MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 20 Agustus 2018 09:53
Disambar Minibus, Pengendara Tewas, Motor Hancur Berkeping-keping
Sepeda motor Honda Vario milik korban tak berbentuk, setelah dihantam mobil Daihatsu Ayla, saat kecelakaan di Jalan Adonis Samad, kemarin (19/8). Inset: Usai menabrak, mobil terguling ke jalur berlawanan. (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Masih teringat kecelakaan mengerikan yang menewaskan dua orang di Jalan Tjilik Riwut Km 21, Rabu lalu, kejadian serupa terjadi lagi kemarin (19/8). Pengendara sepeda motor, Misri tewas disambar minibus Daihatsu Ayla, di Jalan Adonis Samad. Tak hanya itu, sepeda motor Honda Vario KH 2494 YD yang ditungganginya pun hancur berkeping-keping. Sementara, pengemudi minibus Victor Butarbutar (32), hanya mengalami luka robek di kepala sebelah kiri. Padahal, minibus berwarna silver itu sempat menerjang trotoar dan terguling.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika itu, Misri keluar dari Kompleks Bengaris. Lalu, menuju ke arah Bundaran Burung. Kakek berusia 68 tahun itu kemudian melaju di jalur cepat, dan hendak menyeberang di penggalan putar arah terdekat, menuju ke Jalan Jati. Ketika menyeberang, dari arah Bundaran Burung melaju kencang minibus KH 1588 TG.

Braakkk. Benturan keras tak terhindarkan.

“Suaranya seperti kerupuk dikremes. Langsung hancur sepeda motor itu,” ungkap Tipa, warga setempat kepada Kalteng Pos.

Diduga, kakek yang beralamatkan di Jalan Meranti IV itu, hendak mengambil jalan pintas ketika hendak masuk ke Jalan Jati. Hal itu sudah menjadi kebiasaan warga sekitar. Pasalnya, putar arah selanjutnya, lumayan jauh.

Usai menabrak, pengemudi yang merupakan warga Jalan Temanggung Tilung itu, tak bisa lagi mengendalikan laju minibus. Oleng. Menerjang pohon di trotoar. Terguling. Dan akhirnya terhenti di jalur berlawanan.

Victor Butarbutar, ketika dibincangi awak media di RS PKU Muhammadiyah, menerangkan secara singkat detik-detik kecelakaan itu. Warga yang tinggal di Jalan Tilung IV itu mengaku, kecepatan mobil masih di batas normal, karena hendak melewati tikungan. Tapi, tiba-tiba ia melihat pengendara sepeda motor tak berhenti saat hendak menyeberang. Mau banting setir ke kiri, tidak mungkin, karena ada sepeda motor lain yang melaju menuju bandara. 

“Sempat saya klakson, namun orang tersebut tidak mengubris dan tetap menyeberang. Karena panik, saya tidak dapat menghindar lagi,” ujar honorer yang bekerja sebagai maintenance di Bandara Tjilik Riwut itu.

Terpisah, menantu korban, Sus dan Yanto menyebut, ada firasat aneh yang dilakukan mertuanya beberapa hari belakangan. Bahkan, beberapa jam sebelum peristiwa terjadi. Beberapa hari sebelumnya, sempat ditegur oleh cucu, disuruh ziarah ke makam cucu yang beberapa bulan sebelumnya meninggal. Lalu, ketika ada orang membeli cincau seharga Rp15 ribu, diberi cincau setara harga Rp25 ribu.

Terakhir, siang hari, ketika melepas penat usai membuat cincau, tak ada angina tak ada hujan, sepeda motor Vario warna merah itu dicuci. Bersih.

“Lalu, pamit pergi. Katanya sebentar saja. Pas pergi, tumben-tumbennya pakai helm,” ungkap mereka di Ruang Kamboja RSUD dr Doris Sylvanus.

Di tempat yang sama, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kasatlantas AKP Anang Hardyanto menyebut, luka-luka yang dialami korban, sesuai dengan hasil visum oleh dokter forensik, sangatlah parah. Kepala bagian belakang dan dagu robek, lengan tangan kiri dan kanan patah, kaki kiri dan kanan serta tulang rusuk patah.

Hasil olah TKP dan keterangan saksi, minibus menabrak bagian samping kiri sepeda motor. Kecelakaan tersebut terjadi diduga akibat kelalaian pengendara sepeda motor. Karena saat menyeberang jalan, tidak memerhatikan arus lalu lintas jalan.

“Diduga korban mengambil putar arah terdekat, untuk menuju Jalan Jati,” ungkapnya.(idu/ce/ram)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 09:03

Jangan Takut Laporkan Pembakar Hutan dan Lahan

PALANGKA RAYA-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah pusat dan…

Senin, 22 Juli 2019 08:14

Bahaya Nih..!! Api Karhutla Sudah Dekati Pemukiman

PULANG PISAU- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulang Pisau hingga…

Minggu, 21 Juli 2019 12:03

Kapal Bermuatan Karet dari Sampit Tenggelam, Bagaimana Nasib Awaknya..??

SAMPIT – Sebuah kapal layar motor (KLM) bermuatan karet yang berangkat…

Minggu, 21 Juli 2019 10:24

Met..Met..Ngapain Nyebur ke Sumur..?? Mau Ditolong Malah Nolak

PANGKALAN BUN – Slamet (57), membuat geger warga Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan…

Minggu, 21 Juli 2019 10:15

Lahan Sengaja Dibakar, Belasan TKP Disegel Polisi

PALANGKA RAYA–Beberapa pekan terakhir kabut asap sudah menyelimuti Kota Palangka…

Sabtu, 20 Juli 2019 12:06

TENANG..., Karhutla Tak Pengaruhi Pemindahan Ibu Kota

PALANGKA RAYA-Hari pengumuman ibu kota negara pengganti DKI Jakarta semakin…

Sabtu, 20 Juli 2019 00:54

Dua Hal Penting yang Mesti Diperhatikan Jika Ibu Kota Pindah ke Kalteng

PALANGKA RAYA – Persiapan pemindahan ibukota negara (IKN) Republik Indonesia ke…

Sabtu, 20 Juli 2019 00:50

Yakin Jadi Ibu Kota Baru, Sugianto : Kalteng Telah Miliki Semua yang Disyaratkan

PALANGKA RAYA - Provinsi Kalimantan Tengah calon kuat lokasi Ibu…

Jumat, 19 Juli 2019 10:33

Yantenglie Menangis dalam Persidangan, Bukan Air Mata Penyesan

PALANGKA RAYA-Ruang sidang tipikor seketika hening. Bersamaan dengan itu, air…

Jumat, 19 Juli 2019 08:25

Ngaku Dapat Petunjuk Mistis, Anak Sekdes Dicabuli Pak Kades

MUARA TEWEH-Oknum Kepala Desa Narui, Puncak Mandala Putra (49) diadlili…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*