jakarta, belum lama ini. (DIAH FOR RK)

PROKAL.CO, Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani juga tak mau dipaksa belajar. Ia sadar pentingnya belajar. Bahkan di usianya yang masih belia, murid SD Sanggau itu sudah meraih prestasi nasional.

 

KIRAM AKBAR, Sanggau

===========-=========

ALAT pencuci piring portabel (Apple) karyanya berhasil masuk 20 besar dari 1.306 karya se-Indonesia. Dari 20 karya itu, ditentukan tiga kategori, yaitu Terunggul dan Terfavorit, Terunggul, Terbaik.

“Kita dapat yang terunggul,” tutur Wiwin Asriningrum, guru pembimbing Diah, kepada wartawan, Selasa (18/9).

Hebatnya lagi, para peneliti cilik yang karyanya terpilih tersebut memaparkan karya mereka di hadapan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Tanpa canggung, Diah yang baru duduk di kelas V SD memaparkan hasil temuannya itu.

“Jadi ada yang namanya kunjungan tokoh, salah satunya adalah ke Menteri Keuangan,” ungkap Wiwin.

Hanya empat karya yang dipresentasikan. Dari Surakarta, Sanggau, Semarang, dan Bali. “Dia (Diah, red) juga ditanya dari mana, cita-citanya apa, gurunya siapa,” ucapnya.

Wiwin menyebut, yang menjadi penilaian juri pada alat pencuci piring portabel karya Diah adalah orisinalitas. Kemudian idenya dinilai sangat ‘anak-anak’ sekali. Aplikatif, bisa digunakan di mana saja dan nonlistrik. Artinya efisiensi energi.

“Idenya dari dia, kan suka lihat ibu-ibu kantinnya, kemudian melihat penjual-penjual bakso, suka ribet nyuci piring, kemudian tidak higienis, dia pun mencoba bikin satu tempat untuk mencucinya,” paparnya.

“Jadi dia saya arahkan harus begini, dan begitu, biayanya juga murah, Rp160 ribu,” imbuh Wiwin.

PT Kalbe sebagai penyelenggara sudah mendaftarkan hak paten atas temuan tersebut. “Kami kemarin sudah tanda tangan, tapi biasanya paten sudah lima tahun baru terealisasi,” tukas Wiwin.

Menurut dia, minimal, kalau tidak paten, bisa pakai desain produk. “Desain produk lebih marketable, bisa diproduksi massal, cuma kekuatan hukumnya agak kurang,” bebernya.

Diah merupakan satu di antara nama para peneliti cilik yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Sanggau di tingkat nasional. Sayangnya prestasi tersebut tak berbanding lurus dengan perhatian pemerintah setempat.

“Kami biaya sendiri berangkat dari Sanggau ke Pontianak, tiket pesawat (ke Jakarta) dibiayai PT. Kalbe, walaupun kita sudah menyampaikan (ke pemerintah setempat),” tandas Wiwin.

Diah Isma Khairani sendiri tak menyangka bisa meraih predikat Peneliti Cilik Terunggul. Ide membuat Apple itu diakuinya lantaran kerap melihat penjual di sekolahnya yang kerepotan mencuci piring dan peralatan makan.

“Ide itu disampaikan ke bu Wiwin, kebetulan tetangga saya, setelah disampaikan langsung berdiskusi dan membuat alat ini (Apple), baru didaftarkan ke Kalbe Junior, prosesnya itu sekitar tiga bulan,” ungkap Diah. 

Bagaimana rasanya memaparkan penelitian di depan Menteri Sri Mulyani? “Bahagia, tidak gugup, tak terlalu lama (memaparkan),” tutur murid yang bercita-cita menjadi Polwan ini singkat.

Apa yang diraih Diah membuat bangga orang-orang sekelilingnya. Utamanya Sang Ayah, Rusnani.

“Tak pernah membayangkan atau mengkhayalkan bisa berkesempatan seperti itu, bisa bersaing dengan anak-anak se-Indonesia,” ungkapnya.

ASN di Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau ini mengungkapkan, putrinya memang memiliki prestasi akademik yang cemerlang. “Dia selalu ranking 1,” katanya.

Namun, Diah tak punya waktu khusus belajar di rumah. “Diah tak mau dipaksa belajar, tapi memang dia punya kesadaran sendiri, memang dia lebih disiplin dari saudaranya yang lain,” pungkas Rusnani. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .