MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 17 Agustus 2018 14:31
LAKA MAUT ! Dua Nyawa Terenggut

Terjepit, Butuh 90 Menit Evakuasi Jasad Korban

Bagian depan mobil Daihatsu Ayla rusak parah. Pengemudi mobil dan penumpang tewas di lokasi kecelakaan, Jalan Tjilik Riwut Km 21, Rabu (16/8) sekitar pukul 23.40 WIB. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Kesunyian malam menjelang pergantian hari, seketika berubah menjadi peristiwa mengerikan. Dua nyawa terenggut dalam kecelakaan maut antara Toyota Hilux dengan Daihatsu Ayla, di Jalan Tjilik Riwut Km 21, Rabu (15/8) sekitar pukul 23.40 WIB.

Korban adalah M Noor (23), dan Hairum Alias Ucok (30) yang menumpangi mobil Daihatsu Ayla. Mereka terjepit bodi kendaraan yang hancur bagian depan. Sedangkan, sopir Toyota Hilux, Fahmiansyah(24)  hanya mengalami trauma dan luka ringan.

Beberapa warga sekitar dan sopir truk yang terpaksa turun dari kursi kemudi, memberi kesaksian yang mengerikan. Benturan terdengar begitu keras. Setidaknya jarak satu kilometer. Tak ada yang berani mendekat. Apalagi menolong sesaat setelah kecelakaan. Meskipun menolong, warga tidak akan bisa, karena yang tampak dari luar hanya dua kepala yang ada di kursi depan. Tubuh mereka terjepit kursi dan bodi mobil.

“Enggak ada yang berani,” ucap beberapa pengemudi yang berkerumun karena kendaraannya terjebak kemacetan.

Bersama warga sekitar, mereka hanya berani membersihkan serpihan bodi kendaraan dan pasir puya yang berserakan di aspal. Membantu pengemudi yang selamat untuk segera diberi pertolongan. “Nunggu polisi dulu,” kata mereka kepada Kalteng Pos.

Unit Laka Satlantas Polres Palangka Raya, tiba di lokasi sekitar pukul 00.10 WIB. Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar memimpin jalannya evakuasi. Sang sopir dikeluarkan terlebih dahulu. Setelah membuka paksa pintu di samping kemudi. Luka menganga terlihat di kaki kanan. Dicek denyut nadi. Sudah tak bernyawa.

Polisi dibantu warga tampak kesulitan ketika mencoba mengeluarkan tubuh Hairum, yang kondisinya lebih parah dari rekannya. Pintu yang sudah tek berbentuk, sulit untuk dibuka. Dua alat pencongkel jenis linggis dipakai untuk membuka. Tak mampu. Dicoba berulang kali. Berganti orang, beberapa kali. Gagal.

Di sisi lain, arus lalu lintas macet total. Panjang. Terhitung, ada 24 kendaraan yang terjebak kemacetan dari arah Kasongan. Begitu pun dari arah sebaliknya. Hampir sama banyaknya. Macet sekitar 1 kilometer. Dalam tempo dua jam.

Akhirnya, evakuasi dilakukan dari pintu belakang. Warga masuk dengan mudah. Tak ada kursi. Hanya tumpukan karung berisi pasir puya. Terhitung ada 15 karung. Polisi dan warga mencoba mematahkan kursi. Ada tiga pasang tangan yang melakukan bersamaan. Cara itu akhirnya berhasil.

“Innalillahi,” ucap mereka bersamaan. Lalu menelentangkan berjejeran.

Selanjutnya, kerja keras dibutuhkan lagi untuk mengevakuasi dua kendaraan tersebut, yang berada di badan jalan. Polisi juga kesulitan, karena roda depan tak bisa berputar. Kemudi tak berfungsi. Setengah jam berlalu. Setelah melalui proses diangkat, ditarik dan diderek, mobil pun bisa dievakuasi. Jalur pun kembali bisa digunakan.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, awal mula kecelakaan terjadi ketika mobil Toyota Hilux DA 9631 BG yang berangkat dari Tumbang Samba berada di jalur kanan. Nahas, di arah berlawanan, melaju mobil Daihatsu Ayla DA 1452 CA. Tabrakan tak terhindarkan.

Sopir Hilux selamat, lantaran airbag berfungsi dengan normal, sehingga melindungi kepalanya dari benturan.

“Pengemudi Toyota Hilux, Fahmiansyah akan kami periksa lebih lanjut,” ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Palangka Raya, Aiptu Tri Marsono.

Sementara, Fahmiansyah yang datang dengan kondisi sedikit lemah, berucap jika dirinya mau menuju Pasar Besar, untuk belanja kebutuhan pokok dan barang dagangan. Berangkat dari Tumbang Samba, Katingan. Di hadapan polisi yang mengecek kondisinya, ia mengaku bahwa saat kejadian pandangannya tiba-tiba gelap, ketika akan melintas di jembatan. Tak sadar mobil hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan.

“Saat itu, pandangan tiba-tiba gelap. Saya tak bisa melihat apa-apa,” ucapnya singkat.(idu/ce/ram)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*