MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 19 September 2018 12:03
Sebar Hoax demi Izin Kuliah
Seorang mahasiswi berinisl HE hanya bisa menangis di hadapan kepolisian, usai diamankan karena menyebar berita hoax, Selasa (18/9). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) harus berhadapan dengan Polda Kalteng. Gadis 21 tahun itu diminta mempertanggungjawabkan penyebaran berita hoax tentang begal di Jalan Temanggung Tilung.

Melalui jejaring sosial dengan platform WhatsApp, HE alias Helniyanti itu mengirim hoax kepada dosennya. Ia mengirim sebuah video dan mengatakan bahwa Adit yang merupakan pacar adiknya telah dibegal orang, dan mengalami luka cukup parah di bagian belakang. Ia harus menemani korban di rumah sakit.

“Mendapat kabar tersebut, dosennya langsung mengizinkan yang bersangkutan tidak masuk kuliah,” ungkap Kabidhumas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan, Selasa (18/9).

Alasan HE tidak masuk kuliah, lanjut Hendra, karena sedang banyak masalah dan mau menghindari kegiatan kampus pada hari itu. Namun, tidak berlangsung lama, video dan berita tersebut menyebar di berbagai jejaring sosial.

Sayangnya, saat ditemui pihak berwajib di kediaman Nurul, dosen UMP tersebut, di Jalan Panenga, Senin (17/9), HE masih mengelak. HE mengatakan korban sedang menjalani perawatan di RS Muhammadiyah. Setelah ditelusuri, korban begal yang dirawat tidak ada.

Tak hilang akal, HE yang merupakan mahasiswa semester akhir itu berkilah, korban sedang dirujuk ke RS Banjarmasin.

“Setelah dilakukan interogasi selama dua jam di rumah Nurul, akhirnya yang bersangkutan mengaku jika telah menyebarkan berita hoax kepada dosennya. Oleh sebab itu, yang bersangkutan langsung kami perintahkan untuk datang ke Humas Polda Kalteng Selasa (18/9), untuk diberikan pembinaan,” tegas Hendra.

Untuk saat ini, yang bersangkutan masih diberikan pembinaan. Jika di kemudian hari masih melakukan hal serupa, barulah pihak Polda Kalteng melakukan penindakan tegas.

“Pihak UMP juga diberikan sanksi, yakni memberikan sosialisasi terhadap mahasiswanya untuk masalah hoax ini,” pungkasnya.

HE pun telah melakukan permintaan maaf kepada seluruh warga Kalteng khususnya Palangka Raya, yang telah merasa resah akibat hoax yang dikirimnya kepada dosen di kampusnya.

“Karena pada saat itu saya sedang banyak masalah. Jadi tidak ingin melakukan aktivitas kampus. Karena itu saya menyebarkan berita hoax tersebut, agar diberikan izin oleh dosen Nurul,” ungkapnya dengan penuh penyesalan.

Nurul juga mengaku, HE merupakan mahasiswi kesayangannya di jurusan pendidikan guru. Ia pun kaget mendapat berita pembegalan di Jalan Temanggung Tilung.

“Saya sempat membagikan video tersebut di salah satu grup WhatsApp para dosen,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas UMP, Misyanto membenarkan adanya mahasiswi semester akhir yang dipanggil Polda. Menanggapi permintaan Polda Kalteng, pihaknya pun bersedia memberikan sosialisasi kepada seluruh mahasiswanya terkait hoax.

“Dengan adanya kejadian tersebut, kami siap memberi sosialisasi tentang berita hoax kepada seluruh mahasiswa, agar hal tersebut tidak terulang kembali. Kami akan mengajak Polda Kalteng untuk memberikan edukasi secara langsung kepada para mahasiswa,” bebernya. (idu/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*