MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 10:11
ADUH..ADUH..!! Korban Campak Terus Bertambah
ILUSTRASI

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Korban penyakit campak terus bertambah setiap harinya. Hingga kemarin malam (13/9), tercatat sudah 49 jiwa terkena campak di Kapuas. Empat korban tambahan ditemukan pihak Dinas Kesehatan Kapuas. Di Pulau Kupang 3 kasus, dan Pulau Telo 1 kasus.

Status kejadian luar biasa (KLB) ditetapkan, karena dalam sepekan ditemukan 18 kasus. Lalu bertambah  17 kasus lagi. Kemudian, dalam tiga hari terakhir bertambah 14 kasus.

 “Kemungkinan besar akan terus bertambah lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Apendi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kapuas dr Tri Utami, Kamis (13/9).

Untuk saat ini belum bisa dikatakan rubella, sebelum hasil dari laboratorium tersebut keluar. Masih dikategorikan campak klinis, karena gejala keduanya hampir sama. Satu-satunya pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan imunisasi dan diberi obat. Karena virus tersebut cepat menular melalui udara,  maka masyarakat yang belum terkena dampaknya diharapkan segera melakukan imunisasi. Sekarang pihaknya terus melakukan koordinasi dengan provinsi.

"Terkait dengan status KLB ini, masyarakat diharapkan waspada dan jangan ragu untuk melakukan imunisasi.  Bagi yang sudah terkena, untuk sementara waktu dianjurkan tidak ke sekolah dan berkantor. Tingkatkan daya tahan tubuh. Jika ada gejala demam, keluar merah-merah, segera periksakan ke dokter terdekat," imbuhnya.

Terpisah, kasus campak menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng. Begitu juga dengan rubella. Kasusnya terus bertambah selama tahun 2018 ini. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Yayu Indriaty menjelaskan, orang yang rentan terpapar virus campak adalah mereka yang belum diimunisasi campak. Sebab, daya tahan tubuh mereka rendah terhadap virus. Bahkan orang yang pernah diimunisasi campak juga masih bisa terkena, walaupun dampak akan lebih ringan.

“Yang sudah pernah diimunisasi saja masih bisa terkena virus campak. Apalagi yang belum imunisasi. Tentu rentan,” ujar Yayu kepada Kalteng Pos, Kamis (13/9).

Dia mengungkapkan, dua virus tersebut memiliki gejala yang tak jauh berbeda. Ciri-cirinya sama. Seperti demam, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, mata merah meradang, dan beberapa ciri lainnya.

“Orang yang terkena campak bisa saja membawa virus rubella. Dua hal ini berdekatan sekali. Cirinya sama. Namun ketika diperiksa di laboratorium, bisa saja negatif campak, namun positif rubella. Tetapi jarang yang terkena campak ingin periksakan diri untuk tahu lebih lanjut, karena biayanya mahal. Bisa sampai Rp600-700 ribu untuk cek campak. Belum lagi pemeriksaan rubellanya,” kata wanita berjilbab ini.

Dia mengungkapkan, orang atau anak yang terkena campak baru mau diperiksa lebih lanjut, ketika sudah terjadi kecacatan, keguguran, dan sebagainya. Jika belum mengarah pada hal tersebut, belum mau lakukan pemeriksaan.

“Biasanya mau periksa ini kalau sudah keguguran, cacat anaknya, atau abortus. Tiga orang yang terkena rubella di Kalteng, disebabkan hal itu,” imbuhnya.

Yayu menjelaskan, Dinkes Kalteng sebenarnya memiliki data yang mengarah pada banyaknya kasus rubella di Kalteng.

“Kalau curiga rubella banyak. Sebab ada kelainan-kelainan yang mirip penderita rubella. Hanya saja belum bisa memastikan. Seperti tuli-dengar karena gangguan telinga, gangguan mata, cacat bawaan, dan beberapa hal lain. Kalau dikejar itu memang bisa ketemu,” jelasnya.(uni/ndo/ce/ram)

 

YANG PERLU DIKETAHUI SOAL CAMPAK-RUBELL

 

#Masa Inkubasi:

Masuknya virus ke dalam tubuh dengan gejala campak setelah 7-14 hari.

 

#Tanda dan gejala Campak dan Rubella

  1. Demam, batuk kering
  2. Pilek, sakit tenggorokan
  3. Mata merah meradang, diare
  4. Muncul bintik-bintik kecil berwarna putih dengan warna putih kebiruan di tengahnya (ditemukan pada lapisan dalam pipi)
  5. Ruam kulit berwarna merah kecil-kecil rapat dan merata.

(di leher, daerah belakang telinga, dahi, dan muka).

  1. Sistem kekebalan tubuh menurun. Berimbas ke radang paru, radang selaput otak, dan mengalami kebutaan.

 

#Cara Penularan:

-          Melalui udara.

-          Melalui percikan dari batuk atau bersin.

 

#Penanganan

  1. Pada kasus awal terapi rawat jalan dengan:
    1. Memberikan vitamin A.
    2. Jika panas, diberikan obat penurun panas.
    3. Mata merah akan diberikan obat salep mata.
    4. Diberikan asupan cairan dan nutrisi yang baik.
    5. Kontrol ulang setelah dua hari pengobatan.

 

*Jika ibu hamil terinveksi rubella, maka dapat menyebabkan bayi cacat sejak lahir, seperti;

-           Retardasi mental.

-           Penyakit jantung bawaan.

-           Gangguan pendengaran.

-           Gangguan penglihatan.

Sumber: Dinkes Kalteng


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 13:20

CATAT..!! Kapolda Jamin Keamanan Surat Suara

PALANGKA RAYA-Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko menyampaikan kepada seluruh…

Kamis, 18 April 2019 11:42

Gubernur : Siapapun yang Terpilih, Doa kan yang Terbaik

PALANGKA RAYA-Sebagai warga negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memiliki hak…

Rabu, 17 April 2019 13:30

Penggiat Lingkungan Desak Perusahaan Pemilik Tongkang Ditindak

Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan Jembatan Tumbang Samba di Kecamatan…

Selasa, 16 April 2019 10:28

BRAKKKK...!! Tongkang Hantam Jembatan Belum Jadi, Begini Kondisinya

KASONGAN–Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima…

Selasa, 16 April 2019 10:25

Motor Tabrakan Dahsyat, Satu Tewas

PALANGKA RAYA- Adu kuat dua kuda besi di Jalan Tingang…

Selasa, 16 April 2019 10:23

NGERI..!! Pakai Tombak dan Parang, Mertua dan Temannya Bunuh Menantu

AKSI kejahatan yang mengakibatkan nyawa melayang tak terhindarkan. Di Sepang,…

Selasa, 16 April 2019 10:21

BUAT CALEG, INGAT YA..!! Suara Banyak, Belum Tentu Terpilih, Begini Hitung-Hitungannya....

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 akan memasuki babak akhir. Besok, 17…

Senin, 15 April 2019 11:19

Bahan Melimpah, Harga Rotan Murah

PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI…

Minggu, 14 April 2019 13:41

3 Bulan Pascaoperasi, Apa Kabar Terbaru Wanita Tergemuk di Kalteng Itu..??

Pihak RSUD dr Doris Sylvanus kembali menimbang berat badan Titi…

Minggu, 14 April 2019 13:39

Pedagang Ngeluh Harga Bawang Mahal, Ini Kata Mendag

PALANGKA RAYA - Para pedagang keluhkan naiknya harga bawang kepada Menteri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*