MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia
Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan
Cecep (kanan) berkomunikasi menggunakan bahasa tulisan dengan Redaktur Pelaksana (Redpel) Kalteng Pos, Agus Pramono, kemarin¬¬¬. (AZUBA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara kepulauan terbesar di dunia ini, dengan berjalan kaki.

 

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

 

MODAL nekat. Itulah yang dilakukan Cecep Juanda. Pria paruh baya kelahiran 17 Agustus 1964 itu, berkeliling Indonesia dengan jalan kaki. Ketika sampai di Kalteng, menyempatkan mampir di Gedung Biru Kalteng Pos, kemarin (12/9).

Pria berkepala plontos itu tergabung dalam anggota Pramuka Luar Biasa Tunarungu Gugus Depan Sekolah Luar Biasa (SLB) D YPAC Bandung.

Raut wajahnya menunjukkan keteguhan. Mengenakan seragam pramuka yang ia banggakan. Secarik kertas dan alat tulis menjadi pengganti perbincangan. Mempersilakan untuk menuliskan beberapa pertanyaan. Lalu Cecep merangkai kata dengan tinta hitam.

“Mau keliling Indonesia. Ini menuju Sampit, lalu ke Pontianak,” begitu jawaban yang ditulis di secarik kertas, ketika ditanya mau ke mana.

Ada map tebal yang dibawanya. Semua berisikan lembaran kertas yang menunjukkan bukti, bahwa ia pernah berkunjung di instansi pada setiap daerah yang dikunjungi. Ada juga fotonya bersama beberapa pejabat.

Menempuh perjalanan panjang, dari satu daerah ke daerah lain, kadang mesti harus menyeberangi lautan, tak menurunkan sedikit pun semangatnya. Selama misi mulianya belum terselesaikan, kakinya tak akan pernah berhenti untuk melangkah. Meski di era modern ini banyak alternatif transportasi yang bisa digunakan seperti motor, namun ia tak tertarik. Tetap pada prinsipnya. Berjalan kaki. Sepintas, mungkin akal sehat tak dapat menerima. Tapi itulah yang dilakukan pria bersahaja itu. Misi yang mau dikampanyekannya. Ajakan untuk hidup sehat dengan berjalan kaki. Baginya, jalan kaki itu sehat.

Sebagai modal perjalanan, ia juga membawa tas. Berisikan dua lembar baju, dua lembar jaket, dan dua lembar celana.

Sebelum menginjakkan kaki di Kalteng, bapak satu anak itu sudah terlebih dahulu mengelilingi Pulau Jawa, Bali. Selain itu, ada juga beberapa daerah yang sudah dikunjungi seperti NTT, Ambon, Maluku, Papua Barat, Kaltim, dan Kalsel.

Dalam perjalanannya, ia menginap di hotel kelas melati. Makan pun seadanya. Tidak makan daging ayam, sapi, ikan, dan telur. Ia hanya mengonsumsi sayur dan buah. Dirinya pun tidak pernah meminta uang dari orang lain selama perjalannya. “Tidak mau minta-minta uang dengan orang, malu,” ungkapnya dalam tulisan.

Satu-satu teknologi modern yang digunakannya adalah ponsel. Itu pun dimanfaatkan demi memperlancar perjalanan panjangnya. Yang menjadi pegangan dan kekuatannya adalah kepercayaan kepada Yang Mahakuasa. “Tuhan itu selalu menjaga,” tulisnya pada secarik kertas. Imannya itu yang menguatkannya, mampu menempuh perjalanan sejauh ini, tanpa pernah mengalami sakit. Sungguh, luar biasa.­

 “Sudah 10 tahun menghabiskan waktu untuk keliling,” tulisnya lagi.

Suami dari Yolita ini menyebut, motivasinya melakukan perjalanan ini semata-mata untuk mengampanyekan hidup sehat. Tidak kalah pentingnya, untuk bersilaturahmi. Mengampanyekan persatuan dan kesatuan untuk Indonesia tercinta.(*/ce)


BACA JUGA

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*