MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)
Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari
Abib Habibi Igal berpose dengan trofi yang diraih saat PTN ke-37, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN PRIBADI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal. Berhasil membawa kontingen Kalteng meraih juara umum. Dia pun mendapat dua penghargaan sekaligus.

 

 

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

 

USIANYA masih 24 tahun. Masa depannya yang masih panjang, sangat menjanjikan. Dirinya telah melewati masa-masa susah. Mengenal dunia seni tari kecil. Sejak sekolah dasar. Kini, ia merangkai cara agar terus eksis.

Penghargaan tertinggi selama berkecimpung di dunia seni tari, baru saja diraihnya. Dinobatkan menjadi penata tari terbaik dan penata tari unggulan, dalam gelaran Parade Tari Nusantara ke-37, 19 Agustus 2018. Itu adalah penghargaan pertama yang diraih penari Kalteng, bahkan penari di Pulau Kalimantan dalam parade tahunan itu.

Ada penghargaan lain dari kontingen Kalteng yang membuat masyarakat bangga. Yakni, turut mengantarkan menjadi juara umum dalam kompetisi tari bergengsi, yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu.

Tujuh nominasi berhasil disabet. Penyaji wilayah Kalimantan, penata tari unggulan, penata tari terbaik, 13 penyaji unggulan, penata musik unggulan yang diraih rekannya Daniel Nuhan, penata rias busana unggulan, dan penata rias busana terbaik oleh Dody Eka.

Saya (penulis, red) sengaja menemuinya ketika berada di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. Berlokasi di salah satu rumah pelaku seni, yang juga kakak angkatnya. Sambutan hangat diberikan. Raut wajah bahagia masih terpancar.

Pemuda yang mendapat gelar sarjana seni dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu, menceritakan sepak terjangnya di dunia seni tari.  Mulai dari pengalaman mengikuti festival dan parade serta mendapat penghargaan. Banyak.

“Pernah ikut Festival Folklore Dunia di tujuh kota di Perancis tahun 2015, misi budaya Jerman 2015, misi budaya pesona Indonesia di Darwin, Australia,” ceritanya.

Terlalu banyak untuk diucapkan. Abib pun memberikan catatan versi word. Agar memudahkan saya membacanya. Tidak khawatir salah tulis. Total, ada 10 kali pengalaman menari di 10 kegiatan populer. Masih aktif di empat kegiatan sanggar tari. Tujuh penghargaan. Dan yang membuat saya terperangah, sudah menciptakan 15 karya tari.

Karya tari itu di antaranya karya tari Antang Batuah dalam acara Festival Budaya Isen Mulang se-Kalteng 2016. Selain itu, ada karya tari Galang Garinsingan, yang telah dipentaskan di Perancis, Malaysia, dan Australia. Ada juga karya tari Bawin Sangiang dan tari Baliga Bukung dalam acara World Dance Day di Solo pada 2016. Sendratari Kolosal Cahaya di Atas Mentaya dengan 1000 penari, dalam rangka pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2014.

“Karya tari yang dimaksudkan adalah membuat tampilan baru sebuah tarian. Tapi, tidak mengubah makna tari itu sendiri. Dalam dunia musik namanya mengaransemen,” ucapnya, lalu menyeruput kopi hitam pada cangkir putih yang ada di meja kaca berwarna gelap itu.

Apa rahasianya? Pemuda lulusan SMAN 1 Sampit itu mengatakannya dengan bijak. Belajar dan belajar. Paling pertama adalah melakukan riset. Tujuannya, agar karya yang dibuat tidak menyalahi ranah tradisi. Kemudian, mengalihkan data-data lapangan ke dalam simbol-simbol gerak. Lalu, ditransfer kepada para pendukung baik penari maupun dalam menari.

Abib -sapaan akrabnya- bukan hanya sekali mendapat penghargaan sebagai orang yang berperan menampilkan tarian yang enak dipandang. Ketika masih berusia 19 tahun, sudah meraih dua penghargaan. Pertama, penata tari pesisir terbaik se-Kotim, dan penata tari pedalaman terbaik se-Kotim. Dua tahun sebelumnya, menjadi penata tari terbaik dalam lomba tari Jogja Mini Indonesia Fest.

 “Semua dimulai dari mimpi. Dilakukan dengan penuh motivasi. Diakhiri dengan doa,” katanya.

Abib, pemuda yang pantang menyerah. Mau belajar dari kesalahan. Dua kali gagal dan pulang dengan tangan hampa, sudah cukup baginya. Saat itu tampil di panggung Sasono Langen Budoyo, TMII nan megah itu. Panggung yang diimpi-impikan penari se-nusantara.

Selalu belajar. Terus mengikuti perkembangan. Melihat kekurangan-kekurangan garapan tari sebelumnya. Mempelajari penampilan penari yang pernah juara di parade tahun sebelumnya. Hal itu yang dilakukannya, demi meraih hasil maksimal.

Empat tahun vakum dari panggung parade. Ia kembali di tahun 2018, dengan membawa bendera Kalteng. Segala kemampuan dikeluarkan secara maksimal. Karya tari Hyang Dadas dikemas secara apik. Berhasil memukau para juri dan penonton.

“Alhasil, semua titik keringat dan air mata ini terbayar lunas dengan delapan piala, dan membawa Kalteng sebagai juara umum,” ungkapnya.(*/ce/bersambung)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .