MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)
Terkadang Rewel dan Merepotkan
Salah satu ikan cupang yang dipamerkan oleh pecinta ikan cupang, beberapa waktu lalu. (HERMAWAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif dengan ciri khas sirip dan ekor lebar. Ikan dengan nama latin Betta Splendens inipun juga mudah dipelihara.

 

HERMAWAN DP, Palangka Raya

BERBADAN mungil dengan sirip lebar dan warna yang beraneka ragam, ikan cupang memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya. Ikan air tawar ini memang banyak ditemui di kawasan asia tenggara termasuk Indonesia.

Ikan dengan bentuk dan karakter yang unik ini cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Ikan kecil inipun memiliki harga yang cukup ramah di kantong. Mulai dari harga ribuan per ekor sampai ratusan ribu.

“Harganya beragam sih ada yang Rp 5 ribuan sampai Rp 150 ribuan,” kata penggemar ikan cupang, Wayan, di halaman belakang gedung KONI Kalteng, Sabtu (18/8).

 Ketua Komunitas Ikan Cupang Palangka Raya (KICP) ini menuturkan saat ini cupang yang cukup diminati adalah cupang bercorak fancy dan emerald. Cupang dengan corak merah orange dan putih seperti nemo. Selain itu, ikan dengan bernuansa merah putih juga cukup dicari.

“Sesuai dengan momen saat ini, hari kemerdekaan RI yang penuh nuansa merah putih,” ucap pria berkumis tebal ini.

Namun diakuinya untuk memproduksi ikan dengan corak yang indah tidaklah mudah. Tergantung dari keberuntungan dan perpaduan kualitas indukan dan pejantan. Saat inipun ikan cupang sudah mulai berkembang, memiliki berbagai jenis dan corak. Berbeda halnya dengan beberapa tahun yang lalu, di mana hanya ada warna hijau biru dan merah.

 

“Ikan cupang hias sendiri, saat ini yang paling banyak ditemui adalah jenis crowntail (ekor mahkota), double tail (ekor ganda), Plakat Halfmoon dan Giant (Cupang Raksasa). Namun tiap jenis ini ada namanya sendiri-sendiri lagi di tiap warna yang dimiliki,” jelasnya.

Sedangkan untuk perawatan ikan cupang ini bisa dikatakan susah-susah gampang. Terutama saat masih kecil, yang membutuhkan perhatian ekstra. Rewel dan terkadang merepotkan. Terutama terkait air yang harus terjaga suhu dan tingkat keasamannya diangka normal, berkisar antara 6 sampai 7. Tetapi untuk yang sudah cukup besar, ikan cupang cenderung kuat dan tidak rewel.

Ikan dengan nama latin Betta Splendens juga memerlukan perawatan khusus jika ditujukan untuk keperluan kontes. Selain memerlukan kondisi lingkungan yang normal, ikan kontes juga diberi perawatan khusus. Mulai dari pakan berupa kutu air, jentik sampai cacing sutra.

 “Kutu air biasanya diberikan untuk ikan yang masih berukuran kecil sampai tanggung. Pemberian makan jentik nyamuk bertujuan untuk memperkokoh ekor. Sedangkan cacing sutra bagus untuk membentuk badan ikan,” ujar Wayan.

 Dia menjelaskan untuk kontes lomba paling banyak berfokus ke bagian sirip ikan, mulai dari bagian sirip  punggung, sirip bawah, sirip kiri, sirip kanan dan bagian ekor. Selain keindahan kerapian sirip-sirip ini Juga dinilai. Ditambah lagi mental ikan saat kontes, mulai dari sikap saat ikan mengembangkan insangya (Ngedok, red) sampai mental saat ikan mungil ini bertemu dengan ikan lainnya.

 Pengembangbiakan ikan lucu ini juga terbilang standar. Umumnya, ikan yang ingin dikembangbiakan dicarikan pasangan. Mereka dimasukkan ke dalam satu wadah tetapi dipisah dengan sekat yang transparan.

Setelah beberapa lama, ikan pejantan akan membuat sarang yang berbentuk seperti busa. Setelah sarang selesai dibuat barulah indukan dilepaskan. Mereka dibiarkan sampai bertelur dan saling membuahi. Setelah itu, betina diangkat dan biarkan cupang jantan yang mengerami telur.

“Setelah tiga hari biasanya telur menetas,” ucap dia.

Seminggu atau lima hari setelah itu pejantan diangkat dan dipisahkan dari anak anaknya. Selain diatur tingkat keasaman airnya, anakan cupang ini diberi jenis pakan influsoria ataupun penglinol. Selain itu bisa juga dikasih kuning telur, tergantung stile masing-masing orang.

“Kalimantan sendiri juga memiliki cupang khas. Seperti Platau Batang, Betta Hendra, dan jenis Paoti yang sering kita temui waktu mancing,” tandasnya. Bersambung (ram)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .