MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 21 Agustus 2018 10:19
Palangka Raya Terancam Kabut Asap
Pemadam kebakaran menggendong mesin penyedot air menuju lokasi kebakaran lahan, di Jalan Yos Sudarso ujung, kemarin (20/8). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, KEBAKARAN lahan belum bisa dicegah oleh pihak terkait. Palangka Raya dikepung karhutla. Tiap hari sirene mobil pemadam kebakaran menjadi hal biasa yang didengar.

Bayangkan saja, dalam sehari, bisa lima titik lebih. Mulai dari Kelurahan Kalampangan, Petuk Katimpun, Kereng Bangkirai, Menteng, dan Bukit Tunggal.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Henora Koffeno Nahan mengatakan, Palangka Raya terancam kabut asap, jika masyarakat terus-menerus tak peduli. “Oleh sebab itu, jika ada yang melihat orang membakar lahan, segera mungkin melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib, agar yang bersangkutan dapat diproses secara hukum,” tegasnya.

 

Dari pengamatan Kalteng Pos kemarin (20/8), kebakaran di Jalan Yos Sudarso sangat sulit dipadamkan. Hal itu dikarenakan terkendala akses menuju lokasi kebakaran. Jalannya sangat sulit untuk dilewati mobil maupun sepeda motor. Dengan berjalan kaki, para pemadam harus memikul mesin sedot air ke dalam hutan, kurang lebih 1 km.

“Untuk memadamkan karhutla, kesulitan yang dialami saat ini, adalah sumber air yang sulit didapatkan di lokasi. Terkadang akses masuknya yang sulit, yang mengharuskan kami berjalan kaki,” kata Kiwok, pemadam.

Untuk memadamkan karhutla di Jalan Yos Sudarso ujung, personel pemadam yang diturunkan sebanyak 20 orang dengan dua mesin. Hal tersebut tidak membuat api tersebut langsung padam. Para pemadam masih berjibaku dengan api selama kurang lebih 3 jam. “Karena kalau kebakaran gambut, kita harus benar-benar mematikan apinya hingga ke dalam tanah. Sebab, jika hanya bagian atas saja yang disemprot, kebakaran akan kembali terjadi, apabila kondisi cuaca panas dan berangin,” terangnya.

Dari informasi yang diperoleh, saat ini kebakaran di dua wilayah Yos Sudarso ujung sekitar tiga hektare. Wilayah Jalan G Obos XIV yang baru terbakar lagi, diperkirakan sudah 10 hektare. Data tersebut didapatkan dari BPBD Kota Palangka Raya dan pengamatan di lapangan. Untuk wilayah Petuk Katimpun tidak dapat terpantau, karena kebakarannya berada di tengah hutan.

Meskipun saat ini beberapa daerah di Kalteng sudah terlihat kabut asap tipis dan tercium bau kebakaran yang menyengkat hidung, namun untuk penetapan atau peningkatan status, masih belum dilakukan pihak pemprov.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng Fahrizal Fitri, indikator tersebut seperti melihat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) atau kualitas udara, level tinggi muka air, jumlah titik, dan lokasi hotspot.

“Sehingga ini yang menjadi perhatian. Dan untuk kondisi ini, kami akan bahas bersama BPBD-PK,” ucapnya.

Fahrizal menambahkan, kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Kota Palangka Raya ini, dikarenakan pembakaran oleh masyarakat secara sporadis. Terkait penanggulangan, dirasakan sudah cukup maksimal dilakukan oleh pemerintah.

“Ini juga karena pembakaran yang dilakukan masyarakat yang gila-gilaan. Sehingga terus terjadi kebakaran. Penanggulangan dilakukan oleh semua pihak terkait,” terangnya.

Menurutnya, melihat kondisi ini, minggu kemarin pihak pemprov sudah mengusulkan ke pusat, untuk penambahan peralatan sebanyak lima helikopter water bombing. Dengan harapan agar dapat menangani area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Artinya, sampai saat ini upaya kami sudah maksimal, untuk penanggulangan karhutla di Kalteng. Butuh kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk tidak membakar lahan,” tandas Fahrizal.

Dirinya pun mengharapkan, agar masyarakat yang berprofesi sebagai petani ladang, tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat mesti betul-betul menyadari akibat dari pembakaran lahan yang tak terkendali ini.

“Saya juga heran, lokasi-lokasi terbakarnya lahan ini, jalur aksesnya sulit sekali. Berada jauh ke dalam,” kata Fahrizal.

