MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 07 September 2018 09:54
KENAPA INI ..?? Air Danau Sembuluh Mengeruh

Pembuangan Limbah Musi Rawas Tak Diketahui

Danau Sembuluh di Desa Tabiku, tampak dikelilingi perkebunan kelapa sawit. Tak hanya membuat air danau berubah warna, air sumur pun memutih, Rabu (5/9). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA PEMBUANG-Kondisi air di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan tampak mengeruh. Air yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari, mulai tidak dimanfaatkan oleh sebagian warga Desa Tabiku dan sekitar danau.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tabiku, Ahmad mengatakan, warga sekitar saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sumur bor di rumah warga, kondisinya juga sangat mengkhawatirkan. Tidak jernih. Berwarna keputih-putihan.

Walaupun keberadaan sumur bor yang dimiliki warga sudah mencapai kedalaman 11 meter, tetap belum mendapatkan air bersih layak pakai. Diperparah dengan kondisi air danau yang diduga sudah tak layak dan warnanya berubah. Diduga, tercemar limbah pabrik sawit.

“Kami menduga kondisi air danau tidak layak pakai, karena diduga akibat adanya pencemaran. Warga enggan memanfaatkan air ini untuk minum atau masak, karena dinilai tidak layak,” ungkapnya.

Masyarakat di empat desa yakni Desa Tarawan, Bangkal, Sembuluh Tabiku, dan Lampasa mengalami hal yang sama. Pihaknya menduga adanya limbah atau racun, membuat kualitas air sudah sangat tidak layak.

Ketika Kalteng Pos mengunjungi danau, warga hanya memanfaatkan air danau untuk mandi. Hal itu dilakukan, karena memang tidak ada lagi air yang bisa dimanfaatkan. “Kami tidak ada yang berani menggunakan air danau ini untuk minum atau memasak. Kami dan beberapa warga merasa takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap warga sekitar, Amat.

Pantauan di lapangan, Danau Tabiku surut dan warnanya cukup keruh. Sedangkan untuk bau yang dikeluhkan, memang tidak begitu menyengat. Layaknya air danau biasa saja. Selain mengunjungi danau, Kalteng Pos juga memantau beberapa anak sungai yang terlihat mengering dan keruh.

“Kami pastikan air sungai yang ada di daerah tersebut tercemar limbah. Karena sebelum ada perusahaan, air danau ini jernih dan bisa dikonsumsi. Akan tetapi, saat ini sudah tidak bisa lagi,” kata salah satu tokoh masyarakat Danau Sembuluh, Wardian.

Mereka meminta agar pihak terkait bisa memastikan kalau memang sungai ini bukan tercemar karena limbah. Karena masyarakat sudah meyakini kondisi air yang terjadi saat ini, memang karena faktor pencemaran. Warga mencoba membuat tempat pembendungan. Dan terlihat air seperti tercemar limbah. Kondisi seperti ini bukan kali ini saja. Tetapi sudah bertahun-tahun.

“Kami bersama warga mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Seruyan, agar bisa menindaklanjuti persoalan ini. Kami melihat ada dugaan pembiaran,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, perusahaan yang ada di Kabupaten Seruyan terkesan kebal hukum. Mengingat mereka juga tidak pernah melakukan kewajibannya terhadap masyarakat. Walaupun memang ada sebagian yang diberikan, tetapi tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian kepolisian. Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting melalui Kapolsek Danau Sembuluh Iptu M Farul, belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Pasalnya, polisi masih melakukan pengecekan, meminta informasi, dan melakukan penyelidikan. Belum ada laporan dari masyarakat berkaitan dengan adanya air danau atau sungai yang diduga tercemar.

“Kami memang belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tersebut. Kami masih melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, wacana DPRD Kalteng melibatkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng mengunjungi danau, mengambil sampel, dan melakukan uji sendiri, direspons baik oleh pihak Walhi Kalteng.

“Semoga menjadi langkah positif ke depan dalam penanganan permasalahan lingkungan di Kalteng, khususnya di Danau Sembuluh,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Dimas N Hartono kepada Kalteng Pos, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya akan siap berkolabirasi melakukan uji sampel di Danua Sembuluh itu, asalkan tujuannya untuk kebaikan masyarakat sekitar kawasan danau tersebut. Dengan penekanannya adalah setelah uji sampel nantinya.

 “Apakah akan mendorong pemberian sanksi kepada perusahaan sekitar yang melakukan pencemaran, atau hanya sebatas ingin tahu bahwa sudah tercemar atau tidak,” sindir Dimas.

Meski begitu, sesuai data Walhi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, belum semua perusahaan di sekitar danau tersebut memiliki dokumen analisa dampak lingkungan alias Amdal. Parahnya, pemerintah juga tidak memiliki data terkait lokasi pembuangan limbah pabriknya. Tercatat, PT Musi Rawas belum memiliki Amdal dan lokasi pembuangan limbah tidak jelas. Begitu juga perusahaan lainnya. (son/ari/ce/abe)


BACA JUGA

Kamis, 18 April 2019 11:42

Gubernur : Siapapun yang Terpilih, Doa kan yang Terbaik

PALANGKA RAYA-Sebagai warga negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memiliki hak…

Rabu, 17 April 2019 13:30

Penggiat Lingkungan Desak Perusahaan Pemilik Tongkang Ditindak

Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan Jembatan Tumbang Samba di Kecamatan…

Selasa, 16 April 2019 10:28

BRAKKKK...!! Tongkang Hantam Jembatan Belum Jadi, Begini Kondisinya

KASONGAN–Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima…

Selasa, 16 April 2019 10:25

Motor Tabrakan Dahsyat, Satu Tewas

PALANGKA RAYA- Adu kuat dua kuda besi di Jalan Tingang…

Selasa, 16 April 2019 10:23

NGERI..!! Pakai Tombak dan Parang, Mertua dan Temannya Bunuh Menantu

AKSI kejahatan yang mengakibatkan nyawa melayang tak terhindarkan. Di Sepang,…

Selasa, 16 April 2019 10:21

BUAT CALEG, INGAT YA..!! Suara Banyak, Belum Tentu Terpilih, Begini Hitung-Hitungannya....

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 akan memasuki babak akhir. Besok, 17…

Senin, 15 April 2019 11:19

Bahan Melimpah, Harga Rotan Murah

PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI…

Minggu, 14 April 2019 13:41

3 Bulan Pascaoperasi, Apa Kabar Terbaru Wanita Tergemuk di Kalteng Itu..??

Pihak RSUD dr Doris Sylvanus kembali menimbang berat badan Titi…

Minggu, 14 April 2019 13:39

Pedagang Ngeluh Harga Bawang Mahal, Ini Kata Mendag

PALANGKA RAYA - Para pedagang keluhkan naiknya harga bawang kepada Menteri…

Minggu, 14 April 2019 13:35

MANTAP..!! Anak Perbatasan Resmi Jadi Prajurit TNI

PALANGKA RAYA - Salah satu bukti dari realisasi  kebijakan TNI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*