MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 28 Agustus 2018 09:51
Tak Ada Unsur Politik, 119 Pejabat Harus Dimutasi
ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS-Informasi adanya mutasi pejabat di Kabupaten Kapuas benar adanya. Namun, belum ada pelantikan. Baru sebatas usulan. Usulan dilakukan dikarenakan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalteng dan Inspektorat Kalteng.

"Kebijakan itu diambil untuk menyikapi laporan hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Kalteng, di mana pemerintahan harus berjalan," kata Pejabat (Pj) Bupati Kapuas, Agus Pramono kepada Kalteng Pos melalui telepon, kemarin (27/8).

Agus juga mengakui, jika melihat ketentuan waktu yang tersedia, maka tidak mungkin pelantikan dilakukan. Namun hal itu semata-mata mempersiapkan, jika diperlukan oleh BPK dan Inspektorat Kalteng, agar tidak menjadi temuan. 

"Prosesnya sangat panjang (pelantikan pejabat, red), dan perlu berkoodinasi dengan pihak yang berkepentingan," ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas, Sinday menambahkan, belum ada pelantikan pejabat seperti informasi yang berembus. Tapi, dirinya tak menampik ada usulan mutasi pejabat. Khususnya eselon IV dan III. Ia menegaskan kembali, usulan merupakan tindak lanjut dari temuan BPK Perwakilan Kalteng dan Inspektorat Kalteng.

"Temuan itu 119 pejabat harus dimutasi, dan kita usulkan 75 orang. Karena ini memang harus ditindaklanjuti sesuai aturan," tegas Sinday di ruang kerjanya, kemarin.

Di mana temuan tersebut, lanjutnya, antara lain adanya masa kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menduduki dalam satu jabatan lebih dari 6 tahun, bahkan mencapai 11 tahun. Sehingga temuan ini yang harus ditindaklanjuti.

"Soal proses mutasi, izinnya dari Kemendagri dan waktunya panjang. Nanti bupati terpilih yang melantiknya," jelasnya.

Terkait koordinasi dengan bupati terpilih, Sinday menegaskan, sekarang mutasi diproses adalah yang mendapatkan temuan, dan sekarang di masa Pj Bupati sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kemendagri.  

"Jika bupati terpilih tidak setuju dengan tindak lanjut ini, maka silakan diganti. Tentunya sesuai ketentuan. Salah satunya, enam bulan setelah dilantik baru bisa melakukan pelantikan," ucapnya.

Sinday menerangkan, sedangkan untuk camat Kapuas Hulu, memang diberlakukan Plt dengan dijabat oleh Sekcam Mandau Talawang, sebab camat sebelumnya pensiun. Selain itu alasan terkait golongan yang sama. "Karena secara aturan harus ada pejabatnya, maka Pj Bupati Kapuas mengeluarkan surat tugas," tuturnya.

Padahal, secara ketentuan, Pj bupati tidak memiliki kewenangan melakukan mutasi pejabat.

“Saya dapat laporan, mutasi itu dilakukan berdasarkan temuan BPKb bahwa ada jabatan kosong dan jabatan yang lama belum dirotasi. Ini bagian untuk mengevaluasi semua. Tidak ada unsur politik. Ini murni temuan BPK, bahwa ada jabatan-jabatan yang segera harus di-rolling dan diisi,” jelas Pj Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, saat ditemui di Aula BPSDM Kalteng.

Menurutnya, itu juga merupakan bagian dari dinamika, bahwa jabatan itu amanah. Selain itu, mutasi juga merupakan bagian dari pengembangan diri dan karier.

“Semua ASN harus siap ditempatkan di posisi apapun. Itu harus dipahami oleh semua pihak,” jelasnya.

Fahrizal mengungkapkan, atas hal tersebut juga, karena Pj Bupati Kapuas masih pejabat pemprov, dia meminta agar ditindaklanjuti apa yang menjadi temuan BPK dan Inspektorat.

“Saya meminta pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas melakukan itu. Informasinya, sudah diusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng. Kami akan menelaah usulan itu. Sebab, juga harus sesuai aturan. Dan apakah usulan pejabat itu sesuai dengan kepangkatan, jenjang, dan sebagainya,” bebernya.

Hasil evaluasi dari BKD Kalteng nanti akan dibawa ke Kemendagri untuk mendapat persetujuan. Jadi hal tersebut juga harus sepengetahuan Kemendagri.

“BKD menganalisa nama-nama yang akan dilakukan mutasi tersebut atau mengisi salah satu jabatan. Setelah selesai evaluasi, kami akan melanjutkan untuk persetujuan dari Kemendagri,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Musyawarah Masyarakat Adat Dayak dan Daerah Kapuas, William Assan menyampaikan, bahwa rencana pelantikan pejabat eselon dinilainya terlalu terburu-buru.

Indikasi akan adanya pengangkatan pejabat eselon sebelum pelantikan bupati Kapuas.

William yang juga merupakan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Betang Hapakat itu mengatakan, mutasi pejabat dalam kabinet kerja di Pemerintah Kabupaten Kapuas, harusnya merupakan orang pilihan bupati Kapuas definitif. Agar sesuai visi, misi, dan kebutuhan menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.

Diyakininya, rencana pembangunan lima tahun ke depan oleh bupati terpilih, sudah disusun sedemikian rupa bagi kemajuan masyarakat dan daerah Kabupaten Kapuas. Untuk itu, alangkah lebih baik dan tidak menimbulkan pelanggaran, jika pengangkatan pejabat eselon menunggu pelantikan bupati Kapuas terpilih.

Kekhawatirannya beralasan. Kabar yang tersebar, Jumat (24/8) diduga sudah terjadi mutasi jabatan. Sekcam Mandau Talawang bernama Maspine (yang diduga merupakan saudara pejabat tinggi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Kapuas), dimutasi menjadi Plt Camat Kapuas Hulu. Kini, Sekcam Mandau Talawang mengalami kekosongan. (alh/uni/ce/ram)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:04

Mantan Istri Yantenglie Diperiksa Tujuh Jam

WAKIL Ketua DPRD Katingan Endang Susilawatie dimintai keterangan terkait hilangnya kas daerah semasa…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:02

JANGAN MACAM-MACAM..!! ASN Tidak Netral Bisa Dipidana, Sanksi Penjara Dua Tahun

PALANGKA RAYA-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalteng Satriadi dengan tegas mengatakan, Aparatur…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:02

INGAT..!! Jangan Sampai Kehilangan Hak Pilih

PALANGKA RAYA-Daftar pemilih sudah seharusnya tanpa kesalahan. Sebab, siapa saja berhak memilih dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:01

Pencuri Uang Amal Masjid Ditangkap Polantas

PALANGKA RAYA- Terhenti sudah pelarian pencuri uang yang ada di kotak amal masjid, yang terjadi beberapa…

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:42

Proyek GOR Mandek, Masih Kurang Rp24 M

PALANGKA RAYA-Mimpi masyarakat Kalteng memiliki gelanggang olahraga (gor) indoor, belum sepenuhnya terwujud.…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .