MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 20 Agustus 2018 09:57
Pemadaman Karhutla di Kota Terkendala Akses Jalan Masuk Lokasi
Seorang bocah nekat ikut memadamkan api yang membakar lahan di sekitar Jalan G Obos XIV, Palangka Raya, Minggu (19/8). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Dugaan pembakaran hutan dan lahan alias karhutla, kembali muncul di sejumlah sudut Kota Palangka Raya. Sudah ada beberapa lokasi yang mengepulkan asap tebal. Di antaranya, Petuk Katimpun, Danau Rangas, Jalan Ir Soekarno, Kalampangan, Manduhara, Kereng Bangkirai, Sabaru, dan lainnya.

Sekretaris Balakar 620 Letus Batarung mengatakan, saat ini pemadaman di kota sering terkendala akses jalan masuk lokasi. Pada puncak musim kemarau seperti saat ini, pihaknya merasa perlu bantuan personel pemadaman, karena banyaknya titik panas alias hotspot.

Danramil 01 Pahandut Mayor Infantri Heru W juga menyampaikan, saat ini Palangka Raya memang harus siaga karhutla. Karena beberapa hari belakangan ini sudah tidak turun hujan, dan sejumlah lahan di tengah kota kebanyakan yang terbakar.

“Untuk saat ini, kebakaran lahan di Jalan G Obos XIV diduga sengaja dibakar oleh pemilik lahan,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Minggu (19/8).

Dari pengamatan Kalteng Pos, proses pemadaman api di Jalan G Obos XIV sedikit unik dan miris. Menggunakan alat tradisional, memakai ranting pohon. Api dengan asap yang bisa menggelapkan mata, dipadamkan sebisanya. Seperti halnya dilakukan seorang bocah 12 tahun.

“Karena kebakaran barusan tadi. Di lokasi ini tidak ada orangnya. Hanya ada TNI seorang diri yang memadamkan api. Oleh sebab itu, saya langsung berinisiatif membantu memadamkan dengan alat seadanya,” ungkap Subahan (12), warga Jalan RTA Milono Km 7, Palangka Raya.

Karhutla di Jalan G Obos XIV, kemarin, terbilang parah. Sejak Sabtu (18/8) malam, sudah dipadamkan oleh Balakar, TNI, dan Polri. Namun, di siang hari, Minggu (19/8) sekitar pukul 10.30 WIB, api kembali menyebar hingga mendekati perumahan warga.

Saat kejadian, hanya seoarang Babinsa yang memadamkan api seorang diri. Menggunakan peralatan seadanya, ranting pohon yang daunnya masih hijau. Itu pun tujuannya untuk menahan api beberapa saat, agar tidak meluas ke permukiman warga, yang berjarak sekitar 15 meter. Utungnya, api berhasil dipadamkan, seiring datangnya Balakar dan sejumlah personel.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pusdalops BPBDPK Kalteng, setidaknya sudah ada 330 karhutla terjadi di Bumi Tambun Bungai, sejak Januari sampai Agustus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kalteng Darliansah, melalui Kasubag Kedaduratan Alfius Patanan mengungkapkan, berdasarkan laporan yang mereka terima setiap harinya dari seluruh kabupaten, Palangka Raya menduduki peringkat pertama karhutla, disusul Kotim.

“Dan memang untuk Kotim sendiri aktivitas meningkatnya titik api di wilayah tersebut hingga mengakibatkan kabut sejak 19 Agustus. Dan untuk kota, hari ini saja terjadi kebakaran lagi,” ujarnya saat diwawancarai Kalteng Pos di Kantor Pusdalops BPBDPK Kalteng, Minggu (19/9).

Selain Palangka Raya dan Kotim, lanjutnya, wilayah besar lainnya di Kalteng yang sampai saat ini terjadi kebakaran hutan dan lahan di bulan ini, yakni Kapuas dan Pulang Pisau.

Walaupun begitu, untuk upaya penanganan dan pemadaman, seperti di Kotim intens dilakukan dengan melibatkan petugas, baik dari kabupaten maupun BKO personelnya ke daerah.

“Pemadaman baik jalur darat maupun udara terus kami intensifkan. Juga menggunakan helikopter water bombing beberapa kali dalam sehari, untuk memadamkan api di sana,” beber Alfius.

Pihaknya belum mengetahui areal kebakaran yang terjadi di beberapa daerah. Apakah lahan masyarakat atau perusahaan perkebunan sawit dan lainnya.

“Kalau yang di Kotim itu mungkin adanya kebun kelapa atau kopra. Kalau untuk Kapuas, berdasarkan berbagai informasi, memang terjadi di areal perkebunan,” pungkasnya. (idu/ari/ce/abe)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:26

ASTAGAAA...!! Sopir Truk Itu Meninggal di Toilet

PALANGKA RAYA-Agus Budi Santosa ditemukan tergeletak di dalam toilet salah satu rumah makan, di Jalan…

Selasa, 25 September 2018 10:23

Soal Dukungan pada Pilpres, Koyem Tak Mendua Hati

PALANGKA RAYA-Sikap tegas ditunjukkan Nadalsyah dalam percaturan pilpres. Politikus dan birokrat senior…

Selasa, 25 September 2018 10:13

TO Polisi Terciduk saat Transaksi

KUALA PEMBUANG- Berakhir sudah sepak terjang Fadla (27) sebagai bandar narkoba. Tepatnya setelah aparat…

Selasa, 25 September 2018 10:10

Hamil Tua, Jual Sabu Demi Biaya Persalinan

SAMPIT-Usia kandungan yang sudah sembilan bulan rupanya tidak membuat Vony Windi Sasmita “cuti”…

Senin, 24 September 2018 10:39
Pusat Dukung Prabowo, Daerah Dukung Jokowi

Demokrat Berbelok

PALANGKA RAYA-Dinamika politik setelah penetapan dan pencabutan nomor urut capres-cawapres, diwarnai…

Senin, 24 September 2018 10:35

Lima Jari Putus, Tergiling Mesin

PALANGKA RAYA-Apes dialami Muhammad alias Amad. Pemuda berperawakan kurus itu kehilangan lima jari di…

Senin, 24 September 2018 10:32
Usung Kearifan Lokal, KPU Fokus Antihoax, Politik Uang, dan SARA

Pilihan Berbeda, Jangan Lupa Saudara

Bendera start kampanye telah berkibar. Penyelenggara pemilu khususnya KPU dan Bawaslu mulai dipacu.…

Senin, 24 September 2018 10:28

Kampanye Semaunya, Sanksinya Pidana Penjara

PALANGKA RAYA-Masa kampanye telah dimulai sejak 23 September 2018. Bagi tim pemenangan capres-cawapres,…

Senin, 24 September 2018 10:23

Wanita Hamil Tua Edarkan Sabu

SAMPIT-Tim gabungan dari Satresnarkoba Polres Kotim dan Polsek Baamang berhasil meringkus empat pelaku…

Senin, 24 September 2018 10:13

Sugianto Lantik 10 Bupati dan Wali Kota Se Kalteng

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, melantik 9 pasangan bupati/wakil bupati dan 1 wali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .