MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 21 Agustus 2018 10:19
Palangka Raya Terancam Kabut Asap
Pemadam kebakaran menggendong mesin penyedot air menuju lokasi kebakaran lahan, di Jalan Yos Sudarso ujung, kemarin (20/8). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KEBAKARAN lahan belum bisa dicegah oleh pihak terkait. Palangka Raya dikepung karhutla. Tiap hari sirene mobil pemadam kebakaran menjadi hal biasa yang didengar.

Bayangkan saja, dalam sehari, bisa lima titik lebih. Mulai dari Kelurahan Kalampangan, Petuk Katimpun, Kereng Bangkirai, Menteng, dan Bukit Tunggal.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Henora Koffeno Nahan mengatakan, Palangka Raya terancam kabut asap, jika masyarakat terus-menerus tak peduli. “Oleh sebab itu, jika ada yang melihat orang membakar lahan, segera mungkin melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib, agar yang bersangkutan dapat diproses secara hukum,” tegasnya.

 

Dari pengamatan Kalteng Pos kemarin (20/8), kebakaran di Jalan Yos Sudarso sangat sulit dipadamkan. Hal itu dikarenakan terkendala akses menuju lokasi kebakaran. Jalannya sangat sulit untuk dilewati mobil maupun sepeda motor. Dengan berjalan kaki, para pemadam harus memikul mesin sedot air ke dalam hutan, kurang lebih 1 km.

“Untuk memadamkan karhutla, kesulitan yang dialami saat ini, adalah sumber air yang sulit didapatkan di lokasi. Terkadang akses masuknya yang sulit, yang mengharuskan kami berjalan kaki,” kata Kiwok, pemadam.

Untuk memadamkan karhutla di Jalan Yos Sudarso ujung, personel pemadam yang diturunkan sebanyak 20 orang dengan dua mesin. Hal tersebut tidak membuat api tersebut langsung padam. Para pemadam masih berjibaku dengan api selama kurang lebih 3 jam. “Karena kalau kebakaran gambut, kita harus benar-benar mematikan apinya hingga ke dalam tanah. Sebab, jika hanya bagian atas saja yang disemprot, kebakaran akan kembali terjadi, apabila kondisi cuaca panas dan berangin,” terangnya.

Dari informasi yang diperoleh, saat ini kebakaran di dua wilayah Yos Sudarso ujung sekitar tiga hektare. Wilayah Jalan G Obos XIV yang baru terbakar lagi, diperkirakan sudah 10 hektare. Data tersebut didapatkan dari BPBD Kota Palangka Raya dan pengamatan di lapangan. Untuk wilayah Petuk Katimpun tidak dapat terpantau, karena kebakarannya berada di tengah hutan.

Meskipun saat ini beberapa daerah di Kalteng sudah terlihat kabut asap tipis dan tercium bau kebakaran yang menyengkat hidung, namun untuk penetapan atau peningkatan status, masih belum dilakukan pihak pemprov.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng Fahrizal Fitri, indikator tersebut seperti melihat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) atau kualitas udara, level tinggi muka air, jumlah titik, dan lokasi hotspot.

“Sehingga ini yang menjadi perhatian. Dan untuk kondisi ini, kami akan bahas bersama BPBD-PK,” ucapnya.

Fahrizal menambahkan, kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Kota Palangka Raya ini, dikarenakan pembakaran oleh masyarakat secara sporadis. Terkait penanggulangan, dirasakan sudah cukup maksimal dilakukan oleh pemerintah.

“Ini juga karena pembakaran yang dilakukan masyarakat yang gila-gilaan. Sehingga terus terjadi kebakaran. Penanggulangan dilakukan oleh semua pihak terkait,” terangnya.

Menurutnya, melihat kondisi ini, minggu kemarin pihak pemprov sudah mengusulkan ke pusat, untuk penambahan peralatan sebanyak lima helikopter water bombing. Dengan harapan agar dapat menangani area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Artinya, sampai saat ini upaya kami sudah maksimal, untuk penanggulangan karhutla di Kalteng. Butuh kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk tidak membakar lahan,” tandas Fahrizal.

Dirinya pun mengharapkan, agar masyarakat yang berprofesi sebagai petani ladang, tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat mesti betul-betul menyadari akibat dari pembakaran lahan yang tak terkendali ini.

“Saya juga heran, lokasi-lokasi terbakarnya lahan ini, jalur aksesnya sulit sekali. Berada jauh ke dalam,” kata Fahrizal.

Saat ditanyakan mengenai sumur bor yang dirasakan tak efektif untuk membantu pemadaman api, Fahrizal mengungkapkan, pemanfaatan sumur bor sudah sangat optimal oleh personel yang ada di lapangan. Namun, jangkauan ke lokasi kebakaranlah yang menjadi kendala penggunaannya.

“Sumur bor tidak bisa menjangkau daerah-daerah kebakaran yang jauh dari letaknya. Karena kebanyakan kebakaran lahan ini berada di tempat yang jauh melalui jalur darat untuk pemadamannya,” tukasnya.

Sementara itu, di area sektor perkebunan, sampai saat ini tidak ada laporan mengenai kebakaran. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng, Rawing Rambang.

“Masih belum ada laporan untuk perusahaan atau kebun yang terbakar. Terkait data mengenai karhutla ini, semuanya dipusatkan di Pusdalops BPBDPK Kalteng,” timpal Rawing.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun melanda beberapa titik di Bumi Marunting Batu Aji—julukan Kotawaringin Barat (Kobar). Selain gencar melakukan pemadaman melalui darat dan udara menggunakan heli water bombing, Polres Kobar menginisiasi cara lain, yakni memohon doa kepada Yang Maha Kuasa. Polres Kobar menggelar salat Istiska, meminta agar segera turun hujan.

Salat Istiska berjemaah ini dilaksanakan di halaman Mapolres Kobar, Senin (20/8). Hadir Dandim 1014/PBN yang juga Dansatgas Karhutla Letkol Inf M Roni Sulaeman, beserta anggota TNI dari Kodim 1014/PBN dan Yon Raider Antang 631, serta diikuti Wakapolres Kobar Kompol Yonky bersama personel Polres Kobar.

Salat Istiska dipimpin Ustaz M Irfan. Salat dilaksanakan dengan khidmat. Salat Istiska adalah salat sunnah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau panjang ataupun dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajatan tertentu.

Kapolres Kobar menegaskan, karhutla yang menimpa Kobar saat ini, merupakan ujian dan cobaan, akibat ulah manusia yang membakar atau membuka lahan dengan cara dibakar.

“Karena mereka tidak mencintai lingkungan yang bersih, yang telah Allah titipkan kepada kita,” pungkasnya. (ala/idu/ari/ce/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 15:53

Kemenag dan Ormas se-Kotim Tolak LGBT

SAMPIT - Kementerian Agama dan organisasi masyarakat (ormas) se-Kotim menolak keberadaan kelompok lesbian,…

Sabtu, 17 November 2018 15:37

Terpeleset, Tukang Las Tewas di Sungai Mentaya

SAMPIT - Nahas dialami Dirin. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai tukang las itu ditemukan tewas di…

Sabtu, 17 November 2018 15:33

Awas! KTP, KK dan Akta Palsu

SAMPIT – Hati-hati menggunakan jasa calo dalam urusan kartu tanda penduduk (KTP) maupun akta kelahiran,…

Sabtu, 17 November 2018 15:20
Rejeki Ultah ke-26 Bagi Bidan Diah Ayu Novitasari

Baru Dua Bulan di Lamandau, Lulus Tes SKD CPNS

Ada yang unik dari pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Jumat, 16 November 2018 16:05

Melarikan Diri, Dua Tersangka Dihadiahi Timah Panas

SAMPIT - Usai sudah pelarian Taufiqurrahman alias Upik dan Mudianto alias Mudi. Dua pria yang sempat…

Jumat, 16 November 2018 16:03

Tak Hadir, Otomatis Gugur

PANGKALAN BUN – Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 15 November 2018 11:56

Selamat HUT ke 73 Brimob ! Semoga Semakin Dicintai Masyarakat

UPACARA peringatan HUT ke-73 Brimob Polri di Kalteng, diselenggarakan di Lapangan Mako Batalyon Raider…

Kamis, 15 November 2018 11:53
Melihat Cara Pemprov Kalteng Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Kesulitan Memasarkan, 1.000 UMKM Dikumpulkan

Angka pertumbuhan ekonomi Kalteng di atas rata-rata nasional. Bahkan se-Kalimantan, perekonomian Kalteng…

Kamis, 15 November 2018 11:51

Mobil Pelangsir Terbakar, SPBU Di-Police Line

PALANGKA RAYA-Dua pintu mobil Honda Civic terbuka secara bersamaan, dibarengi bunyi letusan kecil. Sesaat…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah bisa diprediksi. Banyak pengendara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .