MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 13 September 2018 10:41
Ketika Mahasiswa Menuntut Program Tak Prioritas Dipending
Harga Sembako Naik Akibat Melemahnya Rupiah
Bupati Kobar Hj Nurhidayah didampingi Ketua DPRD Triyanto menerima perwakilan Kammi Pangkalan Bun yang mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah terkait melemahnya rupiah, Rabu (12/9). (FOTO: HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Pangkalan Bun melakukan aksi damai di depan Kantor DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu pagi (12/9). Mereka mempertanyakan kebijakan pemerintahan daerah untuk menyikapi masalah rupiah yang terus melemah.

HUSRIN A LATIF, Pangkalan Bun

Beberapa perwakilan kelompok yang menggelar aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua Kammi Pangkalan Bun, Ari Putra Pamungkas menyebutkan, dampak dari melemahnya rupiah sangat terasa oleh masyarakat. Harga sembako semakin naik. Apalagi kebutuhan pokok sangat bergantung pada impor.

Hal ini juga akan berdampak pada meningkatnya lajur kemiskinan dengan tidak adanya peningkatan penghasilan bahkan sama sekali tidak mempunya penghasilan akibat di PHK maupun menganggur. Maka dari itu, pengurus pusat melalui bidang kebijakan publik mendesak pemerintah lebih serius menyelamatkan rupiah dari keterpurukan.

Beberapa menit melakukan aksi, perwakilan dari kelompok yang melakukan aksi damai diterima oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah, Ketua DPRD Triyanto dan beberapa anggota dewan lainnya.

Hj Nurhidayah mengaku, menyambut sangat baik sekali aksi damai tersebut. Siapapun kata bupati, punya hak menyampaikan aspirasinya, terutama di Kobar.  “Dampak ini (rupiah melemah) bukan hal yang bukan negara kita Indonesia saja. Tetapi ada negara lain di Asia juga, yang dengan fluktuasi dolar yang cukup menggangu stabilitas ekonomi,” kata bupati.

Menurut bupati, Jelas itu nanti dampaknya juga berpengaruh di Kobar, terutama yang kondisi saat ini, barang-barang kebutuhan pembangunan hampir 60 persen dari ekspor. “Saya sudah sampaikan kepada peserta aksi damai. Apa kebijakan pemerintah daerah? Tentunya akan kita evaluasi, belanja-belanja. program pemerintah daerah terutama akan mempengaruhi pada efek pembangunan,” teragnya.

“Makanya yang tidak prioritas akan dipending dulu. Jadi yang prioritas saja dulu yuang akan dilakukan,” tambah Bupati sembari menyebut, berkaitan dengan daya beli masyarakat di Kobar sejauh ini masih terpantau aman.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kobar Triyanto menyatakan, pihaknya akan segera menyampaikan hal yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa melalui Kammi Pangkalan Bun. “Hal ini merupakan bentu rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negara ini. Kita ingin semuanya kembali normal. Dan pemerintah melalui kritikan ini, bisa segera mengambil kebijakan,” tegasnya. (ala/ang)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:23

Mabuk Dulu, Lalu Hajar Bini Sampai Bonyok

SAMPIT – Seorang suami berinisial DP tampak pasrah setelah menjalani pemeriksaan…

Kamis, 14 Maret 2019 15:04

Ibu Salat, Anak Lenyap, Hanya Ditemukan Baju dan Sandal di Lanting

SAMPIT - Warga Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 14 Maret 2019 11:25

Terobos Lampu Merah, Berakhir di Ruang Kamboja

PALANGKA RAYA-Yogi akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang UGD RSUD…

Minggu, 10 Maret 2019 12:52

Orang Utan Tua Masuk ke Pemukiman Warga

MUARA TEWEH- Warga dibuat geger oleh kehadiran seekor orang utan (Pongo…

Minggu, 10 Maret 2019 12:48

Kejar-Kejaran, Maling Ponsel Ini Nyaris Mati

Aksi kejar-mengejar terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 10,5 sekitar…

Rabu, 06 Maret 2019 10:55

Soal CPNS Kapuas Murni Kesalahan Data dari Kabupaten, Ini yang Dilakukan...

Polemik dugaan manipulasi data CPNS Kabupaten Kapuas masih terus berlanjut.…

Kamis, 28 Februari 2019 10:37

Oknum Karyawan J&T Express Terlibat Pencurian

SAMPIT-Usai sudah aksi tiga orang pelaku HN, RI dan IW.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:38

Asmara Pukul Istri dan Aniaya Mertua hingga Pingsan

SAMPIT - Entah apa yang ada dalam benak Bayu Asmara.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau

Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa

Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:11

MENDESAK..!! Karena Sering Dihantam Banjir, Perlu Dibangun Ini

PALANGKA RAYA-Tiap musim hujan, banjir kerap melanda jalan di Bukit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*