MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 13 September 2018 10:24
NASIB..NASIB..!! Honor Guru Delapan Bulan Tak Dibayar

Nasib 81 Guru Honor Diselesaikan Melalui RDP

ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Sebanyak 81 orang guru tidak tetap (GTT) bidang studi Penjaskes dan Agama di Kota Palangka Raya, mempertanyakan nasib insentif mereka. Honor guru ini belum dibayarkan sejak dilimpahkan pengelolaannya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Oktober 2017 lalu, dan mulai aktif Januari 2018.

GTT atau guru honor di Kota Palangka Raya tidak mendapat honor selama delapan bulan lamanya. Atau per Januari-Agustus 2018. Mereka terdiri dari 50 guru SD dan 31 guru SMP.

Stagnannya pembayaran insentif ini, terkuak dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Kota Palangka Raya, Rabu (12/9).

RDP mempertemukan perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Daerah (Bapedda), dan perwakilan GTT.

Pertemuan menghasilkan keputusan honor untuk 81 orang GTT akan mulai dibayarkan sejak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 188.45/409/2018 pada September 2018. Dengan jumlah honor sebesar Rp1 juta per bulan hingga Desember 2018. Para GTT ini harus mengikhlaskan honor mengajarnya sejak pelimpahan pengelolaan dari Pemprov Kalteng sampai dengan Agustus 2018.

Sebelumnya dalam RDP tersebut, Kadisdik Kota Palangka Raya Sahdin Hasan mengatakan, SK yang diterbitkan tersebut hanya merupakan jaminan terhadap GTT. Sebagai pegangan agar kepala sekolah tidak semena-mena bisa memindahkan GTT yang sudah di-SK-kan. Serta sebagai jaminan insentif dari pemerintah kota sebesar kemampuan daerah.

“Memang SK ini tidak memuat secara rinci berapa besaran insentif yang didapatkan dan bagaimana penghitungan insentif. Hanya sebagai jaminan bagi GTT,” ucapnya.

Dikatakannya, ke depan pihaknya akan melakukan verifikasi terkait GTT yang masih aktif. Sehingga nantinya dapat terdata dengan akurat dan di-SK-kan lagi untuk perjanjian kontrak kerja tahunan, seperti halnya pekerja tidak tetap (PTT). Namun untuk GTT, honornya akan dihitung berdasarkan jam mengajar di sekolahnya.

“Sesuai dengan kata Kepala Bidang PK Berlianto, verifikasi ditargetkan akan selesai pada 24 September ini,” sebutnya.

Sementara itu, Sekertaris Bapedda Suwito mengatakan, walaupun pelimpahan GTT ke Pemko Palangka Raya sejak Oktober 2017, pihaknya baru menerima ketetapan pada Agustus 2018. Sehingga, Bapedda bersama BPKAD baru bisa mengalokasikan anggaran saat APBD-Perubahan.

“Kalau tidak salah, pelimpahannya November 2017. Tapi baru masuk ke kami bulan kemarin,” ucapnya.

Namun, ditambahkannya, untuk pembayaran honor nantinya, tidak bisa menggunakan SK tersebut. Karena di sana tidak mencantumkan besaran honor. Apalagi keadaan keuangan kota yang sedang dirasionalisasikan.

Di tempat yang sama, Plt Kepala BPKAD Absiah mengatakan, pemko telah menyiapkan dana Rp324 juta. Namun untuk pencairan gaji GTT tersebut, memerlukan aturan dan mekanisme yang jelas. Penghitungan insentif harus jelas dituangkan dalam SK.

“Semuanya harus merujuk pada aturannya, seperti apa. Karena di sana ada hak dan kewajiban. Semuanya memerlukan payung hokum. Uang negara harus dikeluarkan berdasarkan aturan,” tuturnya.

Walaupun sedikit kecewa karena honor setelah pelimpahan sampai Agustus 2018 tidak dicairkan, GTT merasa cukup puas karena ada kepastian honor. Seperti yang diungkapkan Sumarni. Dia mengaku ikhlas mengabdi untuk dunia pendidikan.

 

“Harapan ke depan, tolong perhatikan kami. Ketika kami turun ke sekolah, kami benar-benar mengajar. Mau ikut Tes CPNS juga tidak mungkin, karena rata-rata kami sudah berusia di atas 40 tahun,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdik Palangka Raya, Berlianto menyatakan, sebanyak 81 GTT di Palangka Raya adalah pelimpahan dari provinsi sejak bulan Januari 2018. “Sehingga, pemberian gaji terhadap GTT diberikan provinsi hanya sampai 2017. Terhitung mulai Januari sampai September, GTT tidak mendapat gaji,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan, yang diketahui pihaknya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur, GTT itu sebagai guru SD dan SMP khusus mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan Agama.  Sejak pelimpahan ke kota, Disdik melakukan pengajuan dan pengusulan kepada wali kota. Apakah Disdik harus menggaji GTT itu. Sementara, kota sendiri mempunyai tenaga honorer, yang penggajiannya juga diambil 15 persen dari dana biaya operasional sekolah (BOS).

Hingga saat ini masih melakukan aktivitasnya sebagai tenaga pengajar. Meskipun, berdasarkan laporan yang masuk, dari 81 GTT tersebut, ada beberapa yang sudah tidak aktif lagi mengajar. “Laporan ada. Beberapa yang tidak masuk mengajar. Tapi, data itu belum semuanya masuk ke kami,” jelasnya. (awa/*abw/ce/ram)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:04

Mantan Istri Yantenglie Diperiksa Tujuh Jam

WAKIL Ketua DPRD Katingan Endang Susilawatie dimintai keterangan terkait hilangnya kas daerah semasa…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:02

JANGAN MACAM-MACAM..!! ASN Tidak Netral Bisa Dipidana, Sanksi Penjara Dua Tahun

PALANGKA RAYA-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalteng Satriadi dengan tegas mengatakan, Aparatur…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:02

INGAT..!! Jangan Sampai Kehilangan Hak Pilih

PALANGKA RAYA-Daftar pemilih sudah seharusnya tanpa kesalahan. Sebab, siapa saja berhak memilih dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:01

Pencuri Uang Amal Masjid Ditangkap Polantas

PALANGKA RAYA- Terhenti sudah pelarian pencuri uang yang ada di kotak amal masjid, yang terjadi beberapa…

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:42

Proyek GOR Mandek, Masih Kurang Rp24 M

PALANGKA RAYA-Mimpi masyarakat Kalteng memiliki gelanggang olahraga (gor) indoor, belum sepenuhnya terwujud.…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .