MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani
Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018
Diah Isma Khairani (sebelah kiri Menkeu) berswafoto bersama Sri Mulyani dan peserta Kalbe Junior Scientist Award 2018 lainnya di Ancol, Jakarta, belum lama ini. (DIAH FOR RK)

PROKAL.CO, Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani juga tak mau dipaksa belajar. Ia sadar pentingnya belajar. Bahkan di usianya yang masih belia, murid SD Sanggau itu sudah meraih prestasi nasional.

 

KIRAM AKBAR, Sanggau

===========-=========

ALAT pencuci piring portabel (Apple) karyanya berhasil masuk 20 besar dari 1.306 karya se-Indonesia. Dari 20 karya itu, ditentukan tiga kategori, yaitu Terunggul dan Terfavorit, Terunggul, Terbaik.

“Kita dapat yang terunggul,” tutur Wiwin Asriningrum, guru pembimbing Diah, kepada wartawan, Selasa (18/9).

Hebatnya lagi, para peneliti cilik yang karyanya terpilih tersebut memaparkan karya mereka di hadapan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Tanpa canggung, Diah yang baru duduk di kelas V SD memaparkan hasil temuannya itu.

“Jadi ada yang namanya kunjungan tokoh, salah satunya adalah ke Menteri Keuangan,” ungkap Wiwin.

Hanya empat karya yang dipresentasikan. Dari Surakarta, Sanggau, Semarang, dan Bali. “Dia (Diah, red) juga ditanya dari mana, cita-citanya apa, gurunya siapa,” ucapnya.

Wiwin menyebut, yang menjadi penilaian juri pada alat pencuci piring portabel karya Diah adalah orisinalitas. Kemudian idenya dinilai sangat ‘anak-anak’ sekali. Aplikatif, bisa digunakan di mana saja dan nonlistrik. Artinya efisiensi energi.

“Idenya dari dia, kan suka lihat ibu-ibu kantinnya, kemudian melihat penjual-penjual bakso, suka ribet nyuci piring, kemudian tidak higienis, dia pun mencoba bikin satu tempat untuk mencucinya,” paparnya.

“Jadi dia saya arahkan harus begini, dan begitu, biayanya juga murah, Rp160 ribu,” imbuh Wiwin.

PT Kalbe sebagai penyelenggara sudah mendaftarkan hak paten atas temuan tersebut. “Kami kemarin sudah tanda tangan, tapi biasanya paten sudah lima tahun baru terealisasi,” tukas Wiwin.

Menurut dia, minimal, kalau tidak paten, bisa pakai desain produk. “Desain produk lebih marketable, bisa diproduksi massal, cuma kekuatan hukumnya agak kurang,” bebernya.

Diah merupakan satu di antara nama para peneliti cilik yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Sanggau di tingkat nasional. Sayangnya prestasi tersebut tak berbanding lurus dengan perhatian pemerintah setempat.

“Kami biaya sendiri berangkat dari Sanggau ke Pontianak, tiket pesawat (ke Jakarta) dibiayai PT. Kalbe, walaupun kita sudah menyampaikan (ke pemerintah setempat),” tandas Wiwin.

Diah Isma Khairani sendiri tak menyangka bisa meraih predikat Peneliti Cilik Terunggul. Ide membuat Apple itu diakuinya lantaran kerap melihat penjual di sekolahnya yang kerepotan mencuci piring dan peralatan makan.

“Ide itu disampaikan ke bu Wiwin, kebetulan tetangga saya, setelah disampaikan langsung berdiskusi dan membuat alat ini (Apple), baru didaftarkan ke Kalbe Junior, prosesnya itu sekitar tiga bulan,” ungkap Diah. 

Bagaimana rasanya memaparkan penelitian di depan Menteri Sri Mulyani? “Bahagia, tidak gugup, tak terlalu lama (memaparkan),” tutur murid yang bercita-cita menjadi Polwan ini singkat.

Apa yang diraih Diah membuat bangga orang-orang sekelilingnya. Utamanya Sang Ayah, Rusnani.

“Tak pernah membayangkan atau mengkhayalkan bisa berkesempatan seperti itu, bisa bersaing dengan anak-anak se-Indonesia,” ungkapnya.

ASN di Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau ini mengungkapkan, putrinya memang memiliki prestasi akademik yang cemerlang. “Dia selalu ranking 1,” katanya.

Namun, Diah tak punya waktu khusus belajar di rumah. “Diah tak mau dipaksa belajar, tapi memang dia punya kesadaran sendiri, memang dia lebih disiplin dari saudaranya yang lain,” pungkas Rusnani. (*)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .