MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 06 September 2018 10:26
Oknum Pecatan Polri Terlibat

Pemilik dari Ratusan Potong Kayu Ilegal

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel bersama anggota melakukan pengecekan terhadap ratusan potong kayu jenis benuas tanpa dokumen, Sabtu malam (1/9). (FOTO: BAHTIAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, SAMPIT-Pengembangan terhadap kasus illegal logging dengan jumlah barang bukti 205 potong kayu benuas, baru sebatas menyasar kepada empat sopir truk. Meski begitu, penyidik Polres Kotim telah mengantongi identitas pemilik kayu, yakni berinisial EB.

Pemilik kayu tersebut diduga merupakan mantan anggota Polri. Yang lebih  mengejutkan, EB juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kotim. “Untuk sementara kami masih melakukan pencarian terhadap EB,” kata Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel, Selasa (4/9).

Seperti diketahui,ratusan potong kayu itu diangkut menggukan empat truk untuk dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun dalam perjalanan, berhasil digagalkan Satreskrim Polres Kotim dan Polsek Antang Kalang di kawasan pertigaan Desa Sangai dengan Kecamatan Antang Kalang, Jumat (31/8) sekitar malam.

Kemudian beredar informasi jika pemilik kayu adalah EB, yang merupakan oknum pecatan anggota Polri. “Infomasinya seperti itu (pecatan polri). Yakin! siapa pun, illegal logging maupun narkoba, kami sikat semua,” tegas Rommel.

Untuk saat ini, pihaknya baru sebatas mengamankan empat truk bersama sopirnya. Mereka nekat melakukan pengangkutan dan mengantar kayu karena dijanjikan upah Rp8 juta.

"Kami amankan empat truk yang mengangkut kayu olahan jenis kayu Benuas tanpa dilengkapi dokumen sah," ucap Rommel, Sabtu (1/9) lalu.

Kapolres menyebutkan, penangkapan tersebut dilakukan saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Personel Satreskrim Polres Kotim dan anggota Polsek Antang Kalang kemudian menuju TKP. Alhasil berhasil ditemukan empat truk bermuatan kayu tersebut.

"Jumlah kayu kurang lebih sekitar 205 potong berbagai ukuran, atau 32 kubik. Sopir mengaku jika kayu tersebut hendak dibawa ke Banjarmasin," ungkapnya.

Sampai saat ini hanya empat sopir truk yang diamankan dan dikenakan Pasal 83 Jo 88 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukuman minimal satu tahun penjara atau maksimal lima tahun penjara dengan denda kurang lebih Rp500 juta. (ais/ang)

 


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*