MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting
Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan
Deldol (baju putih) membuat pola di wajah model body painting, baru-baru ini. (JAMIL/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala. Tapi, bagaimana jika melukis di wajah? Berikut tulisannya.

 

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

PARAS cantik itu diterpa sinar mentari sore. Wiwid, si model body painting, menutup matanya. Bibirnya tertutup rapat. Agar tidak terkena cat. Rambutnya yang terurai panjang, harus dikucir. Setelah melihat modelnya sudah siap dirias, Adelia alais Deldol mulai mengambil ancang-ancang.

Ia mengambil spons berwarna ungu. Memoleskannya ke bedak khusus untuk bahan dasar body painting. Sementara, Wiwid sudah siap duduk di kursi yang disediakan Adelia.

Sore itu, di halaman Kantor KONI Kalteng, Deldol akan membuat karya barunya. Ia akan melukis pada wajah model cantik, yang akan diriasnya layaknya makhluk luar angkasa. Tema galaxy yang ada di benak Adelia, akan ia curahkan melalui goresan kuasnya. Semua persiapan termasuk bahan untuk melukis pun, sudah terbaris rapi di meja kerjanya.

Tanpa menunggu lama, keringat yang mengalir di pelipis model berkulit putih itu, perlahan terserap sehelai tisu yang ditempelkan pelan-pelan oleh Adelia. Usai memastikan modelnya siap dirias, mahasiswi jurusan manajemen Universitas Palangka Raya ini, mengambil kuas yang sebelumnya sudah dicelupkan ke bahan body painting.

Ia mulai mencurahkan segala kemampuannya pada wajah dan bahu si model. Sambil tetap memegang kuas dan sponsnya, sesekali Adelia atau yang akrap disapa Deldol ini melihat ponselnya.

“Karena temanya galaxy, maka saya pilih seperti menyerupai alien gitu. Tapi tetap melihat contoh gambar yang sudah ada di ponsel, agar tidak keliru,” ujarnya kepada penulis.

Gerakan tangan Deldol seiring dengan bertambahnya rona ungu di wajah Wiwid. Terkadang, Wiwid, si model ini, bercermin di layar gawai miliknya. Ia melihat hasil goresan kuas dan juga taburan bedak ungu di badan dan wajahnya.

Tak puas hanya dengan warna ungu, Deldol pun mengambil warna yang lebih menantang. Hitam. Goresan kuas yang sudah bercampur warna hitam pun mendarat bebas ke bibir Wiwid. Dengan tetap memerhatikan perpaduan antarwarna. Deldol memoles wajah modelnya menjadi seperti wanita yang berasal dari dunia luar angkasa.

“Seperti yang di film-film itu. Tapi bukan yang ganasnya, melainkan yang cantiknya,” tambah Deldol.

Dua jam berlalu. Anak pasangan Dody Widodo dan E Nawang Sari ini menyelesaikan tugasnya. Wajah Wiwid yang awalnya putih, mulus, cantik, dan ayu, menjadi ungu dan lengkap dengan ukiran hitam, perpaduan warna lipstik hitamnya. Hasil kreativitas ini dipamerkan Deldol kepada publik yang sempat menyaksikan aksinya sore itu.

“Lumayan susah sih membuatnya. Karena biasanya saya melukis mandala,” urai alumnus SMAN 1 Kuala Kapuas ini usai kegiatan.

Di selasar warung kopi, saya dan Deldol berbincang tentang kebiasaannya melukis. Bila membicarakan mandala, seni lukis warna-warni berbentuk simbol lingkaran itu, Deldol sangat bersemangat. Ungkapnya, ia telah menggeluti dunia lukis itu sejak kelas VI SD.

“Kala itu sih melukis-lukis biasa aja. Ngukir biasa aja. Eh, tahunya suka sampai sekarang,” tambahnya.

Wanita berambut panjang ini juga kerap menggoreskan kuasnya di media lukis papan tripleks yang dimilikinya. Tak jarang, dinding-dinding kafe menjadi targetnya. Lukisannya punya ciri khas tersendiri. Warna mejikuhibiniu tampaknya tak lepas dari mandala yang dilukisnya.

“Kadang sih inspirasinya dari bunga. Tapi kadang itu, tahunya melukis aja. Seolah ide itu sudah ada semua di kepala hee… Jadi tinggal diukir saja,” tambahnya.

Lukisannya sudah banyak juga yang terjual. Tak jarang, ia mendapat orderan untuk melukis dinding kafe yang mulai menjamur di Kota Cantik. Begitu juga pada event komunitas yang digelar. Meskipun begitu, bagai padi, semakin berisi makin merunduk. Peribahasa itu yang dipakai dara muda ini. Ia lebih memilih merendah.

“Sebetulnya ingin juga memadukan antara warna dan kesenian khas Kalteng. Mudahan bisa tercapai,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri perbincangan, ia pun berpesan, agar pemuda-pemudi bersemangat menekuni hobi. Katanya, dari itu, ia bisa menjual hasil karyanya. Bahkan, ada yang berharga jutaan. “Semangat aja. Kalau mandala, ada yang ratusan ribu hingga jutaan. Tergantung ukuran dan kesulitannya,”pungkasnya.(ce/ram)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .