MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 20 September 2018 10:03
Pembunuhan Saat Joget Dangdut Lantaran Dendam
Plh Kapolres Kapuas AKBP Trisaksono Puspo menginterogasi dua tersangka kasus pembunuhan, di halaman Mapolres Kapuas, Rabu (19/9). (APRIANDO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS-Kepolisian Polres Kapuas menjabarkan kasus tewasnya Hendra saat pentas dangdut di Desa Tarantang, beberapa waktu lalu. Dari tiga orang yang diamankan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Kapuas menetapkan dua tersangka, yakni Pram (21) dan Boni (20).

Motif pengeroyokan tersebut dilatarbelakangi dendam lama. Tiga bulan sebelumnya, korban diduga menggores jok sepeda motor salah satu tersangka.

“Penusukan dilatarbelakangi dendam,” ungkap Plh Kapolres Kapuas, AKBP Trisaksono Puspo kepada awak media, kemarin (19/9).

Kedua tersangka menganiaya korban dengan peran masing-masing. Boni bertugas melakukan pemukulan. Sedangkan rekannya menusuk tubuh korban dari belakang. Hingga akhirnya korban yang tercatat sebagai warga Desa Pulau Telo itu, tewas bersimbah darah.

"kita tetapkan dua orang tersangka. Salah satunya memukul. Sedangkan rekannya melakukan penusukan,” jelasnya.

Ketika kejadian, secara tak sengaja tersangka dan korban bertemu di bawah panggung tempat hiburan dangdut. Salah satu dari pelaku berkata sembari menunjuk kepada korban. Ia menuduh bahwa sekitar tiga bulan yang lalu korban telah menggores jok motor salah satu dari dua tersangka.

Kemudian, pelaku Pram menonjok korban. Karena diperlakukan seperti itu, korban sempat mengejar untuk membalas. Namun, tiba-tiba tersangka lainnya Boni (20), menusuk korban dari arah belakang. Korban pun tersungkur.

"Akibat perbuatan tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 351 ayat 3, dan pasal 351 ayat 1," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pentas dangdut di Desa Tarantang berujung duka. Hendra, penonton yang tengah asyik berjoget sambil melihat pementasan itu, terlibat perkelahian. Pemuda 24 tahun itu akhirnya tewas, usai mendapat tiga tusukan pada tubuhnya. Ketika itu polisi mengamankan tiga orang, Pram, Boni, dan Fe. Dua pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Fe lepas dari jerat hukum.

Dua orang diamankan di Gapura Selamat Datang Kasongan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Sedangkan satunya ditangkap di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Jabiren Raya, Minggu siang.(ndo/ce/ram)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*