MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI
Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama
Putra dari pasangan suami istri Dedy dan Mira lahir bertepatan dengan HUT ke-73 RI, di RSUD dr Doris Sylvanus. (HUMAS RSUD FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberuntungan itu dirasakan tiga pasutri. Mendapatkan momongan tepat tanggal 17 Agustus. Sesuatu yang tak disangka sebelumnya.

 

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

 

RASA haru bercampur bahagia dirasakan tiga pasutri. Mereka adalah pasangan Dedy (47) dan Mira (36), Abdi (25) dan Cristin Garuda (20), Roni Pramono (24) dan Siti Fatimah (19). Mereka mendapatkan kado istimewa dari Tuhan YME pada momen HUT RI kali ini. Bayi mereka lahir di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Saya (penulis) sempat berbincang dengan tiga pasangan tersebut, kemarin sore (17/8). Didampingi pihak humas rumah sakit, menuju ruangan kelas III. Di balik tirai berwarna hijau itu, tampak bayi mungil berbaring di ranjang nomor 14. Laki-laki. Tepat di samping ibunya. Berselimut. Wajahnya juga bersih. Ibunya, Mira tampak masih susah untuk terbuka. Baru terbangun dari tidur.

Di belakangnya, ada bungkusan kado yang belum dibuka. Bergambar film animasi, Frozen, disertai untaian doa yang tertulis pada kertas, berisikan ucapan selamat dan doa dari direksi rumah sakit.

Sang suami, Dedy menemani untuk berbincang. Pria 47 tahun itu, tak menyangka sebelumnya, istrinya melahirkan saat momen HUT kemerdekaan. Tak ada rencana. Senang istrinya bisa melahirkan normal. Terlebih putranya lahir dengan kondisi sehat, tanpa kekurangan apapun.

Beratnya 3,3 kilogram. Lahir pukul 08.55 WIB.

“Senang sekali. Enggak menyangka lahir pas tanggal 17,”ucap warga Luwuk Kanan, Katingan itu.

Bersama istrinya, tiba di rumah sakit terbesar di Kalteng itu pada pagi harinya, sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelumnya sempat pergi ke puskesmas di desanya. Namun disarankan untuk ke RS Kasongan. Di RS Kasongan, dianjurkan ke RSUD dr Doris Sylvanus.

Terkait pemberian nama, Dedy masih binggung. Istrinya juga. Tapi, Dedy sempat ngobrol dengan keluarga. Nama yang akan diberikan, berhubungan dengan momen kemerdekaan.

“Tadi sempat berunding. Rencananya saya akan beri nama Dirgahayu,” ucapnya.

Di ranjang nomor 10, juga terbaring lemah Cristin Garuda (20), istri dari Abdi, yang melahirkan anak keduanya pukul 01.25 WIB. Melalui operasi cesar. Bayi laki-laki yang bobotnya 4,2 kilogram itu, juga tampak bersih. Sama seperti pasangan sebelumnya, proses operasi sendiri bukan menjadi rencana awal. Murni lantaran kondisi istrinya tak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.

Untuk masalah nama, Abdi menyampaikan, belum terpikirkan. Masih memikirkan sang istri, yang masih terbaring lemah di ranjang perawatan.

“Belum ngobrol masalah nama. Tapi, kemungkinan tetap ada terselip kata Garuda dalam namanya nanti,” ucap pria berusia 25 tahun asal Tewah tersebut.

Pasutri ketiga yang ditemui berbeda ruangan. Berada di Kelas II. Ruangan yang berisi empat ranjang. Pasangan yang paling muda dari dua pasutri sebelumnya. Roni Pramono (24) dan Siti Fatimah (19). Raut wajah mereka tampak lebih bahagia.

Maklum saja, bayi laki-laki yang lahir tersebut merupakan putra pertama. Kado terindah selama menikah. Kebahagiaan lainnya, tanggal lahir putranya lebih mudah diingat.

Warga Tumbang Samba itu tak menduga anaknya lahir pada tanggal 17 Agustus. Meski, pasangan muda ini sudah mengharapkan buah hatinya segera lahir sebelumnya. Doa itu terjawab. Sekitar pukul 00.30 WIB, bayi laki-laki lahir dengan berat 3,8 kilogram.

Operasi merupakan tindakan yang diambil oleh tim medis, lantaran secara hitungan tidak bisa melahirkan normal.

“Alhamdulillah, anak saya normal dan sehat. Saya hanya berharap anak saya selalu sehat, dan selalu bisa menghargai sejarah saat ia bertumbuh dewasa nanti,” ujarnya penuh bahagia. (ram/ce)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .