MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 20 Agustus 2018 09:57
Pemadaman Karhutla di Kota Terkendala Akses Jalan Masuk Lokasi
Seorang bocah nekat ikut memadamkan api yang membakar lahan di sekitar Jalan G Obos XIV, Palangka Raya, Minggu (19/8). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Dugaan pembakaran hutan dan lahan alias karhutla, kembali muncul di sejumlah sudut Kota Palangka Raya. Sudah ada beberapa lokasi yang mengepulkan asap tebal. Di antaranya, Petuk Katimpun, Danau Rangas, Jalan Ir Soekarno, Kalampangan, Manduhara, Kereng Bangkirai, Sabaru, dan lainnya.

Sekretaris Balakar 620 Letus Batarung mengatakan, saat ini pemadaman di kota sering terkendala akses jalan masuk lokasi. Pada puncak musim kemarau seperti saat ini, pihaknya merasa perlu bantuan personel pemadaman, karena banyaknya titik panas alias hotspot.

Danramil 01 Pahandut Mayor Infantri Heru W juga menyampaikan, saat ini Palangka Raya memang harus siaga karhutla. Karena beberapa hari belakangan ini sudah tidak turun hujan, dan sejumlah lahan di tengah kota kebanyakan yang terbakar.

“Untuk saat ini, kebakaran lahan di Jalan G Obos XIV diduga sengaja dibakar oleh pemilik lahan,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Minggu (19/8).

Dari pengamatan Kalteng Pos, proses pemadaman api di Jalan G Obos XIV sedikit unik dan miris. Menggunakan alat tradisional, memakai ranting pohon. Api dengan asap yang bisa menggelapkan mata, dipadamkan sebisanya. Seperti halnya dilakukan seorang bocah 12 tahun.

“Karena kebakaran barusan tadi. Di lokasi ini tidak ada orangnya. Hanya ada TNI seorang diri yang memadamkan api. Oleh sebab itu, saya langsung berinisiatif membantu memadamkan dengan alat seadanya,” ungkap Subahan (12), warga Jalan RTA Milono Km 7, Palangka Raya.

Karhutla di Jalan G Obos XIV, kemarin, terbilang parah. Sejak Sabtu (18/8) malam, sudah dipadamkan oleh Balakar, TNI, dan Polri. Namun, di siang hari, Minggu (19/8) sekitar pukul 10.30 WIB, api kembali menyebar hingga mendekati perumahan warga.

Saat kejadian, hanya seoarang Babinsa yang memadamkan api seorang diri. Menggunakan peralatan seadanya, ranting pohon yang daunnya masih hijau. Itu pun tujuannya untuk menahan api beberapa saat, agar tidak meluas ke permukiman warga, yang berjarak sekitar 15 meter. Utungnya, api berhasil dipadamkan, seiring datangnya Balakar dan sejumlah personel.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pusdalops BPBDPK Kalteng, setidaknya sudah ada 330 karhutla terjadi di Bumi Tambun Bungai, sejak Januari sampai Agustus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kalteng Darliansah, melalui Kasubag Kedaduratan Alfius Patanan mengungkapkan, berdasarkan laporan yang mereka terima setiap harinya dari seluruh kabupaten, Palangka Raya menduduki peringkat pertama karhutla, disusul Kotim.

“Dan memang untuk Kotim sendiri aktivitas meningkatnya titik api di wilayah tersebut hingga mengakibatkan kabut sejak 19 Agustus. Dan untuk kota, hari ini saja terjadi kebakaran lagi,” ujarnya saat diwawancarai Kalteng Pos di Kantor Pusdalops BPBDPK Kalteng, Minggu (19/9).

Selain Palangka Raya dan Kotim, lanjutnya, wilayah besar lainnya di Kalteng yang sampai saat ini terjadi kebakaran hutan dan lahan di bulan ini, yakni Kapuas dan Pulang Pisau.

Walaupun begitu, untuk upaya penanganan dan pemadaman, seperti di Kotim intens dilakukan dengan melibatkan petugas, baik dari kabupaten maupun BKO personelnya ke daerah.

“Pemadaman baik jalur darat maupun udara terus kami intensifkan. Juga menggunakan helikopter water bombing beberapa kali dalam sehari, untuk memadamkan api di sana,” beber Alfius.

Pihaknya belum mengetahui areal kebakaran yang terjadi di beberapa daerah. Apakah lahan masyarakat atau perusahaan perkebunan sawit dan lainnya.

“Kalau yang di Kotim itu mungkin adanya kebun kelapa atau kopra. Kalau untuk Kapuas, berdasarkan berbagai informasi, memang terjadi di areal perkebunan,” pungkasnya. (idu/ari/ce/abe)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 15:53

Kemenag dan Ormas se-Kotim Tolak LGBT

SAMPIT - Kementerian Agama dan organisasi masyarakat (ormas) se-Kotim menolak keberadaan kelompok lesbian,…

Sabtu, 17 November 2018 15:37

Terpeleset, Tukang Las Tewas di Sungai Mentaya

SAMPIT - Nahas dialami Dirin. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai tukang las itu ditemukan tewas di…

Sabtu, 17 November 2018 15:33

Awas! KTP, KK dan Akta Palsu

SAMPIT – Hati-hati menggunakan jasa calo dalam urusan kartu tanda penduduk (KTP) maupun akta kelahiran,…

Sabtu, 17 November 2018 15:20
Rejeki Ultah ke-26 Bagi Bidan Diah Ayu Novitasari

Baru Dua Bulan di Lamandau, Lulus Tes SKD CPNS

Ada yang unik dari pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Jumat, 16 November 2018 16:05

Melarikan Diri, Dua Tersangka Dihadiahi Timah Panas

SAMPIT - Usai sudah pelarian Taufiqurrahman alias Upik dan Mudianto alias Mudi. Dua pria yang sempat…

Jumat, 16 November 2018 16:03

Tak Hadir, Otomatis Gugur

PANGKALAN BUN – Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 15 November 2018 11:56

Selamat HUT ke 73 Brimob ! Semoga Semakin Dicintai Masyarakat

UPACARA peringatan HUT ke-73 Brimob Polri di Kalteng, diselenggarakan di Lapangan Mako Batalyon Raider…

Kamis, 15 November 2018 11:53
Melihat Cara Pemprov Kalteng Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Kesulitan Memasarkan, 1.000 UMKM Dikumpulkan

Angka pertumbuhan ekonomi Kalteng di atas rata-rata nasional. Bahkan se-Kalimantan, perekonomian Kalteng…

Kamis, 15 November 2018 11:51

Mobil Pelangsir Terbakar, SPBU Di-Police Line

PALANGKA RAYA-Dua pintu mobil Honda Civic terbuka secara bersamaan, dibarengi bunyi letusan kecil. Sesaat…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah bisa diprediksi. Banyak pengendara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .