MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting
Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan
Deldol (baju putih) membuat pola di wajah model body painting, baru-baru ini. (JAMIL/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala. Tapi, bagaimana jika melukis di wajah? Berikut tulisannya.

 

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

PARAS cantik itu diterpa sinar mentari sore. Wiwid, si model body painting, menutup matanya. Bibirnya tertutup rapat. Agar tidak terkena cat. Rambutnya yang terurai panjang, harus dikucir. Setelah melihat modelnya sudah siap dirias, Adelia alais Deldol mulai mengambil ancang-ancang.

Ia mengambil spons berwarna ungu. Memoleskannya ke bedak khusus untuk bahan dasar body painting. Sementara, Wiwid sudah siap duduk di kursi yang disediakan Adelia.

Sore itu, di halaman Kantor KONI Kalteng, Deldol akan membuat karya barunya. Ia akan melukis pada wajah model cantik, yang akan diriasnya layaknya makhluk luar angkasa. Tema galaxy yang ada di benak Adelia, akan ia curahkan melalui goresan kuasnya. Semua persiapan termasuk bahan untuk melukis pun, sudah terbaris rapi di meja kerjanya.

Tanpa menunggu lama, keringat yang mengalir di pelipis model berkulit putih itu, perlahan terserap sehelai tisu yang ditempelkan pelan-pelan oleh Adelia. Usai memastikan modelnya siap dirias, mahasiswi jurusan manajemen Universitas Palangka Raya ini, mengambil kuas yang sebelumnya sudah dicelupkan ke bahan body painting.

Ia mulai mencurahkan segala kemampuannya pada wajah dan bahu si model. Sambil tetap memegang kuas dan sponsnya, sesekali Adelia atau yang akrap disapa Deldol ini melihat ponselnya.

“Karena temanya galaxy, maka saya pilih seperti menyerupai alien gitu. Tapi tetap melihat contoh gambar yang sudah ada di ponsel, agar tidak keliru,” ujarnya kepada penulis.

Gerakan tangan Deldol seiring dengan bertambahnya rona ungu di wajah Wiwid. Terkadang, Wiwid, si model ini, bercermin di layar gawai miliknya. Ia melihat hasil goresan kuas dan juga taburan bedak ungu di badan dan wajahnya.

Tak puas hanya dengan warna ungu, Deldol pun mengambil warna yang lebih menantang. Hitam. Goresan kuas yang sudah bercampur warna hitam pun mendarat bebas ke bibir Wiwid. Dengan tetap memerhatikan perpaduan antarwarna. Deldol memoles wajah modelnya menjadi seperti wanita yang berasal dari dunia luar angkasa.

“Seperti yang di film-film itu. Tapi bukan yang ganasnya, melainkan yang cantiknya,” tambah Deldol.

Dua jam berlalu. Anak pasangan Dody Widodo dan E Nawang Sari ini menyelesaikan tugasnya. Wajah Wiwid yang awalnya putih, mulus, cantik, dan ayu, menjadi ungu dan lengkap dengan ukiran hitam, perpaduan warna lipstik hitamnya. Hasil kreativitas ini dipamerkan Deldol kepada publik yang sempat menyaksikan aksinya sore itu.

“Lumayan susah sih membuatnya. Karena biasanya saya melukis mandala,” urai alumnus SMAN 1 Kuala Kapuas ini usai kegiatan.

Di selasar warung kopi, saya dan Deldol berbincang tentang kebiasaannya melukis. Bila membicarakan mandala, seni lukis warna-warni berbentuk simbol lingkaran itu, Deldol sangat bersemangat. Ungkapnya, ia telah menggeluti dunia lukis itu sejak kelas VI SD.

“Kala itu sih melukis-lukis biasa aja. Ngukir biasa aja. Eh, tahunya suka sampai sekarang,” tambahnya.

Wanita berambut panjang ini juga kerap menggoreskan kuasnya di media lukis papan tripleks yang dimilikinya. Tak jarang, dinding-dinding kafe menjadi targetnya. Lukisannya punya ciri khas tersendiri. Warna mejikuhibiniu tampaknya tak lepas dari mandala yang dilukisnya.

“Kadang sih inspirasinya dari bunga. Tapi kadang itu, tahunya melukis aja. Seolah ide itu sudah ada semua di kepala hee… Jadi tinggal diukir saja,” tambahnya.

Lukisannya sudah banyak juga yang terjual. Tak jarang, ia mendapat orderan untuk melukis dinding kafe yang mulai menjamur di Kota Cantik. Begitu juga pada event komunitas yang digelar. Meskipun begitu, bagai padi, semakin berisi makin merunduk. Peribahasa itu yang dipakai dara muda ini. Ia lebih memilih merendah.

“Sebetulnya ingin juga memadukan antara warna dan kesenian khas Kalteng. Mudahan bisa tercapai,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri perbincangan, ia pun berpesan, agar pemuda-pemudi bersemangat menekuni hobi. Katanya, dari itu, ia bisa menjual hasil karyanya. Bahkan, ada yang berharga jutaan. “Semangat aja. Kalau mandala, ada yang ratusan ribu hingga jutaan. Tergantung ukuran dan kesulitannya,”pungkasnya.(ce/ram)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .