MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)
Terkadang Rewel dan Merepotkan
Salah satu ikan cupang yang dipamerkan oleh pecinta ikan cupang, beberapa waktu lalu. (HERMAWAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif dengan ciri khas sirip dan ekor lebar. Ikan dengan nama latin Betta Splendens inipun juga mudah dipelihara.

 

HERMAWAN DP, Palangka Raya

BERBADAN mungil dengan sirip lebar dan warna yang beraneka ragam, ikan cupang memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya. Ikan air tawar ini memang banyak ditemui di kawasan asia tenggara termasuk Indonesia.

Ikan dengan bentuk dan karakter yang unik ini cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Ikan kecil inipun memiliki harga yang cukup ramah di kantong. Mulai dari harga ribuan per ekor sampai ratusan ribu.

“Harganya beragam sih ada yang Rp 5 ribuan sampai Rp 150 ribuan,” kata penggemar ikan cupang, Wayan, di halaman belakang gedung KONI Kalteng, Sabtu (18/8).

 Ketua Komunitas Ikan Cupang Palangka Raya (KICP) ini menuturkan saat ini cupang yang cukup diminati adalah cupang bercorak fancy dan emerald. Cupang dengan corak merah orange dan putih seperti nemo. Selain itu, ikan dengan bernuansa merah putih juga cukup dicari.

“Sesuai dengan momen saat ini, hari kemerdekaan RI yang penuh nuansa merah putih,” ucap pria berkumis tebal ini.

Namun diakuinya untuk memproduksi ikan dengan corak yang indah tidaklah mudah. Tergantung dari keberuntungan dan perpaduan kualitas indukan dan pejantan. Saat inipun ikan cupang sudah mulai berkembang, memiliki berbagai jenis dan corak. Berbeda halnya dengan beberapa tahun yang lalu, di mana hanya ada warna hijau biru dan merah.

 

“Ikan cupang hias sendiri, saat ini yang paling banyak ditemui adalah jenis crowntail (ekor mahkota), double tail (ekor ganda), Plakat Halfmoon dan Giant (Cupang Raksasa). Namun tiap jenis ini ada namanya sendiri-sendiri lagi di tiap warna yang dimiliki,” jelasnya.

Sedangkan untuk perawatan ikan cupang ini bisa dikatakan susah-susah gampang. Terutama saat masih kecil, yang membutuhkan perhatian ekstra. Rewel dan terkadang merepotkan. Terutama terkait air yang harus terjaga suhu dan tingkat keasamannya diangka normal, berkisar antara 6 sampai 7. Tetapi untuk yang sudah cukup besar, ikan cupang cenderung kuat dan tidak rewel.

Ikan dengan nama latin Betta Splendens juga memerlukan perawatan khusus jika ditujukan untuk keperluan kontes. Selain memerlukan kondisi lingkungan yang normal, ikan kontes juga diberi perawatan khusus. Mulai dari pakan berupa kutu air, jentik sampai cacing sutra.

 “Kutu air biasanya diberikan untuk ikan yang masih berukuran kecil sampai tanggung. Pemberian makan jentik nyamuk bertujuan untuk memperkokoh ekor. Sedangkan cacing sutra bagus untuk membentuk badan ikan,” ujar Wayan.

 Dia menjelaskan untuk kontes lomba paling banyak berfokus ke bagian sirip ikan, mulai dari bagian sirip  punggung, sirip bawah, sirip kiri, sirip kanan dan bagian ekor. Selain keindahan kerapian sirip-sirip ini Juga dinilai. Ditambah lagi mental ikan saat kontes, mulai dari sikap saat ikan mengembangkan insangya (Ngedok, red) sampai mental saat ikan mungil ini bertemu dengan ikan lainnya.

 Pengembangbiakan ikan lucu ini juga terbilang standar. Umumnya, ikan yang ingin dikembangbiakan dicarikan pasangan. Mereka dimasukkan ke dalam satu wadah tetapi dipisah dengan sekat yang transparan.

Setelah beberapa lama, ikan pejantan akan membuat sarang yang berbentuk seperti busa. Setelah sarang selesai dibuat barulah indukan dilepaskan. Mereka dibiarkan sampai bertelur dan saling membuahi. Setelah itu, betina diangkat dan biarkan cupang jantan yang mengerami telur.

“Setelah tiga hari biasanya telur menetas,” ucap dia.

Seminggu atau lima hari setelah itu pejantan diangkat dan dipisahkan dari anak anaknya. Selain diatur tingkat keasaman airnya, anakan cupang ini diberi jenis pakan influsoria ataupun penglinol. Selain itu bisa juga dikasih kuning telur, tergantung stile masing-masing orang.

“Kalimantan sendiri juga memiliki cupang khas. Seperti Platau Batang, Betta Hendra, dan jenis Paoti yang sering kita temui waktu mancing,” tandasnya. Bersambung (ram)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .