MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 20 Agustus 2018 09:57
Pemadaman Karhutla di Kota Terkendala Akses Jalan Masuk Lokasi
Seorang bocah nekat ikut memadamkan api yang membakar lahan di sekitar Jalan G Obos XIV, Palangka Raya, Minggu (19/8). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Dugaan pembakaran hutan dan lahan alias karhutla, kembali muncul di sejumlah sudut Kota Palangka Raya. Sudah ada beberapa lokasi yang mengepulkan asap tebal. Di antaranya, Petuk Katimpun, Danau Rangas, Jalan Ir Soekarno, Kalampangan, Manduhara, Kereng Bangkirai, Sabaru, dan lainnya.

Sekretaris Balakar 620 Letus Batarung mengatakan, saat ini pemadaman di kota sering terkendala akses jalan masuk lokasi. Pada puncak musim kemarau seperti saat ini, pihaknya merasa perlu bantuan personel pemadaman, karena banyaknya titik panas alias hotspot.

Danramil 01 Pahandut Mayor Infantri Heru W juga menyampaikan, saat ini Palangka Raya memang harus siaga karhutla. Karena beberapa hari belakangan ini sudah tidak turun hujan, dan sejumlah lahan di tengah kota kebanyakan yang terbakar.

“Untuk saat ini, kebakaran lahan di Jalan G Obos XIV diduga sengaja dibakar oleh pemilik lahan,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Minggu (19/8).

Dari pengamatan Kalteng Pos, proses pemadaman api di Jalan G Obos XIV sedikit unik dan miris. Menggunakan alat tradisional, memakai ranting pohon. Api dengan asap yang bisa menggelapkan mata, dipadamkan sebisanya. Seperti halnya dilakukan seorang bocah 12 tahun.

“Karena kebakaran barusan tadi. Di lokasi ini tidak ada orangnya. Hanya ada TNI seorang diri yang memadamkan api. Oleh sebab itu, saya langsung berinisiatif membantu memadamkan dengan alat seadanya,” ungkap Subahan (12), warga Jalan RTA Milono Km 7, Palangka Raya.

Karhutla di Jalan G Obos XIV, kemarin, terbilang parah. Sejak Sabtu (18/8) malam, sudah dipadamkan oleh Balakar, TNI, dan Polri. Namun, di siang hari, Minggu (19/8) sekitar pukul 10.30 WIB, api kembali menyebar hingga mendekati perumahan warga.

Saat kejadian, hanya seoarang Babinsa yang memadamkan api seorang diri. Menggunakan peralatan seadanya, ranting pohon yang daunnya masih hijau. Itu pun tujuannya untuk menahan api beberapa saat, agar tidak meluas ke permukiman warga, yang berjarak sekitar 15 meter. Utungnya, api berhasil dipadamkan, seiring datangnya Balakar dan sejumlah personel.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pusdalops BPBDPK Kalteng, setidaknya sudah ada 330 karhutla terjadi di Bumi Tambun Bungai, sejak Januari sampai Agustus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kalteng Darliansah, melalui Kasubag Kedaduratan Alfius Patanan mengungkapkan, berdasarkan laporan yang mereka terima setiap harinya dari seluruh kabupaten, Palangka Raya menduduki peringkat pertama karhutla, disusul Kotim.

“Dan memang untuk Kotim sendiri aktivitas meningkatnya titik api di wilayah tersebut hingga mengakibatkan kabut sejak 19 Agustus. Dan untuk kota, hari ini saja terjadi kebakaran lagi,” ujarnya saat diwawancarai Kalteng Pos di Kantor Pusdalops BPBDPK Kalteng, Minggu (19/9).

Selain Palangka Raya dan Kotim, lanjutnya, wilayah besar lainnya di Kalteng yang sampai saat ini terjadi kebakaran hutan dan lahan di bulan ini, yakni Kapuas dan Pulang Pisau.

Walaupun begitu, untuk upaya penanganan dan pemadaman, seperti di Kotim intens dilakukan dengan melibatkan petugas, baik dari kabupaten maupun BKO personelnya ke daerah.

“Pemadaman baik jalur darat maupun udara terus kami intensifkan. Juga menggunakan helikopter water bombing beberapa kali dalam sehari, untuk memadamkan api di sana,” beber Alfius.

Pihaknya belum mengetahui areal kebakaran yang terjadi di beberapa daerah. Apakah lahan masyarakat atau perusahaan perkebunan sawit dan lainnya.

“Kalau yang di Kotim itu mungkin adanya kebun kelapa atau kopra. Kalau untuk Kapuas, berdasarkan berbagai informasi, memang terjadi di areal perkebunan,” pungkasnya. (idu/ari/ce/abe)

 


BACA JUGA

Kamis, 18 April 2019 11:42

Gubernur : Siapapun yang Terpilih, Doa kan yang Terbaik

PALANGKA RAYA-Sebagai warga negara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memiliki hak…

Rabu, 17 April 2019 13:30

Penggiat Lingkungan Desak Perusahaan Pemilik Tongkang Ditindak

Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan Jembatan Tumbang Samba di Kecamatan…

Selasa, 16 April 2019 10:28

BRAKKKK...!! Tongkang Hantam Jembatan Belum Jadi, Begini Kondisinya

KASONGAN–Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima…

Selasa, 16 April 2019 10:25

Motor Tabrakan Dahsyat, Satu Tewas

PALANGKA RAYA- Adu kuat dua kuda besi di Jalan Tingang…

Selasa, 16 April 2019 10:23

NGERI..!! Pakai Tombak dan Parang, Mertua dan Temannya Bunuh Menantu

AKSI kejahatan yang mengakibatkan nyawa melayang tak terhindarkan. Di Sepang,…

Selasa, 16 April 2019 10:21

BUAT CALEG, INGAT YA..!! Suara Banyak, Belum Tentu Terpilih, Begini Hitung-Hitungannya....

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 akan memasuki babak akhir. Besok, 17…

Senin, 15 April 2019 11:19

Bahan Melimpah, Harga Rotan Murah

PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI…

Minggu, 14 April 2019 13:41

3 Bulan Pascaoperasi, Apa Kabar Terbaru Wanita Tergemuk di Kalteng Itu..??

Pihak RSUD dr Doris Sylvanus kembali menimbang berat badan Titi…

Minggu, 14 April 2019 13:39

Pedagang Ngeluh Harga Bawang Mahal, Ini Kata Mendag

PALANGKA RAYA - Para pedagang keluhkan naiknya harga bawang kepada Menteri…

Minggu, 14 April 2019 13:35

MANTAP..!! Anak Perbatasan Resmi Jadi Prajurit TNI

PALANGKA RAYA - Salah satu bukti dari realisasi  kebijakan TNI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*