MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)
Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari
Abib Habibi Igal berpose dengan trofi yang diraih saat PTN ke-37, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN PRIBADI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal. Berhasil membawa kontingen Kalteng meraih juara umum. Dia pun mendapat dua penghargaan sekaligus.

 

 

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

 

USIANYA masih 24 tahun. Masa depannya yang masih panjang, sangat menjanjikan. Dirinya telah melewati masa-masa susah. Mengenal dunia seni tari kecil. Sejak sekolah dasar. Kini, ia merangkai cara agar terus eksis.

Penghargaan tertinggi selama berkecimpung di dunia seni tari, baru saja diraihnya. Dinobatkan menjadi penata tari terbaik dan penata tari unggulan, dalam gelaran Parade Tari Nusantara ke-37, 19 Agustus 2018. Itu adalah penghargaan pertama yang diraih penari Kalteng, bahkan penari di Pulau Kalimantan dalam parade tahunan itu.

Ada penghargaan lain dari kontingen Kalteng yang membuat masyarakat bangga. Yakni, turut mengantarkan menjadi juara umum dalam kompetisi tari bergengsi, yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu.

Tujuh nominasi berhasil disabet. Penyaji wilayah Kalimantan, penata tari unggulan, penata tari terbaik, 13 penyaji unggulan, penata musik unggulan yang diraih rekannya Daniel Nuhan, penata rias busana unggulan, dan penata rias busana terbaik oleh Dody Eka.

Saya (penulis, red) sengaja menemuinya ketika berada di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. Berlokasi di salah satu rumah pelaku seni, yang juga kakak angkatnya. Sambutan hangat diberikan. Raut wajah bahagia masih terpancar.

Pemuda yang mendapat gelar sarjana seni dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu, menceritakan sepak terjangnya di dunia seni tari.  Mulai dari pengalaman mengikuti festival dan parade serta mendapat penghargaan. Banyak.

“Pernah ikut Festival Folklore Dunia di tujuh kota di Perancis tahun 2015, misi budaya Jerman 2015, misi budaya pesona Indonesia di Darwin, Australia,” ceritanya.

Terlalu banyak untuk diucapkan. Abib pun memberikan catatan versi word. Agar memudahkan saya membacanya. Tidak khawatir salah tulis. Total, ada 10 kali pengalaman menari di 10 kegiatan populer. Masih aktif di empat kegiatan sanggar tari. Tujuh penghargaan. Dan yang membuat saya terperangah, sudah menciptakan 15 karya tari.

Karya tari itu di antaranya karya tari Antang Batuah dalam acara Festival Budaya Isen Mulang se-Kalteng 2016. Selain itu, ada karya tari Galang Garinsingan, yang telah dipentaskan di Perancis, Malaysia, dan Australia. Ada juga karya tari Bawin Sangiang dan tari Baliga Bukung dalam acara World Dance Day di Solo pada 2016. Sendratari Kolosal Cahaya di Atas Mentaya dengan 1000 penari, dalam rangka pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2014.

“Karya tari yang dimaksudkan adalah membuat tampilan baru sebuah tarian. Tapi, tidak mengubah makna tari itu sendiri. Dalam dunia musik namanya mengaransemen,” ucapnya, lalu menyeruput kopi hitam pada cangkir putih yang ada di meja kaca berwarna gelap itu.

Apa rahasianya? Pemuda lulusan SMAN 1 Sampit itu mengatakannya dengan bijak. Belajar dan belajar. Paling pertama adalah melakukan riset. Tujuannya, agar karya yang dibuat tidak menyalahi ranah tradisi. Kemudian, mengalihkan data-data lapangan ke dalam simbol-simbol gerak. Lalu, ditransfer kepada para pendukung baik penari maupun dalam menari.

Abib -sapaan akrabnya- bukan hanya sekali mendapat penghargaan sebagai orang yang berperan menampilkan tarian yang enak dipandang. Ketika masih berusia 19 tahun, sudah meraih dua penghargaan. Pertama, penata tari pesisir terbaik se-Kotim, dan penata tari pedalaman terbaik se-Kotim. Dua tahun sebelumnya, menjadi penata tari terbaik dalam lomba tari Jogja Mini Indonesia Fest.

 “Semua dimulai dari mimpi. Dilakukan dengan penuh motivasi. Diakhiri dengan doa,” katanya.

Abib, pemuda yang pantang menyerah. Mau belajar dari kesalahan. Dua kali gagal dan pulang dengan tangan hampa, sudah cukup baginya. Saat itu tampil di panggung Sasono Langen Budoyo, TMII nan megah itu. Panggung yang diimpi-impikan penari se-nusantara.

Selalu belajar. Terus mengikuti perkembangan. Melihat kekurangan-kekurangan garapan tari sebelumnya. Mempelajari penampilan penari yang pernah juara di parade tahun sebelumnya. Hal itu yang dilakukannya, demi meraih hasil maksimal.

Empat tahun vakum dari panggung parade. Ia kembali di tahun 2018, dengan membawa bendera Kalteng. Segala kemampuan dikeluarkan secara maksimal. Karya tari Hyang Dadas dikemas secara apik. Berhasil memukau para juri dan penonton.

“Alhasil, semua titik keringat dan air mata ini terbayar lunas dengan delapan piala, dan membawa Kalteng sebagai juara umum,” ungkapnya.(*/ce/bersambung)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu bagi kontestan untuk meraup suara.…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun, pengamen yang menonjolkan aksinya…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka, justru batik Kalteng pun unik dan menarik…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .