MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 23 Agustus 2018 09:56
Kalteng Kekurangan Tenaga Pendidik, Ini Jumlah yang Diperlukan
ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Belum maksimalnya prestasi dunia pendidikan di Kalteng, rupanya beralasan. Harus diakui, kebutuhan guru di Kalteng saat ini masih tinggi. Bumi Tambun Bungai masih kekurangan tenaga pendidik. Untuk peningkatan kualitas pendidikan, perlu penambahan guru jenjang SMA.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Slamet Winaryo mengatakan, perlu sekitar 2.000 guru SMA, untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Kalteng ini. Dua ribu guru tersebut, selain sebagai tenaga pengajar, juga untuk mewujudkan pelayanan yang baik di sekolah.

“Mungkin sekitar 2.000 penambahan guru untuk tingkat SMA dan SMK,” katanya saat diwawancarai Kalteng Pos, Senin (20/8).

Dijelaskan Slamet, apabila beberapa tahun ke depan tidak ada pengangkatan tenaga pendidik, maka menjadi persoalan di dunia pendidikan Kalteng. Rasio antara guru dan siswa saat ini tidak sebanding. Sehingga menjadi kendala untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Maka dari itu, kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat mengenai hal ini. Terutama soal penambahan guru di Kalteng,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, tidak hanya untuk jenjang SMA saja yang mengalami kekurangan guru. Tapi, tingkat SD dan SMP juga banyak kekurangan. Lantaran, banyak guru yang pensiun setiap tahunnya. Pengurangan tersebut belum diimbangi dengan penambahan.

Slamet menegaskan, meski antara guru dan murid tidak sebanding, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan pedoman mewujudkan pelayanan yang baik dalam dunia pendidikan. Karena, pada dasarnya, meningkatkan pelayanan pendidikan lebih kepada sarana dan prasarana hingga kecukupan jumlah guru.

“Meski rasio tidak memengaruhi, namun tetap saja kita mengharapkan perhatian pusat soal penambahan guru,” pungkasnya.

Dari sebaran guru tidak ada masalah. Masih ada beberapa guru yang harus mengajar di sekolah lain, untuk memenuhi Rombongan Belajar (Rombel) yang masih kurang.

“Karena harus memenuhi jam mengajar, sehingga tidak sedikit yang mengajar di sekolah lain. Namun yang pasti hal ini bukan dikarenakan terjadi penumpukan guru atau kelebihan, tapi karena jam mengajar harus dipenuhi,” tukasnya. (ari/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*