MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 17 September 2018 09:42
Karhutla, 18 Rumah Transmigran Terbakar
Rumah milik transmigran Desa Kahuripan terkena dampak karhutla, Sabtu lalu. (POLSEK KAPUAS MURUNG FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari ini berdampak luas. Sebanyak 18 rumah warga transmigran terbakar di wilayah Desa Kahuripan Permai, Kecamatan Dadahup. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Plh Kapolres Kapuas AKBP Trisaksono Puspo, melalui Kapolsek Kapuas Murung Ipda Subandi mengatakan, karhutla terjadi di lahan gambut semak belukar, dan mengakibatkan terbakarnya 18 rumah warga.

Kebakaran hebat terjadi Sabtu (15/9). Mulai dari pagi hingga pukul 19.00 WIB. Api berasal dari semak belukar gambut dan dedaunan kering yang terbakar, lalu terbawa angin.

 “Kemudian membakar semak belukar kering dan merembet ke permukiman masyarakat," katanya,  Minggu (16/9).

Orang nomor satu di Polsek Kapuas Murung tersebut menjelaskan, adapun beberapa pemilik rumah yang terbakar dampak dari kebakaran lahan semak belukar gambut sebanyak 18 rumah.

Masyarakat bersama tim terpadu karhutla sudah berupaya dengan maksimal untuk memadamkan api agar tidak merambat ke permukiman. Namun tetap tidak bisa terpadamkan.

Beberapa hambatan, antar lain karena kurangnya sumber air di lokasi kebakaran, angin yang sangat kencang sehingga memudahkan perambatan api, terpecahnya titik api di lokasi lahan gambut kering, lokasi yang susah terjangkau, serta kurangnya selang pemadam ke lokasi kebakaran.

"Untuk kerugian meterial belum bisa diperkirakan, karena pemilik rumah sebagian tidak berada di tempat. Banyak yang berdomisili di luar transmigrasi karena bekerja," pungkasnya.

 

Karhutla Sasar Perkantoran Pemko

Karhutla juga terjadi dan masuk ke areal perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Jalan Soekarno. Api begitu cepat menjalar karena terbawa angin. Sejumlah petugas pun kewalahan ketika melakukan pemadaman.

Salah satu koordinator lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Erslan mengatakan, indikasi api dalam kebakaran lahan seluas dua hektare lebih ini belum diketahui. Ada dugaan kuat api berasal dari tengah, di sekitar Jalan Soekarno.

“Kalau soal asal api dari mana, sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun menurut pengamatan kami saat patroli, api berasal dari tengah lahan sekitaran Jalan Soekarno,” jelasnya sambil menunjuk asal api.

Pantauan Kalteng Pos di lapangan, terlihat sejumlah petugas bahu-membahu memadamkan api yang melahap sekitar lebih dari dua hektare lahan di kompleks perkantoran pemko. Petugas pemadam juga mengalami kesulitan mencari sumber air. Pemadaman manual terpaksa dilakukan, dengan menggunakan ranting pohon. Empat jam berkobar, api pun berhasil dikuasai, setelah anggota TNI dan kepolisian turut membantu melakukan pemadaman.

 

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kebakaran yang sering terjadi di wilayah tersebut, karena tuan tanah yang ingin membersihkan lahan dengan cara praktis.

“Beberapa kali kebakaran di sini karena ada orang tertentu yang membuka lahan dengan membakar, lalu pergi begitu saja. Kami sering melihat ada orang, tetapi kami biarkan saja tanpa mau menegurnya,” ungkapnya kepada kalteng Pos di lokasi. (*old/ce/ram)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*