Saat ditanyakan mengenai sumur bor yang dirasakan tak efektif untuk membantu pemadaman api, Fahrizal mengungkapkan, pemanfaatan sumur bor sudah sangat optimal oleh personel yang ada di lapangan. Namun, jangkauan ke lokasi kebakaranlah yang menjadi kendala penggunaannya.

“Sumur bor tidak bisa menjangkau daerah-daerah kebakaran yang jauh dari letaknya. Karena kebanyakan kebakaran lahan ini berada di tempat yang jauh melalui jalur darat untuk pemadamannya,” tukasnya.

Sementara itu, di area sektor perkebunan, sampai saat ini tidak ada laporan mengenai kebakaran. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng, Rawing Rambang.

“Masih belum ada laporan untuk perusahaan atau kebun yang terbakar. Terkait data mengenai karhutla ini, semuanya dipusatkan di Pusdalops BPBDPK Kalteng,” timpal Rawing.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun melanda beberapa titik di Bumi Marunting Batu Aji—julukan Kotawaringin Barat (Kobar). Selain gencar melakukan pemadaman melalui darat dan udara menggunakan heli water bombing, Polres Kobar menginisiasi cara lain, yakni memohon doa kepada Yang Maha Kuasa. Polres Kobar menggelar salat Istiska, meminta agar segera turun hujan.

Salat Istiska berjemaah ini dilaksanakan di halaman Mapolres Kobar, Senin (20/8). Hadir Dandim 1014/PBN yang juga Dansatgas Karhutla Letkol Inf M Roni Sulaeman, beserta anggota TNI dari Kodim 1014/PBN dan Yon Raider Antang 631, serta diikuti Wakapolres Kobar Kompol Yonky bersama personel Polres Kobar.

Salat Istiska dipimpin Ustaz M Irfan. Salat dilaksanakan dengan khidmat. Salat Istiska adalah salat sunnah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau panjang ataupun dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajatan tertentu.

Kapolres Kobar menegaskan, karhutla yang menimpa Kobar saat ini, merupakan ujian dan cobaan, akibat ulah manusia yang membakar atau membuka lahan dengan cara dibakar.

“Karena mereka tidak mencintai lingkungan yang bersih, yang telah Allah titipkan kepada kita,” pungkasnya. (ala/idu/ari/ce/ram)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:26

ASTAGAAA...!! Sopir Truk Itu Meninggal di Toilet

PALANGKA RAYA-Agus Budi Santosa ditemukan tergeletak di dalam toilet salah satu rumah makan, di Jalan…

Selasa, 25 September 2018 10:23

Soal Dukungan pada Pilpres, Koyem Tak Mendua Hati

PALANGKA RAYA-Sikap tegas ditunjukkan Nadalsyah dalam percaturan pilpres. Politikus dan birokrat senior…

Selasa, 25 September 2018 10:13

TO Polisi Terciduk saat Transaksi

KUALA PEMBUANG- Berakhir sudah sepak terjang Fadla (27) sebagai bandar narkoba. Tepatnya setelah aparat…

Selasa, 25 September 2018 10:10

Hamil Tua, Jual Sabu Demi Biaya Persalinan

SAMPIT-Usia kandungan yang sudah sembilan bulan rupanya tidak membuat Vony Windi Sasmita “cuti”…

Senin, 24 September 2018 10:39
Pusat Dukung Prabowo, Daerah Dukung Jokowi

Demokrat Berbelok

PALANGKA RAYA-Dinamika politik setelah penetapan dan pencabutan nomor urut capres-cawapres, diwarnai…

Senin, 24 September 2018 10:35

Lima Jari Putus, Tergiling Mesin

PALANGKA RAYA-Apes dialami Muhammad alias Amad. Pemuda berperawakan kurus itu kehilangan lima jari di…

Senin, 24 September 2018 10:32
Usung Kearifan Lokal, KPU Fokus Antihoax, Politik Uang, dan SARA

Pilihan Berbeda, Jangan Lupa Saudara

Bendera start kampanye telah berkibar. Penyelenggara pemilu khususnya KPU dan Bawaslu mulai dipacu.…

Senin, 24 September 2018 10:28

Kampanye Semaunya, Sanksinya Pidana Penjara

PALANGKA RAYA-Masa kampanye telah dimulai sejak 23 September 2018. Bagi tim pemenangan capres-cawapres,…

Senin, 24 September 2018 10:23

Wanita Hamil Tua Edarkan Sabu

SAMPIT-Tim gabungan dari Satresnarkoba Polres Kotim dan Polsek Baamang berhasil meringkus empat pelaku…

Senin, 24 September 2018 10:13

Sugianto Lantik 10 Bupati dan Wali Kota Se Kalteng

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, melantik 9 pasangan bupati/wakil bupati dan 1 wali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .