MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 06 September 2018 10:34
Komplotan Pembobol Sarang Walet Dihadiahi Timah Panas
Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama (tengah) menunjukkan barang bukti sarang walet hasil kejahatan dari empat pelaku yang beberapa waktu lalu terciduk di Kota Sampit. (FOTO: RUSLAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Empat pelaku pencurian dengan pemberitaan (curat), spesialis pembobol sarang burung walet di Kabupaten Lamandau dibuat tak berkutik oleh aparat kepolisian. Masing-masing dari empat pria ini bahkan dihadiahi timah panas alias dilumpuhkan dengan tembakan karena melawan saat akan ditangkap.

 

RUSLAN, Nanga Bulik

 

Masing-masing pelaku berinisial UH (41), AY (26), NH (23) dan DD (26) ini berbagi tugas. Pelaku UH sebagai otak dari aksi pencurian. Sedangkan pelaku lainnya bertugas melakukan penjarahan dan mengawasi atau menjaga jika ada warga yang datang.

Selama Agustus lalu, para pelaku ini sudah berhasil melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda. Tepatnya, di Desa Penopa (24 Agustus),  Desa Liku (29 Agustus), dan di Jalan Poros PT Pilar (31 Agustus).

“Setelah dari aksi yang ketiga, para pelaku melarikan diri ke Sampit. Namun kurang dari 1x24 jam berhasil diamankan petugas,” kata Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama dalam keterangan persnya saat dilangsungkannya gelar perkara, Rabu (5/9).

Dari tangan pelaku, berhasil ditemukan puluhan barang bukti. Diantaranya linggis, senjata tajam, mobil dan uang tunai senilai Rp29 juta hasil penjualan sarang burung walet.

“Ada 3.274 gram sisa sarang burung walet yang berhasil diamankan, dan uang tunai hasil penjualan serta ponsel yang dibeli dari hasil kejahatan,” jelasnya.

Atas aksi pencurian yang dilakukan empat pelaku, para korban mengalami kerugian hingga Rp150 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku yang kini berstatus tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP. “Ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tangas kapolres.

Penangkapan terhadap komplotan ini dilakukan setelah aparat berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Bahkan lokasi persembunyiannya pun diketahui berkat koordinasi dengan polres jajaran lainnya.

Para pelaku diketahui menginap pada salah satu hotel di Sawahan Mentawa Baru, Ketapang. Mendapat laporan tersebut, anggota resmob Polres Kotim menghubungi tim Polres Lamandau untuk mencocokan ciri-ciri pelaku dan mobil yang digunakan. Benar saja, tamu yang menginap di kamar hotel itu merupakan para pelaku yang tidak lama setelah itu langsung dilakukan penyergapan. (lan/ang)

loading...
BERITA TERKAIT