MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut
Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum
Pemilik dan pemeran badut setelah tampil di Bundaran Besar Palangka Raya, beberapa waktu lalu. (ANISA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa membantu masyarakat. Menjadi badut misalnya. Menghibur diri sambil mengais rezeki.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

========-=====================

SEKILAS tampak goyangan badut Pikachu itu lemah gemulai. Menggemaskan. Dari jauh terlihat mungil. Merah. Kuning. Hijau. Biru. Seperti pelangi. Ketika mendekat, berbicara dengannya tentunya harus mendongak. Seorang pria mengenakan kostum Pikachu, beraksi di Bundaran Besar saat Car Free Day (CFD), setiap Minggu pagi.

Pikachu… Pikachu… Suara itu muncul dari boneka besar berwarna kuning. Ya. Dia badut Pikachu. Lucu. Setiap yang melihat, pasti ingin mencubitnya.

Dikerumuni anak-anak, boneka Pikachu itu sepertinya tak kalah menggemaskan. Ada yang mendekat dan memeluk. Ada yang menangis karena takut. Mungkin karena posturnya yang sangat besar. Yang menarik perhatian, sebuah kotak di depanya. Bertuliskan ‘bayar sukarela’.

Diamati dari jauh, dengan sedikit penasaran, akhirnya Kalteng Pos bisa menemui dan bincang-bincang dengan sosok di balik kostum boneka itu.

Setelah sekitar satu jam melihat lenggak-lenggoknya menghibur, boneka itu pergi meninggalkan tempat tampilnya. Dia menabrak tiang listrik lalu jatuh. Sontak pengunjung CFD di sekitar pun tertawa. Ternyata itu sengaja dilakukan, sebagai salah satu aksinya untuk menghibur.

Setelah saya ikuti. Dia menghampiri sekumpulan orang yang juga banyak badut di sekitarnya. Ya. Itulah tempat mereka berkumpul sebelum dan sesudah tampil di CFD. Tepat di belakang ikon Palangka Raya Kota Cantik. Dia membuka kostumnya. Tertawa. Seperti lega. Peluh keringat bercucuran. Tak sedikit. Selepas itu, dia menuangkan kotak yang ternyata berisi uang. Menghitung dan merapikannya.

“Bos, bayar sekarang kah bos,” celetuk seorang yang baru selesai menghitung uangnya. Membuat tanda tanya di kepala saya, siapa bosnya?

Saya menghampiri. Ikut berfoto. Ikut tertawa. Saya meminta izin untuk berbincang-bincang. Bapak-bapak berkulit gelap yang dipanggil bos tadi, menyisihkan waktunya.

Arif Rahman namanya. Diceritakannya, saat dirinya menonton Youtube pada 2013 lalu dan melihat aksi badut di ponselnya itu, muncullah ide untuk meniru.

Pria 30 tahun ini rela mengeluarkan uang Rp4 juta, hasil kerjanya menjadi seorang tukang parkir saat sore dan petugas kebersihan saat pagi. Ia membeli dua buah kostum badut. Masing-masing seharga Rp2 juta. Angry Bird dan Spongebob. Ia memperagakan badut itu bersama kakak kandungnya, Auliya Rahman.

“Dulu. Pagi saya jadi pasukan oranye. Sore jadi tukang parkir. Setelah membeli kostum badut, gantian dengan kakak saya. Saya jadi badut, dia jaga parkir. Begitupun sebaliknya,” tuturnya sembari mengenang masa lalunya.

Saat itu, kedua pria kakak beradik ini menampilkan badutnya di Bundaran Kecil Kota Palangka Raya. Lima bulan kemudian, Arif merasa usahanya terlihat menguntungkan. Ia membeli dua buah badut lagi. Dan mulai tampil di Bundaran Besar saat CFD.

Kini, bos badut ini memiliki 14 buah badut dengan berbagai karakter. Disampaikannya, total modal yang digelontorkan hingga Rp35 juta. Namun, modal itu sudah terbayarkan dengan penghasilan yang ia dapatkan. Setiap harinya, diakui pria beranak dua ini, ia mendapat keuntungan Rp500 ribu per hari.

“Alhamdulillah, penghasilannya untuk kehidupan sehari-hari. Modal sudah balik. Bisa membeli rumah dan tanah tiga kaveling,” sahutnya.

Saat ini, lokasi tampil tak lagi di Bundaran Kecil, melainkan beralih di Taman Pasuk Kameluh. Minggu tetap di Bundaran Besar. Tidak hanya itu, diakuinya sering mendapat panggilan untuk tampil dalam perayaan ulang tahun.

Meskipun usahanya berkembang, pria ini masih tetap mengabdikan dirinya sebagai pasukan oranye.

“Ya mbak, sejak 2005, jika pagi jadi pasukan oranye. Sore jadi badut. Sekarang tetap jadi pasukan oranye, tapi tidak lagi tampil jadi badut. Anak buah saja yang tampil,” sambungnya.

Selain untuk mengais rezeki, pria asal Banjarmasin ini mengaku sangat bangga menjadi badut. Ada kesenangan tersendiri. Bahagia bisa menghibur orang. Terlebih bangga lagi, ia bisa membantu saudara-saudaranya menambah penghasilan. Pasalnya, ia memiliki anak buah hingga 13 orang. Hampir seluruhnya adalah saudaranya sendiri.

“Seneng mbak. Hasilnya lumayan. Hibur orang. Juga bisa bantu saudara tambah penghasilan. Saat siang mereka kerja lain. Sore, ambil kostum di rumah saya dan tampil sebagai badut,” ungkapnya sembari menunjukkan siapa saja saudaranya.

Ditunjuklah salah seorang kakaknya. Auliya Rahman. Menghampiri saya, juga menyampaikan suka dan dukanya menjadi badut. Dikatakannya, menjadi badut sangat asyik.

“Senang apabila ada anak-anak tertawa melihat saya. Kadang juga sedih jika ada yang takut. Padahalkan saya lucu,” celotehnya sambil tertawa.

Kisah menjadi badut penuh warna. Tidak hanya suka. Duka pun dialaminya. “Panas,” itulah jawaban singkat saat saya bertanya duka apa yang dialami. Bagaimana tidak? Berada di dalam kostum yang tebal, di bawah terik matahari. “Justru itu yang membuat saya tambah senang. Panas-panas menghibur orang. Tapi ya bagimana lagi? Sudah pekerjaan saya. Tapi saya menikmatinya,” tambahnya.

“Penghasilan lumayan. Buat tambah-tambah biaya kehidupan sehari-hari. Penghasilan di kotak milik saya dibagi dua dengan pemilik kostum. Alhamdulillah, bersyukur sekali,” tutupnya. (*/ce)


BACA JUGA

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .