MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 07 September 2018 09:54
KENAPA INI ..?? Air Danau Sembuluh Mengeruh

Pembuangan Limbah Musi Rawas Tak Diketahui

Danau Sembuluh di Desa Tabiku, tampak dikelilingi perkebunan kelapa sawit. Tak hanya membuat air danau berubah warna, air sumur pun memutih, Rabu (5/9). (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KUALA PEMBUANG-Kondisi air di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan tampak mengeruh. Air yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari, mulai tidak dimanfaatkan oleh sebagian warga Desa Tabiku dan sekitar danau.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tabiku, Ahmad mengatakan, warga sekitar saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sumur bor di rumah warga, kondisinya juga sangat mengkhawatirkan. Tidak jernih. Berwarna keputih-putihan.

Walaupun keberadaan sumur bor yang dimiliki warga sudah mencapai kedalaman 11 meter, tetap belum mendapatkan air bersih layak pakai. Diperparah dengan kondisi air danau yang diduga sudah tak layak dan warnanya berubah. Diduga, tercemar limbah pabrik sawit.

“Kami menduga kondisi air danau tidak layak pakai, karena diduga akibat adanya pencemaran. Warga enggan memanfaatkan air ini untuk minum atau masak, karena dinilai tidak layak,” ungkapnya.

Masyarakat di empat desa yakni Desa Tarawan, Bangkal, Sembuluh Tabiku, dan Lampasa mengalami hal yang sama. Pihaknya menduga adanya limbah atau racun, membuat kualitas air sudah sangat tidak layak.

Ketika Kalteng Pos mengunjungi danau, warga hanya memanfaatkan air danau untuk mandi. Hal itu dilakukan, karena memang tidak ada lagi air yang bisa dimanfaatkan. “Kami tidak ada yang berani menggunakan air danau ini untuk minum atau memasak. Kami dan beberapa warga merasa takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap warga sekitar, Amat.

Pantauan di lapangan, Danau Tabiku surut dan warnanya cukup keruh. Sedangkan untuk bau yang dikeluhkan, memang tidak begitu menyengat. Layaknya air danau biasa saja. Selain mengunjungi danau, Kalteng Pos juga memantau beberapa anak sungai yang terlihat mengering dan keruh.

“Kami pastikan air sungai yang ada di daerah tersebut tercemar limbah. Karena sebelum ada perusahaan, air danau ini jernih dan bisa dikonsumsi. Akan tetapi, saat ini sudah tidak bisa lagi,” kata salah satu tokoh masyarakat Danau Sembuluh, Wardian.

Mereka meminta agar pihak terkait bisa memastikan kalau memang sungai ini bukan tercemar karena limbah. Karena masyarakat sudah meyakini kondisi air yang terjadi saat ini, memang karena faktor pencemaran. Warga mencoba membuat tempat pembendungan. Dan terlihat air seperti tercemar limbah. Kondisi seperti ini bukan kali ini saja. Tetapi sudah bertahun-tahun.

“Kami bersama warga mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Seruyan, agar bisa menindaklanjuti persoalan ini. Kami melihat ada dugaan pembiaran,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, perusahaan yang ada di Kabupaten Seruyan terkesan kebal hukum. Mengingat mereka juga tidak pernah melakukan kewajibannya terhadap masyarakat. Walaupun memang ada sebagian yang diberikan, tetapi tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian kepolisian. Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting melalui Kapolsek Danau Sembuluh Iptu M Farul, belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Pasalnya, polisi masih melakukan pengecekan, meminta informasi, dan melakukan penyelidikan. Belum ada laporan dari masyarakat berkaitan dengan adanya air danau atau sungai yang diduga tercemar.

“Kami memang belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tersebut. Kami masih melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, wacana DPRD Kalteng melibatkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng mengunjungi danau, mengambil sampel, dan melakukan uji sendiri, direspons baik oleh pihak Walhi Kalteng.

“Semoga menjadi langkah positif ke depan dalam penanganan permasalahan lingkungan di Kalteng, khususnya di Danau Sembuluh,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Dimas N Hartono kepada Kalteng Pos, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya akan siap berkolabirasi melakukan uji sampel di Danua Sembuluh itu, asalkan tujuannya untuk kebaikan masyarakat sekitar kawasan danau tersebut. Dengan penekanannya adalah setelah uji sampel nantinya.

 “Apakah akan mendorong pemberian sanksi kepada perusahaan sekitar yang melakukan pencemaran, atau hanya sebatas ingin tahu bahwa sudah tercemar atau tidak,” sindir Dimas.

Meski begitu, sesuai data Walhi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, belum semua perusahaan di sekitar danau tersebut memiliki dokumen analisa dampak lingkungan alias Amdal. Parahnya, pemerintah juga tidak memiliki data terkait lokasi pembuangan limbah pabriknya. Tercatat, PT Musi Rawas belum memiliki Amdal dan lokasi pembuangan limbah tidak jelas. Begitu juga perusahaan lainnya. (son/ari/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:26

ASTAGAAA...!! Sopir Truk Itu Meninggal di Toilet

PALANGKA RAYA-Agus Budi Santosa ditemukan tergeletak di dalam toilet salah satu rumah makan, di Jalan…

Selasa, 25 September 2018 10:23

Soal Dukungan pada Pilpres, Koyem Tak Mendua Hati

PALANGKA RAYA-Sikap tegas ditunjukkan Nadalsyah dalam percaturan pilpres. Politikus dan birokrat senior…

Selasa, 25 September 2018 10:13

TO Polisi Terciduk saat Transaksi

KUALA PEMBUANG- Berakhir sudah sepak terjang Fadla (27) sebagai bandar narkoba. Tepatnya setelah aparat…

Selasa, 25 September 2018 10:10

Hamil Tua, Jual Sabu Demi Biaya Persalinan

SAMPIT-Usia kandungan yang sudah sembilan bulan rupanya tidak membuat Vony Windi Sasmita “cuti”…

Senin, 24 September 2018 10:39
Pusat Dukung Prabowo, Daerah Dukung Jokowi

Demokrat Berbelok

PALANGKA RAYA-Dinamika politik setelah penetapan dan pencabutan nomor urut capres-cawapres, diwarnai…

Senin, 24 September 2018 10:35

Lima Jari Putus, Tergiling Mesin

PALANGKA RAYA-Apes dialami Muhammad alias Amad. Pemuda berperawakan kurus itu kehilangan lima jari di…

Senin, 24 September 2018 10:32
Usung Kearifan Lokal, KPU Fokus Antihoax, Politik Uang, dan SARA

Pilihan Berbeda, Jangan Lupa Saudara

Bendera start kampanye telah berkibar. Penyelenggara pemilu khususnya KPU dan Bawaslu mulai dipacu.…

Senin, 24 September 2018 10:28

Kampanye Semaunya, Sanksinya Pidana Penjara

PALANGKA RAYA-Masa kampanye telah dimulai sejak 23 September 2018. Bagi tim pemenangan capres-cawapres,…

Senin, 24 September 2018 10:23

Wanita Hamil Tua Edarkan Sabu

SAMPIT-Tim gabungan dari Satresnarkoba Polres Kotim dan Polsek Baamang berhasil meringkus empat pelaku…

Senin, 24 September 2018 10:13

Sugianto Lantik 10 Bupati dan Wali Kota Se Kalteng

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, melantik 9 pasangan bupati/wakil bupati dan 1 wali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .